Apa Itu Metaverse? Pengertian, Contoh, Manfaat, Peluang Usaha di Metaverse!

JasindoPT.com – Apa yang anda bayangkan jika mendengar tentang Metaverse? Akhir – akhir ini Metaverse semakin hangat dibicarakan setelah facebook berganti nama jadi meta. Meta sendiri singkatan dari metaverse. Perkembagan Metaverse membuat orang semakin banyak memulai usaha baru di ruang digital ini. Terbaru, Arab Saudi bahkan menghadirkan hajar aswad di dalam metaverse di bawah proyek “Virtual Black Stone Initiative”.

Secara sederhana, metaverse merupakan sebuah ruang virtual yang memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang memungkinkan semua orang untuk berkumpul dan berinteraksi.

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata lalu memproyeksikan benda-benda tersebut secara realitas dalam waktu nyata.

Sementara Virtual Reality (VR) adalah teknologi yang mampu menciptakan simulasi. Simulasi ini bisa mirip seperti dunia nyata, seperti suasana saat pengguna berjalan-jalan di sebuah tempat.

Pengertian XR, MR, AR, VR

Sebelum membahas Metaverse, Mengenal Teknologi Extended Reality (XR), Mixed Reality (MR), Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) Penggunaan dan Tantangannya.

Kita sedang hidup di era digital di mana dunia virtual dan kenyataan saling bertemu. Pengalaman menakjubkan yang biasanya ada di film-film fiksi kini telah menjadi kenyataan berkat adanya teknologi Extended Reality (XR). Bayangkan bagaimana rasanya tinggal di dunia futuristik di mana pengalaman virtual menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. 

Extended Reality (XR) sendiri merujuk pada penggunaan teknologi menakjubkan yang memperluas realitas dan menggabungkan dunia nyata dengan virtual. Dengan kata lain, XR berarti sebuah istilah umum yang menggabungkan Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) dan Mixed Reality (MR). 

Virtual Reality memungkinkan seseorang untuk berinteraksi dengan sebuah lingkungan tiga dimensi menggunakan perangkat elektronik seperti Headset VR, pengontrol dan sarung tangan. Salah satu contohnya adalah perangkat Oculus Quest, yang kini menjadi perangkat VR paling laris di pasaran.

Augmented Reality di sisi lain menjelaskan mengenai sebuah teknologi yang mampu melakukan interaksi antara pengalaman virtual dengan dunia nyata. Ini meningkatkan lingkungan dunia nyata dengan gambar, animasi ataupun teks. Biasanya bisa diwujudkan dengan menggunakan perangkat yang memiliki aplikasi AR seperti tablet, smartphone maupun kacamata pintar. Contohnya adalah seperti yang ada di filter Instagram atau Snapchat.

Sementara itu Mixed Reality adalah sebuah gabungan dari VR dan AR. Tujuannya untuk mengisi ruang kosong antara lingkungan virtual dan augmented. MR menggabungkan dunia digital dan dunia nyata ke dalam sebuah lingkungan tersendiri, sehingga VR dan AR bisa saling berinteraksi satu sama lain secara realtime. Contohnya ada pada headset MR seperti Microsoft HoloLens.

Pasar XR sendiri telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, beberapa di antara sektor industri yang telah memanfaatkan teknologi ini seperti Retail dan Pemasaran, di mana calon konsumen bisa mencoba sebuah produk dengan nyaman dari rumah mereka secara virtual, seperti yang dilakukan oleh IKEA.

Kemudian di sektor Pendidikan dan Pelatihan, di mana orang-orang bisa belajar secara aman di dalam lingkungan virtual tanpa memiliki resiko fisik. Biasanya ini digunakan oleh petugas medis, pemadam kebakaran atau bahkan pilot yang ingin mensimulasikan sebuah skenario dengan resiko minimal dan biaya yang lebih murah.

Sektor Hiburan pun tidak ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi XR ini, khususnya dalam industri gaming. XR akan menjadikan game menjadi begitu tampak nyata dengan pengalaman yang belum pernah didapatkan sebelumnya. XR juga sangat mendukung untuk meningkatkan event-event hiburan seperti konser musik live.

Meski demikian, selalu ada kekurangan dalam sebuah teknologi, tidak terkecuali pada teknologi XR. Seperti teknologi lainnya, XR juga melakukan pengumpulan dan memproses data pengguna, seperti informasi pribadi, aktivitas bahkan emosi yang diungkap. Hal ini tentunya bisa memberikan potensi serius apabila data tersebut bocor atau diretas oleh pihak tidak bertanggung-jawab. Ini menjadi tantangan utama dari para pengembang teknologi XR.

Selain itu masalah biaya untuk penggunaan teknologi XR cukup tinggi, tidak banyak perusahaan yang mampu berinvestasi pada teknologi XR, khususnya dalam menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan.

Lalu sebenarnya Metaverse itu apa? Simak penjelasan mengenai Metaverse dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Metaverse?

Melansir dari Wikipedia Metaverse atau Metasemestametamesta, atau metaversum adalah bagian Internet dari realitas virtual bersama yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata dalam dunia internet tahap kedua. 

Meta semesta dalam arti yang lebih luas mungkin tidak hanya merujuk pada lingkungan virtual yang dioperasikan oleh perusahaan media sosial tetapi seluruh spektrum realitas berimbuh. 

Istilah ini muncul pada awal 1990-an, dan dikritik sebagai metode membangun hubungan masyarakat dengan menggunakan konsep spekulatif, “berlebihan” murni berdasarkan teknologi yang ada. 

Sementara dianut oleh beberapa perusahaan teknologi seperti Facebook, Microsoft dan lain-lain, kekhawatiran tentang dampak pada masyarakat modern ketika semua interaksi orang ke orang secara efektif otonom.

Singkatnya, Metaverse adalah ruang virtual yang dapat diciptakan dan dijelajahi dengan pengguna lain tanpa bertemu di ruang yang sama.

Metaverse adalah sebuah konsep dunia virtual di mana seseorang dapat membuat dan menjelajah dengan pengguna internet lainnya dalam bentuk avatar dirinya sendiri.

Dirangkum dari akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika, orang-orang dapat bekerja, bertemu, bermain dengan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, atau perangkat lainnya. Namun, sebenarnya istilah Metaverse ditulis oleh Neal Stephenson di novel Snow Crash pada 1992.

Seperti Apa Metaverse? 

Berikut adalah cara kerja atau sejumlah kegiatan atau hal-hal yang bisa dilakukan oleh penggunanya di Metaverse, antara lain:

1. Horizon

Horizon adalah dunia virtual yang dapat memilih atau membuat tanah sendiri seperti taman, kantor, tempat bermain, pantai, pegunungan, luar angkasa atau tempat manapun yang ingin dituju. 

2. Avatar

Avatar adalah pengguna dapat menciptakan avatarnya sendiri sesuai keinginan seperti avatar manusia dengan gender laki-laki atau perempuan lengkap dengan pakaian ataupun wujud lain misalkan robot, karakter, dinosaurus, dan lain-lain. 

3. Kegiatan Virtual

Kegiatan virtual adalah pengguna dapat melakukan aktivitas yang sama di dunia asli seperti berolahraga, menonton film, menonton konser, kuliah, bekerja, dan lain-lain. 

4. Kumpul Bersama

Kumpul bersama adalah pengguna dapat bertemu dengan pengguna lain untuk meeting, berpesta ataupun sekedar nongkrong bersama. 

5. Belanja

Belanja adalah pengguna dapat berbelanja dan bertransaksi layaknya berbelanja langsung ke toko atau mal. 

6. Masuk ke dalam Game

Masuk ke dalam game adalah pengguna dapat masuk ke dalam game layaknya seperti film Ready Player One atau Film Free Guy. 

7. Alat Hardware

Alat hardware adalah pengguna memakai headset Virtual 

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu Metaverse dan seperti apa di Metaverse.

Metaverse adalah suatu teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lainnya secara virtual.

Augmented Reality (AR) adalah teknologi interaktif yang mampu memproyeksikan objek maya ke dalam objek nyata secara real time (waktu sebenarnya).

Metaverse kerap diartikan sebagai simulasi dunia nyata manusia yang diimplementasikan di dunia maya atau internet.

Dalam metaverse, pengguna dapat membuat avatar sesuai keinginannya. Avatar 3D adalah replika atau gambaran pengguna dalam bentuk animasi 3D. Avatar ini dapat digunakan sebagai representasi pengguna di internet.

Di metaverse, pengguna dapat melakukan kegiatan apa saja dalam bentuk virtual seperti berkumpul atau mengadakan rapat, bekerja, bermain, mengadakan berbagai acara, mengikuti konser, berbelanja online, hingga membeli sebuah properti digital.

Contoh saja, pengguna dapat berbelanja online dengan menjajal baju yang diinginkan secara digital di metaverse, kemudian memesannya dan dikirim ke alamat rumah di dunia nyata. 

Metaverse pun memiliki keterkaitan dengan aset kripto. Aset kripto itulah yang berfungsi sebagai alat pembayaran jual beli dalam Metaverse. Hingga saat ini, terdapat beberapa aset kripto yang sudah terhubung dengan Metaverse seperti Decentraland (MANA) dan Sandbox (SAND).

Metaverse juga membuka peluang investasi properti digital yang memungkinkan pengguna dapat membeli tanah virtual di metaverse. Meskipun nasib kedepannya masih belum dapat diprediksi, namun Metaverse sendiri telah menarik banyak investor.

Untuk melakukan berbagai kegiatan tersebut di metaverse, pengguna perlu menggunakan alat tambahan berupa kacamata Virtual Reality (VR) dan sarung tangan berteknologi heptic.

Dukungan audio juga bisa saja diperlukan untuk menunjang pengalaman “berkunjung” di metaverse. Kacamata VR, sarung tangan haptic, dan audio bisa menciptakan pengalaman realistik layaknya dunia nyata, seperti melihat pemandangan, mendengar suara, merasakan aneka sentuhan, dan sensasi lainnya. 

Manfaat Metaverse

Metaverse memiliki banyak manfaat jika direalisasikan menjadi kenyataan, karena akan membuka peluang baru dalam banyak hal. Berikut ini tiga manfaat metaverse yang paling menonjol:

1. Kemudahan akses untuk siapa pun

Metaverse memungkinkan siapa saja untuk mengakses kemewahan yang sebelumnya hanya tersedia untuk orang kelas atas. Anda juga bisa memperluas ilmu dan mengakses hiburan lewat metaverse. Di sini juga memungkinkan sebagian besar umat manusia melakukan perjalanan keliling dunia secara virtual, berinteraksi dengan orang lain secara virtual dengan kualitas tinggi, dan masih banyak lagi.

2. Menciptakan peluang baru

Metaverse juga akan menghadirkan banyak peluang baru yang saat ini belum ada. Saat ini Anda mungkin belum dapat merasakan pengalaman virtual berkualitas tinggi, tetapi setelah perkembangan VR yang cepat, sebagian besar manusia mungkin memiliki akses untuk merasakan pengalaman tersebut.

3. Meningkatkan produktivitas dan menjaga lingkungan

Metaverse akan menjadi keuntungan besar bagi keberlanjutan. Dengan menghadiri kantor, sekolah, dan meeting tertentu secara virtual, Anda dapat menghemat sumber daya dan memaksimalkan penggunaan waktu untuk hal-hal produktif. Melakukan kegiatan secara virtual juga baik untuk menjaga lingkungan.

Risiko Metaverse

Selain manfaat, Anda juga harus tahu apa saja risiko metaverse, di antaranya:

1. Kebocoran privasi dan keamanan

Masalah yang muncul dari penggunaan internet yaitu risiko privasi dan keamanan, cyber bullying, penyebaran informasi, propaganda yang menyesatkan, dan bentuk kejahatan dunia maya lainnya masih belum terselesaikan. Masalah-masalah ini berisiko akan semakin memburuk jika metaverse benar-benar direalisasikan dalam kehidupan.

2. Berdampak bagi sosial dan budaya

Risiko metaverse yang lainnya yaitu adanya kemungkinan menciptakan norma dan kebiasaan baru yang dapat mengikis perilaku manusia yang ada di dunia nyata, entah menjadi lebih baik atau justru sebaliknya.

3. Tidak bisa membedakan dunia virtual dan dunia nyata

Ketika sudah tenggelam dalam dunia virtual, terkadang akan menjadi sulit membedakan antara dunia virtual dan dunia nyata. Inilah risiko yang mungkin akan terjadi jika Anda sudah masuk ke dalam metaverse.

Metaverse Kapan Akan Terwujud? 

Sejauh ini eksperimen metaverse sudah mulai dilakukan oleh Facebook untuk keperluan bekerja dan komunikasi. Salah satunya adanya ruang kantor berbasis VR bernama Horizon Workrooms. 

Ruang kantor berbasis virtual ini menyediakan ruang pertemuan virtual yang dapat digunakan sebagai sarana tatap muka secara online. Aplikasi tersebut dioperasikan lewat headset VR OCulus Quest 2 buatan Facebook. 

Cara kerjanya, partisipan yang berada di ruang rapat virtual akan diilustrasikan dengaan avatar 3D. Pengguna juga dimungkinkan untuk melakukan video call yang nantinya akan dimunculkan dalam layar presentasi virtual. 

Horizon Workrooms juga dilengkapi dengan papan tulis yang dapat digunakan untuk menulis materi rapat dengan mengandalkan controller dari Oculus Quest 2. 

Selain Facebook,  perusahaan raksasa elektronik Samsung juga mewujudkan toko virtualnya yang diberina nama Samsung 837X.  Untuk dapat mengunjungi toko virtual Samsung di 837X pengguna harus login di situs web Decentraland.

Adapun Toko virtual Samsung 837X sebenarnya memiliki toko fisiknya yang bertempat di 837 Washington Street 837, Distrik Meatpacking, New York, Amerika Serikat.

Selain kedua perusahaan tersebut, ada beberapa perusahaan lain yang turut tertarik bereksperimen dengan metaverse. Beberapa di antaranya seperti Epic Games, sebuah perusahaan pengembang game battle royale, Fortnite. 

Dilansir dari BBC, Selasa (15/2/2022) produsen chip pengolah grafis (GPU) Nvidia dilaporkan sedang membangun “Omniverse”, sebuah platform real time 3D dan simulasi dunia virtual.

Cara Bergabung Di Metavers

Melansir Fortune, ada beberapa platform yang menyediakan layanan ini, seperti Sandbox, Mirandus, dan Decentraland.

Nama terakhir adalah yang paling populer untuk para pengguna di dunia dan akan menjadi contoh dalam tutorial kali ini.

Untuk mendapatkan pengalaman penuh, laptop saja mungkin tidak akan cukup.

Itu sebabnya visi metaverse Facebook mencakup pengguna dengan headset Oculus VR atau kacamata augmented reality.

Membuat avatar di Metaverse

Setelah masuk Decentraland, Anda mendapat dua pilihan, yaitu bermain sebagai tamu (gratis) atau berbayar (menggunakan kripto).

Perbedaannya, bermain secara gratis akan mendapat pengalaman yang lebih terbatas.

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum melangkah ke dalam metaverse adalah membuat avatar.

Panel tersebut penuh dengan opsi untuk menyesuaikan warna rambut, mata, pakaian, dan bahkan aksesori lainnya.

Mulai Menjelajah Metaverse

Setelah menghabiskan beberapa waktu untuk memilih pakaian yang cocok, Anda akan dibawa ke Genesis Plaza, titik awal di Decentraland.

Di tempat itu, akan banyak avatar lain yang muncul di sekeliling Anda. Ketika sebuah avatar mendekat, mungkin Anda akan mendengar suara pengguna.

Anda bisa berjalan ke lokasi yang telah ditentukan oleh peta.

Ada banyak tempat yang tersedia di dalam Decentraland. Tempat-tempat ini sebelumnya telah dibuat oleh pengguna lain, termasuk permainan.

Teknologi yang Diperlukan dalam Mengoperasikan Metaverse

Dalam mengoperasikan Metaverse membutuhkan beberapa teknologi yang mendukung kinerjanya. Berikut beberapa teknologi yang diperlukan dalam dunia Metaverse.

1. Virtual Reality

Virtual Reality atau sering dikenal VR merupakan teknologi yang bisa membawa seseorang masuk ke dunia digital. User dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer. Melalui VR, pengguna Metaverse akan dapat menyaksikan aspek visual dari Metaverse yang mendekati kenyataan.

2. Augmented Reality

Pada dasarnya Augmented Reality mensimulasikan objek buatan di lingkungan nyata. Augmented Reality (AR) akan menjadi pelengkap VR yang menghadirkan fitur audio dan sensorik. Hal ini tentu memungkinkan pengguna Metaverse dapat berinteraksi secara langsung. Selain itu, AR membutuhkan kamera, device monitor atau HMD agar benda maya tambahan dapat berjalan secara real-time.

3. Artificial Intelligence

Artificial Intelligence adalah teknologi yang dapat menghubungkan setiap perangkat. Seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi. Hal ini memberikan kemudahan bagi sektor pemerintahan maupun industri. Artificial Intelligence menjadi teknologi komputer yang memiliki kecerdasan seperti manusia. Dunia metaverse memerlukan Artificial Intelligence guna meniru fungsi kognitif manusia.

4. Mata Uang Digital

Diketahui bahwa ke depannya dalam Metaverse akan ada transaksi keuangan yang memerlukan mata uang digital sebagai alat transaksi finansial. Metaverse akan menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran jual beli maupun kendaraan investasi.

5. Koneksi Internet

Seperti yang kita tahu bahwa Metaverse adalah teknologi yang memungkinkan individu untuk berinteraksi dengan individu lain secara virtual. Oleh karena itu, dalam menerapkan Metaverse sangat diperlukan koneksi internet yang cepat. Kini, dunia juga tengah mempersiapkan jaringan 5G guna menunjang Metaverse tersebut.

Peluang Usaha di Dunia Metaverse, Bisa Dicoba!

Istilah dunia virtual, Metaverse semakin booming. Sebab dengan kemajuan teknologi itu kita bisa membuat, membeli dan menjual barang virtual.
Salah satunya yang tengah booming, yakni NFT atau singkatan dari Non-fungible Token. NFT merupakan sertifikat digital yang bisa menjual karya seni virtual.

Melalui dunia metaverse, bukan lagi memasuki era transaksi digital saja, tapi era dimana sebuah karya digital yang dapat ditransaksikan telah dianggap memiliki nilai value yang tinggi.

Berikut ini peluang cuan dari dunia Metaverse:

1. NFT Art

Banyak orang yang memanfaatkan NFT untuk menjual karya seninya. Peluangnya bisa jutaan dolar. Konsep menjual karya seni berbentuk NFT ini seperti membuat galeri virtual di dalam metaverse.

Setelah mungkin didaftarkan dan terhubung dengan dompet digital, tinggal menunggu orang yang mau membeli atau menawarkan karya seni tersebut

Mengutip dari Wallet Squirrel, Jumat (14/1/2022) ada karya seni bernama Bored Ape NFT yang dijual sekitar US$ 50 atau setara Rp 715.000 (kurs Rp 14.300). Dalam setahun bisa menghasilkan US$ 18 juta.

2. Voxel

Voxel ini sebuah karya digital 3 dimensi (3D). Biasanya voxel ini ada di video games, yang bisa dibentuk menjadi bangunan, pakaian, mobil dan item lainnya di mateverse. Nah bentuk-bentuk itu bisa dijual di dunia mateverse, misalnya dalam bentuk NFT.

3. Konstruksi

Konstruksi tidak hanya dalam bentuk fisik saja, tetapi juga ada bentuk digitalnya. Nah bentuk digital ini bisa dijual secara virtual di metaverse.

Salah satu contohnya yakni perusahaan Voxel Architects yang menjual konstruksi virtual. Perusahaan disebut bisa meraup US$ 300.000 setara Rp 4,2 miliar.

4. Real Estate

Di dunia metaverse, kini bermunculan perusahaan real estat virtual. Konsepnya perusahaan membantu masyarakat untuk mendapatkan tanah virtual untuk dibeli. Biasanya dari sanalah perusahaan mendapatkan komisi.

5. Iklan

Seperti di dunia nyata, kita juga bisa membuat platform periklanan di dunia mateverse. Layaknya iklan pada umumnya, iklan di metaverse tetap menawarkan sebuah produk dari perusahaan.

Misal yang sekarang dilakukan oleh brand sepatu ternama Nike. Perusahaan tengah menggenjot periklanan virtual di dunia metaverse.

6. Games

Games juga bisa menjadi gudang uang di dunia metaverse. Salah satu contohnya, dalam sebuah games, Sandbox. Nah Sandbox adalah game online metaverse yang menawarkan token kripto SAND dan NFT.

Jadi, pengguna yang bisa membangun sebuah kota, lingkungan, hingga membuat avatar sendiri. Dengan item-item tersebut, pengguna bisa menjualnya dalam bentuk NFT.

7. Karaoke

Dunia digital makin canggih, karaoke pun bisa dilakukan secara virtual. Kita juga bisa membangun bar karaoke sendiri. Selain itu, dalam dunia metaverse kita juga bisa menjual musik menjadi NFT.

8. Pakaian

Pakaian virtual bisa menjadi peluang usaha di metaverse. Biasanya pakaian digunakan untuk avatar pengguna agar lebih nyaman dan mirip dengan gaya seseorang.

Konsep ini biasanya ada di sebuah games, yang menghadirkan avatar diri sendiri. Nah tentunya avatar itu memerlukan pakaian dan aksesoris lainnya layaknya manusia pada umumnya. Itulah peluang di dunia metaverse.Belanja di Metaverse, Bayarnya Pakai Apa?

Dirangkum dari Fortune, selamat berbelanja pakaian dan juga membangun rumah besarmu sendiri di dunia Metaverse!

1. Pembayaran di Metaverse

Untuk membuka akun di platform metaverse seperti Sandbox atau Decentraland, pertama-tama kamu akan diminta untuk menyiapkan dompet kripto yang akan menampung semua mata uang digital. Dompet populer adalah MetaMask, yang dapat diatur dengan mengunduh aplikasi di ponsel atau ekstensi browser Google Chrome.

Dompet kamu ini akan memungkinkan kamu menukar uang yang kamu miliki ke dalam mata uang kripto menggunakan kartu debit atau kredit.

2. Cara mengubah uang menjadi crypto

Beberapa platform populer untuk membeli cryptocurrency metaverse di antaranya Binance, Gemini dan Coinbase. Pertukaran ini akan membantu kamu mengonversi mata uang fiat menjadi crypto metaverse yang ksmu butuhkan. Jika kamu sudah memiliki cryptocurrency seperti Bitcoin atau Ether, kamu dapat menukarnya langsung dengan token metaverse.

3. Kripto yang dipakai di Metaverse

Yah, itu tergantung pada platform mana yang kamu rencanakan untuk jelajahi. Setiap platform metaverse biasanya memiliki token crypto sendiri yang dapat dibeli dan digunakan pengguna secara online.

Ether (ETH): biasa digunakan untuk membeli tanah digital di metaverse.
MANA: cryptocurrency asli di Decentraland, dunia virtual di mana pengguna dapat memiliki tanah dan berinteraksi dengan pengguna lain. Ini dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah, avatar, dan barang yang dapat dikenakan seperti pakaian juga aksesori. MANA juga memberi kamu kemampuan untuk memilih aspek tertentu dari permainan, seperti pembaruan kebijakan dan lelang NFT.
SAND: Mirip dengan MANA, dapat digunakan untuk membeli tanah, bermain game, atau menjual NFT di marketplace Sandbox.
AXS: AXS adalah cryptocurrency untuk platform game populer Axie Infinity. Pemain dapat membeli cryptocurrency ini di bursa crypto, tetapi mereka juga dapat memperoleh token AXS dengan membiakkan hewan peliharaan digital yang disebut Axies, yang merupakan NFT unik yang juga dapat digunakan untuk bersaing dalam pertandingan dan turnamen

%d blogger menyukai ini: