Sejarah Perusahaan & Perusahaan Tertua Di dunia, Kenapa Ada Usaha Yang Gagal ? Sementara Perusahaan Lain Berdiri Sudah Ribuan Tahun

Jasindopt.com – Sejarah lahirnya perusaan adalah adanya permintaan dan penawaran, peluang ini dimanfaatkan orang atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan sebanyak banyaknya dengan cara mendirikan perusahaan.

Sejarah membuktikan bahwa perdangan adalah awal mula atau cikal bakal menjadi perusahaan. Jauh sebelum Masehi, pada jaman nabi perdangan adalah sudah ada dan merupakan penggerak ekonomi pada masa itu.

Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya yang berdasarkan kesepakatan bersama bukan pemaksaan. Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang.

Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang. Setiap barang dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual.

Dalam perdagangan ada orang yang membuat yang disebut produsen. Kegiatannya bernama produksi. Jadi, produksi adalah kegiatan membuat suatu barang.

Ada juga yang disebut distribusi. Distribusi adalah kegiatan mengantar barang dari produsen ke konsumen. Konsumen adalah orang yang membeli barang. Konsumsi adalah kegiatan menggunakan barang dari hasil produksi.

Dizaman moderen Ada tiga tujuan perusahaan didirikan yang perlu diketahui. Perusahaan berdiri pada hakikatnya untuk bisa mendapat keuntungan, membuka lapangan pekerjaan, dan produksi. Tentu saja ketiganya saling berkaitan.

Jika dilihat dari kacamata ahli, tujuan perusahaan berdiri untuk mendapat keuntungan melalui kesepakatan, perdagangan, dan koordinasi lain.

Dalam istilah ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga, dan kuantitas yang saling memengaruhi satu sama lain.

Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu, sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Dengan kata lain, yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat sehingga terjadilah transaksi pada harga tertentu hasil dari proses tawar-menawar.

Perusahaan Tertua Di Dunia

Mempertahankan sebuah perusahaan untuk tetap beroperasi selama bertahun-tahun bukanlah perkara mudah. Apalagi, kondisi perekonomian dunia mulai dari badai resesi, cuaca ekstrem, hingga pandemi menyebabkan tak sedikit perusahaan di dunia yang mengalami kesulitan hingga terpaksa tutup.

Dibalik rentetan kejadian yang menimpa dunia selama bertahun-tahun lamanya, ternyata ada juga beberapa perusahaan yang mampu bertahan selama berabad-abad bahkan sampai ribuan tahun lamanya.

1. Tanaka Iga

Tanaka Iga merupakan sebuah waralaba toko di Jepang yang bergerak di bisnis aksesoris agama Buddha. Melansir Oldest, perusahaan ini sudah berusia sekitar 1.137 tahun.

Semua aksesoris keagamaan Buddha yang dijual di toko ini juga diproduksi sendiri. Saking tua usianya, toko ini dilaporkan didirikan di tahun 885 CE (Common Era) atau lebih berdekatan dengan era Siddartha Gautama, dibandingkan dengan era modern sekarang.

2. Monnaie de Paris

Jauh sebelum Uni Eropa memproduksi mata uang Euro untuk perdagangan di seluruh Eropa, Monnaie de Paris lebih dulu memproduksi koin Francs yang tersebar di seluruh Prancis.

Perusahaan yang bergerak di industri mint (produksi koin) ini didirikan di Paris dan sudah berusia sekitar 1.160 tahun. Ya, perusahaan ini sudah memproduksi uang untuk begitu banyak kondisi politik yang berbeda, termasuk era Nazi selama Perang Dunia II.

Bahkan, Monnaie de Paris ini sempat memproduksi mata uang Jerman (Deutsche Mark) untuk transaksi ketika masa kekuasaan Nazi. Perusahaan ini akhirnya memproduksi koin Euro pada tahun 1998, atau 40 tahun setelah Prancis bergabung dengan Uni Eropa.

3. Staffelter Hof Winery

Beralih ke Jerman, ada perusahaan Staffelter Hof Winnery, perusahaan dan kilang anggur tertua di dunia, didirikan pada tahun 862 atau sudah berusia 1.160 tahun. Tempat ini adalah tempat di mana para tentara dan serdadu Romawi membeli minuman anggur atau wine.

Hebatnya, perusahaan ini tetap berdiri dan beroperasi hingga hari ini. Selain menyediakan wine dengan kualitas nomor wahid, perusahaan ini juga menyediakan layanan penginapan dalam bentuk guest house.

Staffelter Hof Winery sanggup bertahan, bahkann setelah kejatuhan Kerajaan Romawi Suci dan kehancuran yang disebabkan oleh Perang Dunia I dan II, di mana lebih dari 10 juta jiwa warga Jerman menjadi korban.

4. Genda Shigyo

Kembali ke Jepang, ada perusahaan Genda Shigyo yang bergerak di industri percetakan kertas. Perusahaan ini didirikan pada tahun 771 atau sekarang sudah berusia sekitar 1.251 tahun. 

Genda Shigyo memfokuskan bisnisnya pada percetakan produk kertas, seperti kartu seremonial seperti pada acara pernikahan, bingkisan kado, hingga kertas untuk bahan kabel elektronik.

5. Kongo Gumi

Masih di Jepang, inilah perusahaan yang diklaim sebagai perusahaan tertua di dunia, bernama Kongo Gumi. Perusahaan ini didirkan pada tahun 578, atau sudah berusia sekitar 1.444 tahun. Bidang bisnis perusahaan ini adalah jasa konstruksi.

Meski dinobatkan sebagai perusahaan tertua di dunia, Kongo Gumi sebenarnya sempat dinyatakan bangkrut pada tahun 2006 dan diakuisisi oleh Takamatsu Construction Group. Nama besar perusahaan Kongo Gumi sendiri, tidak bisa dilupakan sebagai perusahaan yang berjasa dalam membangun bangunan historis Jepang, Osaka Castle.

Kenapa Ada Usaha Yang Gagal ? Sementara Perusahaan Lain Berdiri Sudah Ribuan Tahun

Penyebab Bisnis Tidak Berkembang
Berikut ini adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab usaha atau bisnis tidak berkembang:

1. Tidak Memiliki Perencanaan Dasar

Konsep atau perencanaan dasar merupakan bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha atau pebisnis agar usahanya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan berupa keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.

Konsep atau perencanaan dasar yang dibuat oleh para pengusaha atau pebisnis pada awal usahanya harus sederhana. Konsep sederhana tersebut dimaksudkan agar mudah diaplikasikan dalam usaha pada tingkat awal.

Keuntungan dari adanya konsep atau perencanaan dasar mulai di awal usaha adalah para pengusaha atau pebisnis menjadi tidak mudah goyah saat usahanya mengalami hambatan dan tantangan.

Hal tersebut karena konsep atau perencanaan dasar dianggap sebagai suatu kompas yang akan menunjukkan ke arah mana suatu usaha akan diarahkan.

2. Kurang Disiplin dalam Pengelolaan Uang

Dalam bidang apapun, disiplin merupakan salah satu kunci utama yang memegang peranan penting untuk menciptakan kesuksesan. Hal ini tentu saja berlaku dalam dunia usaha atau bisnis.

Agar dapat mengetahui secara jelas dan pasti mengenai keuntungan dan prospek dari sebuah usaha atau bisnis, maka para pebisnis harus disiplin untuk memisahkan antara uang pribadi dan uang dari hasil usaha atau bisnis.

3. Inovasi Tidak Berkembang

Secara umum, suatu usaha atau bisnis tidak banyak memiliki perubahan, namun strategi dan cara berbisnis yang akan terus berubah sesuai dengan perkembangan aman.

Maka dari itu, sebagai seorang pebisnis inovasi harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan dalam usaha atau bisnis agar hasil yang hendak dicapai dapat terwujud. Usaha atau bisnis tidak akan berkembang jika inovasi oleh pengusaha atau pebisnis tidak terus tumbuh dan tidak berkembang pula.

4. Peraturan Tidak Tegas

Di dalam setiap bidang apapun, peraturan selalu diperlukan sebagai batas. Aturan yang tegas, jelas dan disiplin akan membantu para pengusaha atau pebisnis untuk mengelola usaha atau bisnisnya secara profesional.

Misalnya, jika seorang pengusaha atau pebisnis tidak memiliki peraturan yang tegas, jelas dan disiplin maka mereka akan sesukanya menentukan harga, proses dan lain sebagainya hanya berdasarkan pada perasaan atau keinginan dan bukan ukuran.

5. Strategi Marketing Tidak Tepat

Marketing merupakan salah satu senjata utama dalam usaha atau bisnis untuk mencapai target penjualan. Namun teknik atau strategi marketing yang tidak tepat akan membuat suatu usaha atau bisnis sulit untuk berkembang.

Agar usaha atau bisnis dapat berkembang, maka pengetahuan mengenai berbagai teknik atau strategi marketing sangat perlu untuk dipelajari sehingga teknik marketing yang akan diaplikasikan sesuai dengan jenis usaha atau bisnis yang dijalankan.

6. SDM Kurang Memadai

Sebagai pebisnis sendiri yang perlu memiliki pengetahuan yang cukup, orang-orang yang bekerja pada usaha atau bisnis kita juga harus memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjalankan tugasnya masing-masing.

Oleh karena itu, banyak perusahaan yang rela memberikan pelatihan atau training secara khusus. Selain itu, keahlian dan pengetahuan mengenai kewirausahaan atau bisnis juga sangat diperlukan, terutama keahlian dalam mengelola modal dan mengendalikan kredit.

Untuk membuat usaha atau bisnis berkembang, selain berpatokan pada pengelolaan modal yang baik, pengendalian kredit juga harus menjadi patokan karena apabila jumlah kredit terlalu besar namun kemampuan berada di bawahnya. Maka suatu usaha atau bisnis akan berpotensi besar untuk mengalami kemunduran yang akhirnya akan bangkrut.

Cara Mengatasi Usaha Yang Gagal

Apa yang Dilakukan Jika Wirausahawan Mengalami Kegagalan pada Awal Usaha?

1. Terima Keadaan dan Luangkan Waktu Untuk Tenangkan Pikiran

Untuk bisa bangkit dari kegagalan usaha, yang harus dilakukan pertama kali adalah menerima keadaan. Ingat, roda kehidupan selalu berputar, kadang di atas dan kadang di bawah. Dengan menerima kenyataan tersebut, pikiran akan jauh lebih tenang.

Susah memang, tapi bukan berarti Anda lantas memilih untuk terus terpuruk. Coba tanamkan pikiran positif. Percayalah bahwa Anda masih punya kesempatan. Ingat, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Alih-alih menyalahkan keadaan, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran berharga.

2Lakukan Evaluasi

Sekarang saat pikiran lebih tenang, mulailah lakukan evaluasi sebagai langkah apa yang dilakukan jika wirausahawan mengalami kegagalan pada awal usaha. Cari tahu apa kira-kira penyebab kegagalan usaha, apakah karena rencana yang kurang matang atau justru karena salah dalam mengelola keuangan?

Anda juga bisa membuat daftar yang berisi kinerja usaha selama ini. Cermati mana bagian yang bekerja optimal dan mana yang tidak. Ada kalanya, masalah tidak datang dari internal usaha, bisa juga karena faktor eksternal. Jadi, jangan lupa untuk memperhitungkan faktor tersebut.

Jika penyebab masalah sudah tampak, coba lakukan analisis lebih dalam. Mengapa hal tersebut bisa memicu kegagalan? Apakah memang hal tersebut menjadi penyebab tunggal?

Ada baiknya juga jika Anda membuat skala prioritas. Letakkan faktor penyebab yang harus segera dicari solusinya di urutan teratas. Sementara faktor yang tidak terlalu mendesak bisa diletakkan pada urutan selanjutnya.

3Bangun Support System Untuk Bantu Bangkit Kembali

Bangkit dari kegagalan akan terasa sangat berat jika dilakukan sendiri. Untuk itu, sebaiknya Anda mencari support system yang bisa menyuntikkan semangat baru. Selain keluarga dan teman terdekat, tidak ada salahnya Anda mencari dukungan dari rekan wirausahawan.

Support system dari di industri yang sama tentu akan menjadi dukungan kuat. Mereka akan lebih paham bagaimana situasi yang sedang Anda hadapi. Bahkan, Anda juga bisa belajar dari pengalaman mereka.

Support system semacam ini bisa didapat dengan bergabung dengan komunitas wirausaha. Salah satunya adalah KOMPAG atau Komunitas Partner GoFood. Di KOMPAG, Anda tidak hanya bisa berjumpa dengan rekan sesama pelaku usaha, lho, tapi juga berkesempatan mengikuti pelatihan untuk kembangkan usaha!

4. Cek Kembali Kondisi Keuangan

Hal lain apa yang dilakukan jika wirausahawan mengalami kegagalan pada awal bisnis? Jangan lupa untuk mengecek kembali kondisi keuangan Anda. Hitung dengan cermat berapa dana yang ada.

Apabila ternyata Anda tidak punya dana yang cukup sebagai modal untuk memulai kembali, coba pikirkan strategi apa yang bisa dilakukan. Sebaliknya, jika ada dana yang tersedia, bagaimana alokasinya agar cukup untuk memulai kembali?

5Mulai Cari Peluang Usaha Baru

Setelah semua tahapan di atas terlewati, kini waktunya mulai cari peluang usaha baru. Anda bisa mengulang usaha sebelumnya dan memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, bisa juga mencari model usaha yang benar-benar baru.

Dari evaluasi yang telah dilakukan, Anda tentu bisa menentukan tingkat kelayakan usaha; apakah usaha kemarin memang layak diteruskan atau justru tidak. Apabila memang layak, melakukan perbaikan bisa menjadi peluang baru.

Namun, jika hasil evaluasi menunjukkan sebaliknya, cobalah untuk memulai usaha baru. Dengan persiapan yang lebih matang, bukan tidak mungkin usaha baru Anda akan sukses besar.

6Susun Perencanaan Yang Matang

Agar tidak jatuh pada lubang yang sama, susun perencanaan matang untuk ide usaha baru Anda. Belajar dari pengalaman yang lalu, jauhi kesalahan sebelumnya. Anda bahkan bisa berangkat dari faktor-faktor yang memicu kegagalan.

Dari situ, Anda bisa membuat kerangka rencana untuk usaha baru. Buat perencanaan yang detail dan menyeluruh. Luangkan waktu Anda untuk menimbang semua aspek usaha.

Disarankan juga untuk membuat target. Misalnya, pada Desember nanti, modal untuk usaha baru sudah harus cukup. Lalu, pada Januari, sudah harus mendapatkan supplier untuk produksi. Fokuslah pada target-target tersebut. Dengan begitu, Anda akan lebih bersemangat membangun usaha.

Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Bahkan para wirausahawan yang sukses pasti pernah menghadapi kegagalan sebelum akhirnya bisa sukses besar.

Semoga pembahasan mengenai apa yang harus dilakukan jika wirausahawan mengalami kegagalan pada awal usaha ini dapat membantu Anda untuk bangkit kembali.

Kelilingi diri Anda dengan lingkungan yang suportif agar cepat pulih. Anda bisa mulai dengan daftar Komunitas Partner GoFood untuk dapat dukungan penuh sekarang juga!

%d blogger menyukai ini: