12% Dari Total Penduduk Adalah Jumlah Ideal Pengusaha Di Suatu Negara Supaya Dapat Menjadi Negara Maju

Jasindopt.com – Indonesia membutuhkan pengusaha-pengusaha baru jika ingin perekonomian terus tumbuh secara berkelanjutan. Kita diperintahkan oleh bapak presiden untuk melahirkan wirausaha muda mapan, supaya kita bisa menambah rasio kewirausahan kita yang baru 3,74% menjadi 3,95% di 2024.

Ini penting sebagai bagian dari menyiapkan Indonesia masuk menjadi negara maju. Jadi bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harus menambah jumlah wirausaha baru.

Selain menyiapkan wirausaha baru, fokus pemerintah lainnya adalah mendorong UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Melalui program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang diluncurkan pada Mei 2020 lalu, per April 2022 sudah ada 19 juta UMKM yang onboarding ke dalam platform digital. Sebelum ada gerakan ini, UMKM yang sudah terhubung platform digital baru sebanyak 8 juta unit UMKM.

Jadi ini menambah 11 juta UMKM yang onboarding hanya dalam waktu dua tahun. Targetnya 30 juta UMKM terhubung ke ekosistem digital pada 2024.

Melalui kolaborasi dan sinergi antar kementerian/lembaga dan juga pihak-pihak terkait lainnya, Indonesia optimistis target 30 juta unit UMKM onboarding pada 2024 bisa terwujud.

Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 4.531 triliun di 2030. Ini potensi yang sangat besar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Sehingga kita perlu menyiapkan strategi pendampingan UMKM melalui teknologi digital.

UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi. Namun, tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada.

Pengusaha RI Baru 3,74 Persen, Butuh 12 Persen untuk Jadi Negara Maju

Rata-Rata Rasio Wirausaha di Negara Maju 12 Persen, Indonesia Baru 3,74 Persen. Jumlah wirausaha atau entrepreneur di Indonesia masih sangat kalah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Padahal jika dilihat, jumlah penduduk dan potensi pengembangan usaha di Indonesia sangat besar.

Saat ini, sebagian negara maju memiliki rasio kewirausahaan di angka 12 persen. Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan tersebut Indonesia menargetkan peningkatan secara bertahap.

Rata-rata negara maju jumlah wirausahanya sudah 12 persen. Untuk menjadi negara maju minimum 4 persen. Makanya kita terus mengejar. Penguatan kewirausahaan masuk RPJMN untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Untuk mendorong peningkatan rasio kewirausahaan butuh landasan hukum yang kuat. Oleh sebab itu telah disiapkan sebuah Peraturan Presiden atau Perpres. Aturan ini sudah masuk tahapan final dan akan segera diundangkan.

Ditargetkan pada 2024 Indonesia sudah memiliki rasio kewirausahaan di atas 3,9 persen. “Ini angka yang cukup besar. Kemenkop dan UKM Menaruh perhatian terhadap peningkatan UMKM. Saat ini pemerintah telah merancang perpres, tengah menunggu proses pengundangan. Sehingga lebih jelas target melahirkan wirausaha baru di tanah air.

Apa Saja Alasan Seseorang Menjadi Pengusaha?

Ada banyak hal yang dapat menjadi alasan kenapa seseorang ingin berwirausaha. Di bawah ini kami rangkum beberapa yang mungkin memotivasi kamu untuk memiliki minat membangun usaha sendiri.

1. Kebebasan dalam Mengatur Waktu

Alasan menjadi pengusaha pertama adalah karena kamu akan memiliki kebebasan waktu. Kamu tidak perlu selalu bangun pagi untuk berangkat bekerja dan pulang sore atau malam hari, karena ada lembur setiap harinya. Sedangkan jika kamu menjadi pengusaha dan bekerja untuk dirimu sendiri, tidak akan ada kekangan soal waktu.

Semuanya ada di bawah kendalimu. Kamu bisa datang atau mulai bekerja kapan saja. Tidak lagi sulit untuk membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan. Bahkan, kamu juga bisa mengontrol pekerjaan dari mana saja jika bisnis sudah berjalan dengan sistem yang baik.

2. Penghasilan Jauh Lebih Besar

Tidak ada jaminan usaha yang kamu jalankan akan langsung sukses. Namun, bukan berarti kamu tidak memiliki peluang untuk meraih kesuksesan tersebut. Ketika usaha yang kamu bangun berhasil, maka penghasilan yang kamu dapatkan juga akan menjadi lebih besar dan tidak terbatas.

Berbeda dengan penghasilan seorang karyawan yang umumnya sudah ditetapkan setiap bulan. Meskipun mereka akan mendapatkan kepastian bahwa setiap bulan mereka akan mendapatkan penghasilan, peluang mereka mendapatkan peningkatan gaji lebih besar juga tidak semudah itu.

3. Tidak Ingin Khawatir Tentang Atasan

Alasan menjadi pengusaha selanjutnya adalah tidak ingin khawatir soal atasan. Menjadi seorang pekerja, terkadang akan menempatkanmu pada situasi yang sulit. Terutama jika kamu berhadapan dengan atasan. Kamu mungkin sudah merasa melakukan pekerjaan dengan sebaik dan semaksimal mungkin. 

Namun, atasanmu seperti seakan selalu bisa menemukan kekurangan dari pekerjaan tersebut. Ketika kamu membuka usaha, berarti kamu adalah pemilik dan bosnya. Sehingga, tidak ada lagi atasan yang dapat memarahimu atau melakukan komplain atas pekerjaanmu. 

4. Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Menjadi pengusaha juga akan membuat kamu bisa menolong kondisi ekonomi orang-orang di lingkungan sekitar. Kamu akan membutuhkan bantuan orang lain agar bisnis bisa semakin maju dan berkembang. Karena itu, kamu akan menciptakan lapangan kerja yang baru.

Artinya, kamu akan memberikan kesempatan orang lain di sekitarmu mendapatkan pekerjaan. Menjadi pengusaha tidak hanya membantu dirimu sendiri agar memiliki pekerjaan. Namun, juga akan membantu orang lain meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kesejahteraan untuk mereka yang menjadi karyawanmu.

5. Melakukan Apa yang Hal yang Disukai

Alasan menjadi pengusaha lainnya adalah karena kamu bisa menentukan bidang bisnis apa yang sesuai dengan passion atau hobi. Ketika kamu bekerja pada sebuah perusahaan tertentu, sebagian besar mungkin menerima pekerjaan tersebut bukan karena passion, tapi untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Karena itu, jika kamu membuka usaha sendiri, kamu tidak hanya akan memenuhi kebutuhan hidup. Namun, juga dapat memilih jenis pekerjaan seperti apa yang memang benar-benar ingin kamu lakukan. Akibatnya kesejahteraan hidup juga akan lebih meningkat, kamu juga akan mendapatkan pengalaman yang tidak terbatas. 

6. Membangun Relasi yang Lebih Luas

Biasanya, alasan seseorang memulai wirausaha adalah keinginan membangun relasi yang lebih luas. Tentunya, keinginan ini harus diimbangi dengan social skills yang baik. Kamu harus pintar-pintar menjalin hubungan dengan banyak orang untuk menawarkan produk atau jasa, supaya mereka tertarik. 

Sehingga, agar kamu bisa mencapainya, kamu akan pandai bergaul dan dapat memperluas relasi serta membangun jaringan relasi dengan banyak orang dari berbagai kalangan.

Selain memiliki relasi baru, hal ini juga akan membantu kesuksesan bisnis. Semakin luas dan kuat jaringan yang kamu miliki, semakin besar kesempatan kamu untuk mengembangkan usaha.

Sangat berbeda jika kamu bekerja dalam perusahaan. Ruang lingkup sosialmu mungkin hanya terbatas pada rekan-rekan kerja sekantor. Apalagi tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa melakukan interaksi secara langsung dengan partner bisnis lain.

7. Menjadi Pilihan Lain

Terkadang rasa putus asa karena menyadari ketatnya persaingan dunia kerja juga bisa menjadi alasan kuat kenapa kamu ingin berwirausaha sendiri. Mencari pekerjaan sama sekali tidak mudah, banyak orang menganggur bertahun-tahun tanpa pemasukan. Jika sudah seperti ini, satu-satunya jalan keluar adalah dengan membangun usaha sendiri.

Jika kamu salah satunya, maka jangan khawatir karena kamu tidak sendirian. Asalkan kamu tidak menyerah dengan keadaan dan tidak berpangku tangan. Justru mungkin ini memang jalan untuk kamu bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik. 

8. Tantangan yang Lebih Dinamis

Alasan menjadi pengusaha berikutnya adalah karena kamu adalah tipe orang yang menyukai tantangan. Jika ingin membangun usaha yang sukses, kamu tidak akan terlepas dari berbagai risiko dan tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi. 

Contohnya adalah tantangan pemasaran, persaingan dengan kompetitor, hingga tantangan untuk menghadapi risiko kerugian. Jadi, bersyukurlah kamu jika kamu justru senang menghadapi hal-hal yang tidak terduga. Karena berarti dunia wirausaha memang tercipta untukmu.

9. Tempat untuk Mengembangkan Ide 

Jika bekerja dengan orang lain, ada waktu di mana kamu mungkin merasa ide yang kamu miliki menjadi lebih terbatas, sehingga kamu tidak bebas mengekspresikan diri. Karena mungkin kamu mendapatkan tuntutan keinginan dari bos dan lain sebagainya. 

Berbeda lagi jika kamu berwirausaha. Tentu kamu tetap membutuhkan bantuan dan saran orang lain. Tapi kamu adalah bosnya, sehingga kamu akan mendapatkan kebebasan yang lebih. Kamu bisa berpikir lebih kreatif untuk menciptakan ide-ide yang out of the box, tanpa batasan dan peraturan orang lain.

10. Membantu Perekonomian Keluarga

Alasan menjadi pengusaha selanjutnya adalah karena ingin membantu perekonomian keluarga. Semakin hari, kebutuhan semakin banyak dan mahal. Selain itu, tidak semua orang memiliki kebebasan untuk menghidupi dirinya sendiri. Ada banyak orang juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupi keluarga.

Sehingga, bekerja dengan orang lain terkadang tidak mampu mencukupi kebutuhan tersebut. Karena itu, kebanyakan akan memilih untuk berwirausaha, sehingga mereka bisa membantu ekonomi keluarga menjadi lebih baik.

Memang tidak mudah, tapi peluangnya jauh lebih besar. Apalagi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membangun usaha akan membuat kamu memiliki kemungkinan penghasilan yang lebih besar dan tidak terbatas. 

11. Merupakan Panggilan Jiwa 

Alasan lain yang mungkin menjadi motivasi adalah kamu memang memiliki potensi dan merasa menjadi wirausaha merupakan sebuah panggilan jiwa. Mungkin saja kamu memang jauh lebih cocok untuk menjadi seorang wirausaha dibandingkan jika harus bekerja dan menjadi bawahan orang lain. 

Jika kamu merasa ini adalah alasanmu, cobalah untuk mengenali dirimu sendiri lebih dalam. Kamu juga harus berusaha menggali kapasitas dan potensi diri. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang kamu miliki dan kesanggupanmu untuk menjalankan sebuah usaha. 

12. Mengikuti Jejak Orang Tua

Alasan menjadi pengusaha yang terakhir adalah karena mengikuti jejak orang tua. Orang tua memang selalu menjadi sumber inspirasi dari anak-anaknya, termasuk dalam hal bisnis. Apalagi lingkungan dan didikan orang tua akan sangat mempengaruhi anak-anak dalam menentukan masa depannya.

Jika orang tua kamu adalah seorang wirausaha, maka bukan tidak mungkin hal tersebut akan menjadi pemicu yang membuat kamu merasa memiliki keterikatan dan ketertarikan berwirausaha. Justru, ini akan menjadi keuntungan untuk kamu. Karena kamu dapat belajar langsung dari orang tuamu sendiri.

Tertarik menjadi pengusaha dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan bangsa Indonesia melalui pembukaan lapangan kerja.

Jika Anda tinggal di Bekasi sedang mencari jasa pendirian perusahaan seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, firma. hubungi jasindopt.com, percayakan hanya kepada kami seluruh kebutuhan bisnis anda.

%d blogger menyukai ini: