24 Alasan Orang Keluar dari Pekerjaan dan Langkah Mengajukan Penguduran Diri

JasindoPT.com – Resign adalah tindakan pengunduran diri dari suatu pekerjaan secara sukarela. Apabila perusahaan menyetujui tindakan ini maka hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja pun berakhir.

Berhenti bekerja adalah hal biasa dan sering kita dengar dilingkungan tempat kerja atau kantor, banyak orang berhenti bekerja bukan karena kemauan sendiri tetapi karena terpaksa. Situasi dan kondisi seseorang yang tidak memungkinkan untuk bertahan bisa jadi penyebab seseorang keluar dari pekerjaan.

Ada juga karena kemauan sendiri, keluar karena memang sudah tidak senang bekerja ditempat yang sekarang. Bisa jadi merasa sudah cukup pengalaman saatnya untuk melompat ke yang lebih tinggi seperti mencari pekerjaan baru yang lebih baik, gaji lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, dll.

Nah, untuk itu artikel ini akan membahas penyebab orang keluar dari pekerjaannya yaitu pertama karena terpaksa, kondisi tidak memungkinkan, bisa karena sakit, fokus pada anak & keluarga, pindah kota dan yang kedua atas kemauan sendiri, ingin mendapat yang lebih.

Setelah kami survey, kebanyakan keluar dari pekerjaan karena terpaksa seperti hal-hal berikut:

24 Alasan Orang Keluar dari Pekerjaan dan Langkah Mengajukan Penguduran Diri

1. Demi Keluarga

Kebanyakan wanita keluar dari pekerjaan karena sudah memiliki anak, mereka tidak ingin anak mereka kehilangan kasih sayang Ibu dan akhirnya suami minta berhenti kerja. Pembantu tiba-tiba pulang kampung dengan alasan tidak jelas, karena tidak ada yang mengasuh anaknya akhirnya keluar dari pekerjaanya. Diminta suami mengundurkan diri, fokus ngurus rumah tangga bagi yang baru berkeluarga. Ikut suami, setelah menikah si istri ikut suaminya yang bekerja diluar kota.

2. Penyakitnya Tidak Sembuh-Sembuh

Sakit menahun yang tidak sembuh jadi alasan orang mengundurkan diri dari pekerjaanya. Ingin fokus berobat dan perawatan yang intensif dan kemudian menganggu waktu kerja dengan jadwal perawatan yang sedang dia jalani. Adanya permintaan dari dokter ahli untuk tidak beraktifitas lebih, jika hal sebut tidak di indahkan akan mempengaruhi kesembuhan penyakitnya kedepan.

3. Tidak Berkembang

Alasan ini memang patut dipertimbangkan, bekerja sudah tahunan atau bahkan sudah puluhan tahun gaji tidak kunjung naik. Sementara bagi karyawan yang sudah berkeluarga pengeluaran tidak pernah turun malah cenderung naik tiap tahunya, dan promosi juga tidak kunjung tiba.

4. Bosan dan Jenuh

Dengan kerjaan yang monoton begitu-begitu saja. Hal berikutnya yang dapat menambah karyawan untuk mengundurkan diri adalah saat mereka merasa bosan dengan rutinitas pekerjaan yang mereka lakukan. Mereka merasa tidak ada sesuatu yang baru rasakan di kantor mereka. Pernahkah Anda melakukan aktivitas yang sama setiap hari dan membuat Anda bosan? Sebagai seorang atasan, Anda dapat menambahkan rasa kebosanan dengan membuat rotasi pekerjaan jika mau atau perubahan letak posisi ruang kerja. Adakan juga rekreasi bersama para karyawan atau. Beberapa acara olahraga di luar kantor juga bisa menambah rasa solidaritas dan kerja sama antar karyawan.

5. Prospek Perusahaan Sudah Tidak Baik

Perusahaan tempat kita bekerja tidak mempunya prospek yang baik untuk hidup yang lebih layak dimasa yang akan datang. Dunia bisnis layaknya kehidupan yang suka seperti itu, ada di atas dan bawah terpuruk di bawah. Demikian juga sebuah perusahaan, pasti ada satu titik dimana perusahaan sedang berada dalam masalah. Karyawan yang melihat fenomena ini akan segera mengundurkan diri dari kemungkinan kemungkinan dari perusahaan yang akan bangkrut.

6. Jenjang Karir Tidak Jelas

Sebelum seseorang diterima dalam sebuah perusahaan, tentu saja akan ada jenjang karir dalam perusahaan tersebut. Namun, saat janji diawal tidak mereka temukan saat berjalannya waktunya, para karyawan pasti akan kecewa. Mereka yang sudah bekerja lama dan menorehkan berbagai prestasi untuk mengembangkan perusahaan akan segera mengundurkan diri saat sedang untuk promosi yang naik jabatan malahan tidak didapatinya.

7. Ingin Mencoba Tantangan Baru

Ada kalanya beberapa karyawan yang memiliki tipe seorang petualang yang senang dengan tantangan di tempat kerja. Mereka yang merasa di tempat kerja sudah tidak ada tantangan, sudah dipastikan mereka akan segera mengundurkan diri dari tempat kerja dan berusaha mencari pekerjaan yang lebih menantang.

8. Adanya Konflik dengan Rekan Kerja

Gesekan dalam sebuah hubungan memang tidak bisa dihindarkan apalagi jika perbedaan pendapat yang tidak ada satu kubu pun yang mau mengalah. Ditambah lagi jika tidak ada atasan yang menjadi mediator yang baik dalam penyelesaian masalah. Tentu hal ini sudah susah buat kerja sama tim akan berantakan. Alhasil, berimbas pada kemunduran produktivitas karyawan dan kelesuan.

9. Tidak Mendapat Apresiasi

Setiap manusia memiliki kebutuhan untuk merasa diperhatikan dan dipuji. Hal ini juga penting bagi para karyawan, dimana setiap prestasi sekecil apapun dari karyawan membutuhkan mendapat perhatian dan pujian. Melalui pujian ini, secara tidak langsung akan meningkatkan rasa tumbuhnya diri dan semangat diri menjadi semakin bersemangat untuk terus berprestasi. Jika Anda seorang atasan, janganlah pelit untuk memberikan pujian dan juga kritik yang membangun bagi para karyawan Anda. Jika Anda ingin para karyawan tetap betah bekerja dan semakin bersemangat untuk bekerja serta menguntungkan perusahaan, pujilah setiap prestasi mereka sekecil apapun.

10. Adanya Perubahan Kebijakan

Perubahan kebijakan yang tiba-tiba dan berimbas negatif bagi para karyawan tentu saja akan membuat ketidaknyamanan dan merasa dirugikan. Inilah salah satu alasan mengapa karyawan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Bagi anda para pebisnis, sebelum mengeluarkan kebijakan baru, ada baiknya jika sudah pasti apakah keputusan itu menguntungkan bagi karyawan dan perusahaan atau tidak.

11. Ingin Mandiri dengan Usaha Sendiri

Banyak karyawan yang sudah bekerja susah-tahun dengan tujuan untuk mengumpulkan modal untuk usaha yang ingin ia rintis. Menjadi pengusaha atau pengusaha memang sangat menjanjikan dan sedang populer. Mereka mengundurkan diri dari pekerjaan untuk mencoba peruntungan di dunia bisnis.

12. Korupsi ditempat Kerja

Korupsi adalah salah satu tindak pidana yang dapat merugikan banyak pihak, korupsi tidak hanya berkaitan tentang penggelapan dana. Salah satu sifat yang memaksamu korupsi dana di kantor adalah Gaya hidup boros, sifat ini akan memaksamu untuk menghalalkan segala cara untuk memenuhi gaya hidupmu.

Selain sifat boros ada banyak sifat buruk yang dapat memicu perilaku korupsi seperti korupsi waktu, menunda pekerjaan, datang terlambat, main game waktu jam kerja, memanfaatkan waktu kerja untuk urusan pribadi, dll.

13. Terlibat Kasus Hukum

Punya masalah hukum bisa jadi penyebab seseorang terpaksa keluar dari pekerjaan. Harus bertanggung jawab secara hukum akibat dari tindak pidana yang dilakukan seperti: kasus penggunaan obat terlarang berujung di penjara, penipuan, terlibat pencurian, dll.

14. Sudah Tidak Produktif

Tidak produktif alasan ini sering dikenakan kepada karyawan yang sudah tua, karena sudah mau pensiun biasanya mereka sudah malas, dan sudah tidak bisa di genjot untuk mencapai target sehingga atasan yang lebih muda dan fresh enggan menegornya. Entah itu karena sudah tua atau karena merasa lebih senior. Jadi berbagai alasan biasanya dilakukan untuk dipecat karena tidak produktif, tidak displin waktu, tidak bisa bekerjasama dengan team, tidak berguna.

15. Ingin Melanjutkan Pendidikan



Melanjutkan pendidikan bisa menjadi alasan terbaik jika Anda ingin mengajukan resign. Dengan alasan melanjutkan studi, reputasi Anda di kantor tidak akan rusak, sehingga akan tetap baik di mata perusahaan.

16. Ingin Ganti Jalur Karier


Anda bisa menggunakan alasan ingin mencoba karier yang baru sebagai alasan resign. Contohnya, sekarang Anda bekerja sebagai video editor dan ingin mengubah jalur karier sebagai fotografer.

Tidak sedikit pula karyawan kantoran memilih untuk beralih membangun usaha atau bisnis sendiri. Dengan begitu, Anda bisa memberikan alasan logis ke HR dan reputasi akan tetap aman.

17. Mencari Pengalaman dan Tantangan Baru


Jika Anda merasa jenuh dengan pekerjaan Ada yang begitu-begitu saja, Anda bisa mengajukan resign dengan alasan ingin mencari tantangan baru untuk meningkatkan keahlian yang Anda miliki. Dengan begitu, HR tidak akan memandang Anda dengan reputasi yang buruk.

18. Karier Sulit Berkembang


Apabila Anda merasa bahwa tidak bisa berkembang dan tidak ada prospek kerja yang baik, silahkan ajukan resign dengan alasan karier yang sulit berkembang. Alasan ini merupakan alasan yang cukup masuk akal untuk diajukan ke atasan atau HR.
Cari perusahaan atau pekerjaan yang memang bisa membantu mengembangkan kemampuan, serta memiliki jenjang karier yang jelas.

19. Gaji Tidak Sesuai

Gaji menjadi instrumen penting yang sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Jika Anda merasa gaji tidak sesuai dengan pekerjaan Anda, akan sangat masuk akal jika Anda menggunakan alasan tersebut di surat pengunduran diri.

Namun disarankan jika alasan utama adalah gaji, Anda bisa mendiskusikan terlebih dahulu ke atasan terkait kenaikan gaji. Jika tidak diberikan kepastian, maka Anda bisa melanjutkan resign.

20. Mendapatkan Perlakuan Buruk Saat Bekerja

Kenyamanan dan lingkungan yang kondusif menjadi pendukung saat menjalankan tugas di tempat kerja. Jika Anda mendapatkan perlakuan buruk dari rekan kerja atau bahkan dari atasan seperti intimidasi (bullying), Anda bisa menjadikan hal tersebut sebagai alasan terbaik mengajukan resign.

Bahkan, Anda bisa menindaklanjutinya ke jalur hukum. Walaupun memiliki pekerjaan yang mudah, jika tidak mendapatkan lingkungan yang baik, tentunya justru akan membuat Anda merasa tertekan selama bekerja.

21. Stres Karena Tekanan Kerja

Segila apapun Anda bekerja, Anda harus tetap memerhatikan kesehatan fisik dan mental diri sendiri. Jika tekanan kerja sudah tidak wajar dan tidak bisa diterima lagi, Anda bisa mengajukan alasan ini untuk mengundurkan diri.

Karena pada dasarnya, mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup tetap harus pada keadaan sehat secara mental maupun fisik.

22. Pindah Rumah


Selanjutnya, Anda bisa menggunakan alasan pindah rumah untuk mengajukan pengunduran diri di kantor. Jarak tempat tinggal dan kantor juga menjadi hal penting untuk menunjang produktivitas kerja. Dengan begini, HR pun tidak akan memandang Anda dengan buruk.

23. Mendapatkan Tawaran Pekerjaan lain

Meninggalkan kantor lama untuk berpindah ke tempat baru tidak akan memengaruhi status lamaranmu. Jika kamu memutuskan resign untuk mengambil posisi di perusahaan lain karena kenaikan gaji, promosi, atau hanya karena kamu ingin bekerja di perusahaan tersebut, semua itu adalah alasan resign yang valid. Kamu hanya perlu menyampaikan kepada atasan secara singkat, seperti, “Saya mendapat tawaran untuk mengisi posisi yang kosong di perusahaan lain dan diterima”.

24. Pekerjaan Tidak Sesuai Dengan Kontrak Kerja Awal

Keterampilan yang maksimal dan mudah beradaptasi sering dimanfaatkan perusahaan. Terkadang banyak perusahaan yang memanfaatkan kemampuan pekerjanya secara berlebihan. Jika merasa beban kerjamu sudah melenceng jauh dari kontrak serta tidak ada kompensasi yang didapat, kemukakan alasan resign tersebut. Sebelumnya harus pastikan terlebih dahulu pada kontrak kerja.

Langkah Mengajukan Pengunduran Diri

1. Bicarakan Langsung Dengan Atasan Anda

Pastikan dulu kalau atasan Anda yaitu orang pertama yang tahu tentang gagasan pengunduran diri Anda. Jangan pernah beredar gosip kantor mengenai pengunduran diri Anda, walau sebenarnya Anda belum bicara langsung dengan atasan Anda.

2. Informasikan Pengunduran Diri Anda Dari Jauh Hari

Selanjutnya, jangan pernah berikan alasan resign mendadak pada atasanmu. Sebab, pengunduran diri mendadak bakal merepotkan beberapa orang. Jadi, berikan saat sekurang-kurangnya 1 bulan pada ketika Anda ajukan surat pengunduran diri sampai hari paling akhir Anda bekerja. Saat itu dibutuhkan untuk transisi pekerjaan pada Anda dengan orang yang bakal menukar Anda.

3. Tetap Bekerja Sebagus Mungkin

Meskipun sudah mengundurkan diri, bukanlah memiliki arti Anda jadi bekerja sembarangan. Tetaplah bekerja sebaik-baiknya. Bila butuh, kerjakan seluruh pekerjaan Anda saat sebelum hari paling akhir Anda, hingga Anda meninggalkan kantor lama Anda dengan kesan positif.

4. Jaga Ucapan

Mungkin saja Anda mengundurkan diri lantaran ketidakcocokan dengan atasan atau rekan kerja Anda. Namun, tetap jagalah bicara Anda sampai ketika Anda mengundurkan diri, baik secara langsung ataupun di sosial media. Menjelek-jelekkan atasan atau rekanan kerja Anda sebagai argumen Anda mengundurkan diri bakal meninggalkan kesan negatif pada diri Anda. Lagi juga, siapa tahu sebuah ketika kelak Anda mesti bekerja bersama lagi dengan atasan atau rekan kerja Anda itu?

5. Kembalikan Seluruh Properti Kantor

Sepanjang bekerja, mungkin saja Anda mendapat utang seperti laptop kantor atau properti yang lain. Janganlah lupa untuk kembalikan beberapa barang ini saat sebelum Anda geser ke kantor baru. Dari mulai kartu asuransi, ID card, laptop, handphone, kendaraan, serta barang lain yang harus Anda dikembalikan. Umumnya kantor miliki form serah terima untuk hal sejenis ini. Pastikan dulu semua beres di hari terakhir kita bekerja. Mengundurkan diri dari pekerjaan dengan memberi alasan resign memang hak setiap karyawan.

%d blogger menyukai ini: