Pengertian Bank: Jasa, Fungsi, Jenis Bank di Indonesia dan Jenis-Jenis Pekerjaan Di Bank

Jasindopt.com – Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.

Pengertian Bank

Secara etimologi, kata “bank” berasal dari bahasa Prancis banque atau bahasa Italia banca yang berarti bangku. Para bankir Florence pada masa Renaisans melakukan transaksi mereka dengan duduk di belakang meja penukaran uang, berbeda dengan pekerjaan kebanyakan orang yang tidak memungkinkan mereka untuk duduk sambil bekerja.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung.

Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.

Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.

Terlepas dari fungsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia.

Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”.

Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.

Hal ini diperlukan karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.

Jasa Perbankan

Jasa perbankan diberikan untuk mendukung kelancaran menghimpun dan menyalurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut:

  • Jasa setoran seperti setoran listrik, telepon, air, atau uang kuliah
  • Jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun, atau hadiah
  • Jasa pengiriman uang (transfer)
  • Jasa penagihan (inkaso)
  • Kliring
  • Penjualan mata uang asing
  • Penyimpanan dokumen
  • Jasa cek wisata
  • Kartu kredit
  • Kredit Jasa-jasa yang ada di pasar modal, seperti pinjaman emisi dan pedagang efek.
  • Jasa Letter of Credit (L/C)
  • Bank garansi dan referensi bank
  • Jasa bank lainnya.

Fungsi Perbankan

Beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:

  • Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
  • Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
  • Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditas tertentu dikemudian hari (price discovery).
  • Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
  • Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.

Jenis-jenis Bank Menurut Fungsinya

A. Bank Perkreditan Rakyat

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah jenis bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip-prinsip syariah, yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR ini jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

Hal ini dikarenakan BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian seperti yang dilakukan pada jenis bank secara umum. Tugas Bank Perkreditan Rakyat:

  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
  • Memberikan kredit.
  • Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
  • Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan atau tabungan pada bank lain.

Dengan adanya potensi usaha pembiayaan mikro seperti BPR saat ini, banyak orang berlomba untuk mendirikan lembaga ini tanpa adanya pembelajaran komprehensif dan mendasar. Buku Pintar Pengelolaan BPR & Lembaga Keuangan Pembiayaan Mikro ini disusun dalam rangka memberikan salah satu alternatif panduan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam lembaga keuangan mikro.

B. Bank Sentral

Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Fungsi dan peran bank sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.

Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Sebagai bank sentral, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut BI didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Tugas Bank Indonesia:

  • Melaksanakan dan menetap kebijakan moneter.
  • Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.
  • Mengatur dan mengawasi kinerja bank-bank.

Dalam pelaksanaannya sendiri, dalam bank sentral terdapat kebijakan yang termasuk ke dalam dasar-dasar teori dan empiris kebijakan Moneter serta prinsip dan praktik yang berlaku. Pelajari itu semua dalam buku Kebijakan Bank Sentral : Teori & Praktik.

C. Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah, yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu pula dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank). Tugas Bank Umum:

  • Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan.
  • Menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman.
  • Menerbitkan uang melalui pembayaran kredit dan investasi.
  • Menawarkan jasa-jasa keuangan seperti kartu kredit, cek perjalanan, ATM, transfer uang antar bank, dan lain sebagainya.
  • Menyediakan fasilitas untuk perdagangan antar negara atau internasional.
  • Melayani penyimpanan barang berharga.

Jenis-jenis Bank Berdasarkan Kegiatan Operasionalnya

A. Bank Konvensional

Bank konvensional adalah jenis bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran secara umum berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Bank konvensional pada umumnya beroperasi dengan mengeluarkan produk-produk untuk menyerap dana masyarakat, menyalurkan dana yang telah dihimpun dengan cara mengeluarkan kredit, pelayanan jasa keuangan, dan jasa-jasa lainnya.

B. Bank Syariah

Bank syariah merupakan jenis perbankan yang segala sesuatu yang menyangkut tentang bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Berkaitan dengan bank syariah, ada dua konsep dalam hukum agama Islam, yaitu: larangan penggunaan sistem bunga, karena bunga (riba) adalah haram hukumnya. Sebagai pengganti bunga digunakan sistem bagi hasil. Prinsip-prinsip yang berlaku pada Bank Syariah:

  • Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah).
  • Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).
  • Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).
  • Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah).
  • Pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Jenis-Jenis Pekerjaan di Bank

Perbankan merupakan salah satu bidang pekerjaan yang paling diminati di Indonesia, karena karirnya jelas dan uang menjadi tujuan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.

Institut Bankir Indonesia (IBI) sebagai satu-satunya asosiasi profesi bankir di Indonesia telah mengidentifikasi 13 profesi di bank saat ini. Berikut daftar profesi diperbankan tersebut:

  1. Profesi Lending
  2. Profesi Risk Management
  3. Profesi Treasury Dealer-Settlement
  4. Profesi Wealth Management
  5. Profesi Audit Internal Bank
  6. Proesi Funding dan Service
  7. Profesi Operation
  8. Profesi General Banking
  9. Profesi Finance dan Accounting
  10. Profesi Teknologi dan Informasi
  11. Profesi Human Resources
  12. Profesi Complience/Legal
  13. Profesi Sales dan Marketing

Ada banyak posisi di bank yang membutuhkan ketrampilan dan otak matematika yang lumayan encer menangani angka.

Melansir dari berbagai sumber, berikut deskripsi pekerjaan & jenis – jenis pekerjaan di bidang perbankan:

1. Teller
Melansir dari laman repository.uma.ac.id, teller merupakan salah satu jenjang karir pertama sebagai frontliner yang menjadi garda terdepan dalam menentukan citra bank di depan nasabah.

Adapun tugas dari seorang Teller yakni melayani nasabah yang akan melakukan pembayaran dan penerimaan tunai, seperti transfer, penarikkan, penyetoran, pembayaran, dan lain sebagainya. Seorang teller bertugas mencatat penerimaan dan pengeluaran tunai dan nontunai.

Untuk menjadi seorang Teller, Anda dituntut untuk selalu ramah, cekatan, dan tahan stres.

Deskripsi pekerjaan:

  • Memeriksa identitas nasabah dan melayani nasabah dalam hal setoran dan penarikan dari buku tabungan;
  • Mengesahkan tanda terima setoran dalam batas wewenangnya;
  • Membayar dan menerima uang tunai;
  • Menerima setoran warkat bank sendiri dan warkat bank lain;
  • Mencatat penerimaan dan pengeluaran tunai dan nontunai.

2. Staf Back Office
Mengutip dari laman 123test.com, staf back office bertanggungjawab atas pembukuan bank dan hal-hal administratif lainnya.

Tugas dari staf back office antara lain mengumpulkan informasi tentang akun baru, memasukan informasi akun ke komputer, dan mengarsipkan dokumen-dokumen penting.

Saban hari mereka tak pernah memegang uang. Maklum dunia mereka data dan data, meskipun itu adalah data uang.

3. Customer Service (CS)
Seorang CS dituntut untuk mampu menguasai segala produk di bank dan selalu sabar serta ramah dalam melayani nasabah dengan berbagai karakteristik. Tugas dari seorang CS diantaranya menangani pembukaan rekening, keluhan nasabah, dan aktivasi produk bank oleh nasabah.

Deskripsi pekerjaan:

  • Memberikan informasi kepada nasabah tentang produk-produk jasa bank dan persyaratan yang terkandung dalam setiap jenis produk;
  • Melaksanakan tahapan awal administrasi dalam pembukuan rekening;
  • Memelihara hubungan yang baik dengan nasabah dalam bentuk pemberian informasi.

4. Account Officer (AO) / Lending Officer (LO)
Account office merupakan posisi yang menjadi pemain utama dalam bisnis perbankan. Memasarkan produk-produk bank, seperti pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit modal usaha, dan kartu kredit merupakan tugas dari seorang account officer.

Seorang AO/LO harus memiliki keterampilan analisis tinggi. Hal ini dikarenakan AO/LO bertugas menganalisa kemampuan nasabah dalam melakukan pembayaran, di samping melakukan penagihan terhadap nasabah.

5. Auditor
Mengutip dari laman learningpath.org, seorang auditor dalam perbankan bertugas sebagai pengawas atas kinerja para karyawan di setiap bagian bank.

Auditor bertugas melaporkan kinerja yang tidak sesuai prosedur kepada pihak manajemen. Auditor mirip staf back office yang nyaris tak pernah pegang uang bank atau nasabah. Kompetensi pekerjaan ini adalah cermat, jujur, analitik dan berintegritas tinggi. Bahkan juga “naluri” mengendus kejanggalan sistem kantor bank itu, misalnya. Demi mengamankan dana dan aset nasabah.

6. Funding Officer
Melansir laman prezi.com, bagian di perbankan yang bertugas untuk mencari dan mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya adalah funding officer. Pekerjaan seorang funding officer dituntut harus bisa mengorganisir nasabah agar tidak berpindah ke bank lainnya.

7. Lending officer

Lending officer bertugas menyalurkan dan mengawasi dana berdasarkan rekomendasi funding officer.

Deskripsi Pekerjaan:

  • Merencanakan, memprioritaskan, menempatkan dan mereview pekerjaan staf, yang menangani, utang-piutang, grants, payroll, dan pemasukan/ pengumpulan data lainnya;
  • Merekomendasikan dan menangani bagian accounting suatu perusahaan termasuk masalah gaji karyawan, staf training, dan pengimplementasikan prosedur-prosedur yang ada;
  • Merekomendasikan, menanggani dan berpartisipasi dalam implementasi tujuan perusahaan;
  • Menyediakan informasi teknis;
  • Menyediakan analisis kompleks tentang transaksi-transaksi akuntansi.

Operasional

Operasional sebuah bank secara general meliputi settlement dan kliring. Pekerjaannya bertanggung jawab terhadap keluar dan masuknya pengiriman uang, penyelesaian transaksi, obligasi, dan surat berharga. Beberapa posisi dalam bagian operasional diantaranya Financing Support, Collection/Debt Recovery Officer, dan Clearing Officer.

8. Financing Support

Financing support bertugas untuk:

  • Memastikan kegiatan finance support telah sesuai dengan standar kebijakan dan prosedur yang berlaku;
  • Melakukan pengawasan dokumentasi dan kualitas pembiayaan yang dilakukan bank tersebut.

9. Collection/debt recovery officer

Collection/ debt recovery officer bertugas:

  • Melakukan review atas prosedur penagihan dan memastikan pengembalian pinjaman atas kredit;
  • Menganalisa profil debitur dan mengusulkan usulan atas penanganan debitur;
  • Melakukan restrukturisasi dan negosiasi pembayaran;
  • Mengetahui dan paham masalah hukum dan dokumentasi;
  • Memantau fungsi penagihan kepada debitur.

10. Clearing officer

Clearing officer bertugas:

Mencatat setiap transaksi nasabah yang berlangsung, baik itu pemindahbukuan antar rekening dalam bank tersebut maupun antarbank.

Pendukung (support)

Bagian pendukung meliputi bagian yang terintegrasi dengan keberlangsungan sebuah bank, diantaranya adalah administrasi, legal, dan credit analyst.

11. Legal analyst

Bertugas melakukan legal review terhadap sistem hukum bisnis perbankan. Sedangkan credit analyst bertanggung jawab atas draft pengajuan kredit termasuk membuat analisis kredit pihak ketiga calon debitur.

Non Operasional

Divisi Non-Operasional meliputi posisi Compliance Risk Management, Human Resource Department, dan IT.

12. Complience risk management

Deskripsi pekerjaan:

  • Memastikan penerapan seluruh ketentuan yang dipersayaratkan bagi calon nasabah baru
  • Melakukan analisis risiko dan seberapa jauh risiko bisa memengaruhi perusahaan
  • Membuat rencana untuk mengurangi risiko dan menyiapkan rencana juga ketika risiko terpakasa dialami

13. Human Resource Department

Di industri perbankan, Human Resource Department memiliki bidang sendiri-sendiri, di antaranya:

  • Bagian perekrutan dan penilaian: bertugas merekrut SDM dengan kualifikasi perusahaan perbankan, melakukan promosi jabatan karyawan;
  • Bagian personalia: mengurus kebutuhan karyawan, termasuk penghitungan lembur, penggantian biaya dan lain-lain. Biasanya bagian ini ada di kantor cabang.
  • Bagian training and development: melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan sesuai dengan dinamika kebutuhan perusahaan
  • Bagian Organization Development (OD): melakukan analisis SDM untuk kemudian mengusulkan adanya development dan pelatihan karyawan.

14. Information Technology (IT)

Deskripsi Pekerjaan:
Support bidang IT di perusahaan perbankan, baik bagi karyawan maupun nasabah; Menyusun program komputer sesuai dengan kebutuhan perusahan.

%d blogger menyukai ini: