Pengertian Perusahaan IPO (Initial Public Offering) atau Go Public Sering Juga disebut Tbk dan Syarat Menjadi Perusahaan IPO Go Public

Perusahaan Go Public atau Initial Public Offering (IPO) atau lebih dikenal dengan sebutan Tbk adalah kondisi ketika perusahaan menjual sahamnya kepada masyarakat untuk pertama kali. 

Cara mengenali perusahaan yang sudah menjadi perusahaan go public sangat mudah, biasanya diakhir nama perusahaan ada tambahan kata “Tbk”. Pengertian Tbk adalah terbuka.

Contoh perusahaan yang sudah IPO di Indonesia seperti :

  • PT. Adhi Karya Tbk
  • PT. Adaro Energy Tbk
  • PT. Astra International Tbk
  • PT. Aneka Tambang Tbk
  • PT. Bank Central Asia Tbk
  • Dan lainnya

Melalui IPO, masyarakat umum bisa membeli saham dan perusahaan dapat memperoleh dana tambahan.

Berinvestasi dalam saham akan meningkatkan peluang keuntungan, namun jangan luput juga dengan adanya risiko.

Maka dari itu, ada baiknya kamu memahami terlebih dulu mekanisme IPO sebelum membeli saham.

Mengenal IPO Dalam Jual-Beli Saham

ipo-adalah-EKRUT.jpg
Perusahaan yang melakukan IPO disebut telah go public

Sebelum adanya IPO, suatu perusahaan bersifat pribadi dan hanya memiliki beberapa pemegang saham.

Para pemegang saham biasanya merupakan pendiri perusahaan, keluarga atau teman-teman mereka, serta investor profesional.

Masyarakat umum tidak memiliki akses untuk membeli saham kecuali memintanya langsung kepada pemilik perusahaan.

Namun, para pemilik perusahaan belum tentu berniat menjual sahamnya kepada pihak luar mana pun.

Begitu suatu perusahaan melakukan IPO, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan telah go public atau Tbk.

Tujuannya tidak lain untuk mengumpulkan modal dan membuat saham tersedia bagi masyarakat untuk dibeli.

Proses pembelian saham dalam IPO dijamin oleh bank investasi, pialang (perantara), atau sekelompok pialang.

Mereka membeli saham dari perusahaan, lalu menjual dan mendistribusikannya kepada investor melalui IPO.

IPO biasanya menarik banyak investor, tapi tidak semua investor akan memperoleh saham yang mereka inginkan.

Investor besar sekalipun belum tentu berhasil membeli saham karena penjualan saham dalam IPO umumnya terbatas.

Pertanyaan umum seputar IPO

Pertanyaan umum seputar IPO
IPO adalah penawaran saham kepada masyarakat umum

Bagi Anda yang cukup awam dengan investasi saham, istilah IPO mungkin terdengar asing sehingga memunculkan beragam pertanyaan.

Pertanyaan tersebut biasanya seputar alasan perusahaan melakukan IPO, kesempatan untuk membeli IPO, hingga seberapa menguntungkannya IPO.

Nah, di bawah ini akan dijelaskan beberapa pertanyaan yang cukup sering ditanyakan berkaitan dengan IPO.

Melalui pembahasan di bawah, kamu bisa lebih mengenal IPO sehingga bisa menjadi landasan dalam memulai investasi saham.

1. Apa tujuan perusahaan melakukan IPO?

IPO adalah salah satu opsi di antara beragam cara yang dapat ditempuh perusahaan guna mendapatkan modal.

Dengan go public, suatu perusahaan bisa meningkatkan pemasukan untuk memenuhi biaya operasional ataupun membuka peluang bisnis baru.

Perusahaan sebenarnya bisa memperoleh modal tambahan dari meminjam, mencari investor tambahan, atau melalui akuisisi. Meski demikian, IPO masih menjadi cara paling efektif untuk mendapatkan pemasukan tambahan.

2. Apakah semua orang dapat berinvestasi di IPO?

Pada dasarnya IPO terbuka untuk semua investor yang berminat menginvestasikan modalnya kepada suatu perusahaan.

Namun, terkadang jumlah IPO yang ditawarkan atau diperdagangkan kepada publik jumlahnya terbatas, sehingga ada kemungkinan ketersediaannya tidak mencukupi permintaan.

Namun, jika kamu tetap tertarik berinvestasi, bisa melalui pembelian reksadana maupun instrumen lain yang memiliki fokus pada IPO.

3. Apakah saham perusahaan IPO sudah pasti menjanjikan?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa IPO bertujuan untuk menggalang dana dalam rangka pengembangan bisnis.

Sehingga ada potensi IPO bisa saja menjanjikan ataupun sebaliknya.

Contohnya seperti perusahaan yang IPO untuk menambah dana segar agar perusahaan tersebut tetap berjalan dikarenakan adanya krisis keuangan secara internal.

Contoh tersebut memperlihatkan masalah internal perusahaan yang bisa saja nantinya berdampak pada harga saham yang diperjual belikan.

Namun, dengan adanya IPO, biasanya sebuah perusahaan juga akan mendapatkan sorotan dimana akan berpengaruh terhadap harga IPO yang fluktuatif di hari peluncuran IPO.

Hal ini seringkali memberikan keuntungan karena kenaikan harga yang signifikan.

Namun, seringkali di hari-hari setelah IPO harga akan mengalami koreksi yang bisa saja berakibat kerugian apabila harga terus menurun.

Sehingga perlu diperhatikan sedari awal prospek bisnis dan kondisi perusahaan sebelum kamu membeli IPO.

Bagaimana cara kerja IPO?

Bagaimana cara kerja IPO?
IPO adalah kesempatan perusahaan menambah modal usaha.

Ada beragam langkah dan persyaratan yang diperlukan sebuah perusahaan untuk go publik.

Perusahaan yang berencana untuk go public biasanya bekerjasama dengan perusahaan penjamin emisi (underwriter), untuk membantu proses IPO.

Hal ini dikarenakan dibutuhkan banyak persyaratan dokumen serta persiapan yang matang sebelum perusahaan tersebut dimiliki dan diawasi publik secara langsung.

Selain mempersiapkan persyaratan, perusahaan penjamin emisi juga nantinya akan mengevaluasi nilai perusahaan yang akan menentukan nilai saham yang akan dijual kepada publik.

Secara umum proses IPO dimulai dengan persiapan awal dan persiapan dokumen.

Dilanjutkan dengan penyampaian permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan saham ke Bursa Efek Indonesia.

Setelah itu, proses yang perlu dilakukan adalah penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK.

Proses terakhir adalah penawaran umum, atau pencatatan dan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Kelebihan dan kekurangan perusahaan melakukan IPO

Kelebihan dan kekurangan perusahaan melakukan IPO
IPO adalah kesempatan perusahaan meningkatkan citra perusahaan.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang didapatkan perusahaan dalam melakukan IPO.

Walaupun sebagian besar memiliki tujuan positif, dalam prosesnya perusahaan biasanya menghadapi hambatan dalam proses pencatatan IPO.

Hambatan-hambatan tersebut biasanya berkaitan dengan kelengkapan dokumen dan persetujuan pemimpin internal perusahaan.

Berikut ini perbandingan kelebihan dan kekurangan yang didapatkan oleh perusahaan dalam melakukan IPO.

Kelebihan IPO Kekurangan IPO

Perusahaan mendapatkan modal tambahan. Melakukan IPO membutuhkan biaya yang besar dan mahal.

Membuka peluang keuntungan besar bagi perusahaan. Perusahaan diwajibkan mempublikasi laporan keuangan, pajak, akuntansi, dan bisnis terkait kepada masyarakat.

Investor mendapatkan likuiditas. Meningkatnya resiko yang berkaitan dengan tuntutan hukum.

Saham IPO dapat dijual dengan cepat. Fluktuasi harga saham dapat mengganggu fokus dan strategi manajemen dalam menjalankan bisnis.

Meningkatkan citra perusahaan. Struktur organisasi dan kepemimpinan melibatkan dewan direksi dalam pengambilan keputusan besar sehingga birokrasi akan lebih panjang. Mendapat insentif pajak.

Pelaporan membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih banyak.

Secara lebih lengkap, kelebihan dari perusahaan melakukan IPO akan dijelaskan dalam penjelasan berikut ini.

1. Membuka peluang keuntungan besar bagi perusahaan

IPO juga memiliki manfaat lain untuk perusahaan. Di antaranya, perusahaan akan memiliki suku bunga yang lebih tinggi ketika memberikan pinjaman karena peningkatan pengawasan dari analis dan investor.

Perusahaan pun dapat menerbitkan lebih banyak saham untuk dijual selama terdapat permintaan pasar. Dengan kedua keunggulan tersebut, lebih mudah bagi perusahaan untuk mengatur merger dan akuisisi.

2. Investor mendapatkan likuiditas

Jika kamu adalah pemegang saham perusahaan swasta, akan sulit untuk menjual saham yang kamu miliki.

Bahkan lebih sulit lagi untuk menilainya. Inilah sebabnya investasi saham digadang-gadang sebagai salah satu bentuk investasi paling menguntungkan.

Investor juga memiliki andil besar dalam kenaikan harga saham. Hal ini diperoleh jika kinerja perusahaan dinilai baik oleh investor. Penilaian yang baik berpeluang meningkatkan nilai saham di masa depan.

3. Saham IPO dapat dijual dengan cepat

Ketika saham LinkedIn dipublikasi untuk pertama kali, nilainya melejit dari 45 dolar menjadi 94,25 dolar pada hari yang sama. Peningkatan inilah yang menjadi daya tarik utama IPO di mata investor.

Saham yang dibeli dapat dijual kapan saja, baik secara online maupun melalui panggilan telepon. Investor juga dapat membuka pemesanan terbatas dengan harga dan jumlah saham yang telah ditetapkan.

4. Meningkatkan citra perusahaan 

Ketika perusahaan melakukan IPO maka secara tidak langsung media dan penyedia data dan analis di perusahaan sekuritas akan sering meliput perusahaan untuk mengetahui informasi maupun berita tentang perusahaan secara cuma-cuma. 

Biasanya ini dilakukan agar publik atau calon investor dapat memantau perusahaan yang akan ia beli sahamnya. 

Di sisi lain publikasi ini akan meningkatkan citra dan eksposure terhadap produk ataupun perusahaan itu sendiri. Sehingga ini akan membuka peluang pada munculnya calon-calon pelanggan produk atau perusahaan pula. 

5. Mendapat insentif pajak 

Pemerintah memberikan insentif pajak melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2013 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbuka. 

Dengan aturan ini perusahaan yang melakukan go public dapat memperoleh penurunan tarif PPh sebesar 5% lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak badan dalam negeri, dengan catatan sepanjang 40% sahamnya tercatat dan diperdagangkan di Bursa, serta memiliki minimal 300 pemegang saham. 

IPO adalah momen yang menguntungkan bagi perusahaan maupun investor. Tidak hanya meningkatkan modal, perusahaan juga bisa mendapatkan eksposur, prestise, dan citra yang baik di mata masyarakat.

Faktor yang menjadi rintangan bagi IPO biasanya berasal dari masalah hukum, manajemen, atau harga IPO yang tidak disetujui dalam pasar saham.

Meski begitu, hal ini sebenarnya dapat diantisipasi oleh perusahaan dari jauh hari sebelum IPO dilakukan.

Apa Syarat dan Proses Untuk Menjadi Perusahaan Go Public?

Salah satu sumber penghasil dana usaha terbesar berasal dari investasi saham. Melalui saham, perusahaan bisa mendapatkan suntikan dana dari para investor untuk keperluan operasional.

Semakin besar jumlah dana yang diperoleh maka pertumbuhan serta pengembangan usaha, semakin cepat bisa terjadi, sehingga tidak heran jika banyak perusahaan yang akhirnya melantai dalam bursa efek dan sahamnya dijual bebas di pasar modal.

Agar saham perusahaan bisa diperdagangkan secara bebas di pasar modal, perusahaan tersebut harus merubah statusnya terlebih dahulu dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka.

Singkatnya, hanya perusahaan terbuka saja yang bisa diperdagangkan sahamnya secara bebas, sedangkan perusahaan tertutup memperoleh dana secara terbatas dari pihak-pihak internal.

Nah, penawaran perdana saham perusahaan disebut dengan IPO atau Initial Public Offering.

Untuk bisa mencapai IPO, terdapat 3 persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

Persaingan untuk bisa melantai dalam bursa dan menjadi perusahaan go public memang sulit karena saham–saham perusahaan yang diperdagangkan akan memperoleh sejumlah keuntungan besar, diantaranya produk bisnis menjadi lebih mudah dikenal dan terdapat pemotongan pajak penghasilan sebesar 5% dari pemerintah.

Sangat menarik bukan? Untuk lebih memahami syarat dan proses perusahaan go public, simak pembahasannya di bawah ini!

Memenuhi Persyaratan IPO

Terdapat 3 persyaratan untuk perusahaan agar bisa IPO, yaitu struktur kepemimpinan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), permodalan, serta akuntansi dan keuangan.

Ketiga syarat tersebut harus bisa dipenuhi terlebih dahulu oleh perusahaan agar bisa IPO dan mengubah status perusahaan menjadi go public.

Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham

Perusahaan harus menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham sebelum benar-benar bisa memperdagangkan sahamnya pada bursa untuk bisa dibeli oleh masyarakat.

Tujuan dilaksanakannya RUPS adalah agar perusahaan secara resmi mendapatkan pengakuan berupa izin untuk bisa go public.

Pemilihan Penjamin Emisi

Selanjutnya, perusahaan wajib menunjuk dan memilih penjamin emisi karena memiliki peran strategis dalam membantu perusahaan untuk memperdagangkan sahamnya kepada masyarakat serta mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan IPO serta transaksi perdana saham perusahaan.

Menyiapkan Laporan Keuangan

Dalam menyiapkan laporan keuangan, perusahaan setidaknya dibantu oleh 4 pihak, yaitu auditor laporan keuangan, konsultan hukum, penilai, dan lembaga kenotariatan.

Keempat pihak mempunyai tanggung jawab besar untuk melakukan audit laporan keuangan untuk memperoleh gambaran dari aktiva perusahaan serta legal opinion, hingga prosesi pengesahan berupa surat serta dokumen resmi yang saham dihadapan hukum.

Mendaftarkan Perusahaan

Singkatnya, pendaftaran perusahaan dilalui oleh sejumlah tahapan yang dimulai dari pendaftaran pada pihak OJK serta pengajuan pencatatan saham pada bursa efek kepada BEI.

Setelah kedua hal tersebut dilakukan, OJK dan BEI pun melaksanakan diskusi terkait kelayakan dan pemenuhan segala pengajuan persyaratan.

Apabila hasil menunjukkan penerimaan pengajuan maka perusahaan bisa mempersiapkan diri untuk bisa IPO dan beralih menjadi perusahaan go public.

Penawaran dan Pencatatan Saham

Setelah melewati rangkaian untuk bisa IPO, perusahaan pun memiliki agenda untuk melakukan penawaran perdana pada pasar primer terlebih dahulu.

Jumlah lembar saham yang diperdagangkan pertama kali adalah minimal 150 juta lembar saham bagi perusahaan papan pengembangan serta sebanyak 300 juta lembar saham bagi perusahaan papan utama.

Saham-saham yang telah selesai ditawarkan, selanjutnya akan dicatatkan pada bursa efek. Setelah penawaran dana selesai dilakukan, perusahaan pun resmi bergabung sebagai perusahaan go public (terbuka).

Itulah tadi penjelasan mengenai syarat serta proses perusahaan agar bisa melantai pada bursa dan menjadi perusahaan go public.

Persyaratan yang mesti dipenuhi memang sulit dengan jumlah persaingan amat ketat, tetapi hal itu sebanding dengan berbagai keuntungan yang akan diterima oleh perusahaan.

%d blogger menyukai ini: