Cara Menjaga Kesehatan Mental & CEK!!! Ciri-Ciri Mentalmu Belum Dewasa Atau Sudah Dewasa

Jasindopt.com – Menjaga Kesehatan mental adalah kesejahteraan psikologis seseorang secara keseluruhan. Banyak orang tidak mengetahui bahwa perawatan kesehatan mental sama pentingnya dengan perawatan fisik. Menjaga kesehatan mental dilakukan untuk terhindar dari stres, kecemasan, dan depresi.

Melansir dari berbagai sumber, artikel kali ini akan membahas tentang kesehatan mental ,ciri mental yang sehat, ciri mental belum dan sudah dewasa, cara memelihara mental supaya tetap sehat.

Mental adalah kondisi di mana individu memiliki kesejahteraan yang tampak dari dirinya yang mampu menyadari potensinya sendiri, memiliki kemampuan untuk mengatasi tekanan hidup normal pada berbagai situasi dalam kehidupan, mampu bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Kedewasaan seseorang tidak bisa dinilai dari segi umurnya saja. Terkadang umur tidak bisa dijadikan patokan seseorang untuk bersikap dewasa. Banyak yang sudah memasuki usia dewasa tetapi masih memiliki mental anak-anak.

Mental anak-anak atau mental yang belum dewasa ini terlihat dari cara seseorang menyikapi permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

Tanda Mentalmu Belum Dewasa

Berikut ini tujuh tanda bahwa kamu mempunyai mental yang belum dewasa.

1. Terintimidasi Dengan Komitmen

Tanda pertama mental kamu belum dewasa adalah kamu akan merasa terintimidasi dengan sebuah komitmen. Kamu takut berkomitmen karena merasa kamu tidak mampu melaksanakannya. Kamu harus bisa mengubah pola pikir ini agar kamu bisa melangkah maju dan tidak jalan di tempat.

2. Mudah Emosi

Mudah marah-marah hanya karena hal yang sepele menandakan bahwa kamu masih memiliki mental yang belum dewasa. Sebagai orang dewasa, kamu harusnya lebih bisa mengontrol emosi kamu. Daripada menghabiskan energi untuk marah-marah, lebih baik pikirkan bagaimana penyelesaiannya.

3. Senang Menunda Dan Bermalas-malasan

Senang menunda melakukan sesuatu hanya akan membuat hidupmu semakin berantakan dan jauh dari kata teratur. Sikap yang sering muncul dari kebiasaan menunda adalah bermalas-malasan. Kamu harus ingat, kedewasaan ditandai dengan kemampuan seseorang dalam mengelola hidupnya sendiri. Jangan sampai kebiasaan menunda dan bermalas-malasan membuat hidupmu tidak terarah.

4. Senang Mengeluh

Mengeluh sesekali ketika banyak masalah dan pekerjaan memang tidak dilarang, tetapi terlalu sering juga tidak baik. Daripada lelah mengeluh, lebih baik gunakan energi yang ada untuk mencari kegiatan menyenangkan yang dapat kamu jadikan sarana refreshing. Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.

5. Tidak Mau Mendengar Orang Lain

Kamu terus-terusan berbicara dan tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain. Hal ini juga menjadi salah satu pertanda bahwa mental kamu belum dewasa. Mental dewasa akan menghargai pendapat orang lain dan mendengarkan orang lain dengan baik. Kamu juga harus bisa menerima kritik dan saran untuk memperbaiki kualitas diri kamu sendiri.

6. Menyimpan Iri & Dendam

Perasaan iri dan dendam yang kamu pendam selama ini hanya akan membuat hari-harimu bertambah berat. Lebih baik gunakan energi yang ada untuk membangun relasi dan berteman dengan sebanyak mungkin orang untuk membuka peluang-peluang di masa depan. Anak kecil saja bisa langsung saling memaafkan setelah bertengkar, jangan sampai orang dewasa malah membawa dendam dan iri selama hidupnya.

7. Bertindak Tanpa Berpikir Panjang

Bertindak secara impulsif tanpa memikirkan dampak di masa depan dapat membuat hidupmu tidak tenang dan selalu merasa bersalah. Sebelum melakukan sesuatu apalagi melibatkan perasaan orang lain, selalu pikirkan akibat dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.

Itulah 7 tanda bahwa kamu masih memiliki mental yang belum dewasa. Terus belajar agar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Jadikan kesalahan sebagai pelajaran berharga.

Tanda Mentalmu Sudah Dewasa

Apakah benar kedewasaan seseorang dapat di ukur dari tambahnya usia? Mungkin bagi sebagian orang iya. Akan tetapi, perlu didalami lebih lanjut, bahwa kedewasaan seseorang tidak bisa begitu saja di ukur oleh usia, akan tetapi dari kemampuan untuk memiliki pola pikir yang matang dan mampu mengontrol emosinya.

Lantas, bagaimana tanda-tanda bahwa kalau Mentalmu sudah dewasa?

1. Bisa Memilah Mana Yang Baik Dan Yang Buruk

Memilah mana yang baik dan yang buruk adalah pilihan dalam hidup kamu. Ketika kamu sudah dewasa, pilihan yang baik adalah bentuk kesadaran pola pikir yang benar, baik dalam pergaulan, pekerjaan dan hal lainnya.

2. Berpikir Sebelum Bertindak

Kedewasaan kamu akan matang apabila kamu mampu mengendalikan diri saat menyikapi berbagai hal. Kamu akan banyak berpikir mengenai solusi dan tidak merugikan orang lain.

3. Berbesar Hati Bila Dikritik

Menerima kritikan memang tidak mudah di terima, akan tetapi hal inilah yang dapat kita jadikan pedoman dalam hidup terutama ketika dalam meniti karir ataupun cita-cita tentu akan banyak sekali akan kritikan yang akan kita terima. Hal semacam inilah yang perlu kita ingat, bahwa kritik merupakan bentuk untuk intropeksi diri.

4. Melihat Sesuatu Dari Sudut Pandang Positif

Jauhkan rasa egoismu bila terdapat masalah apapun. Kamu haruslah membuka sudut pandang yang posisitif dari berbagai hal dengan bijak.

5. Mencari Solusi, Mengakui Kesalahan Dan Tidak Menyalahkan

Masalah akan terus datang silih berganti, kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalah jika kamu terus menghindarinya, dan itu bukan solusi. Akan tetapi ketika datang masalah, kamu hanya memikirkan bagaimana untuk menyelesaikannya.

Jika terdapat kesalahan yang kamu perbuat, jangan pernah terbelit-belit untuk menghindari apalagi sampai kamu mengkambing hitamkan orang lain, akuilah dengan jujur karena dengan begitu kamu akan bisa lebih bijak, dewasa dan memperoleh pembelajaran.

6. Bisa Mengerti Orang Lain

Mungkin ketika kamu masih anak-anak, kamu selalu menginginkan pengertian dari orang lain. Saat ini sudah dewasa, berusahalah untuk memahami lebih dalam terhadap orang lain.

7. Tidak Muda Terpancing Emosi

Karena kamu bisa memilah mana yang baik dan buruk, dan juga selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, kamu tidak mudah tersulut emosi. Kamu sebisa mungkin mengontrol emosi kamu lebih lama lagi dan komunikasikanlah dengan baik.

8. Tidak Haus Akan Pujian

Ingatlah, tujuan kamu bukan tentang akan pujian orang lain terhadap kamu. Tapi tentang bagaimana rasa rendah hati, toleransi dan tolong menolong dalam hal kebaikan.

Kedewasaan bukan tentang umur, tapi kedewaan ialah tentang sikap. Belajarlah untuk mengendalikan diri sendiri sebaik mungkin. Ingat bahwa semuanya tidak ada yang instan.

Tahukah Anda Kesehatan Mental Itu Juga Penting ?

Kesehatan jiwa atau mental health atau mental hygiene (dalam undang-undang nomor 23 tahun 1992 pasal 24,25,26 dan 27) merupakan kondisi mental (jiwa) yang sejahtera yang memberikan dampak kepada kehidupan yang harmonis dan produktif

Ciri- Ciri Individu Yang Sehat Mental Secara Umum:

  1. Memiliki kesadaran yang penuh tentang kemampuan yang dimiliki mental atau jiwa
  2. Kemampuan menghadapi dan mengelola stress/tekanan kehidupan secara wajar
  3. Mampu beraktivitas atau bekerja dengan produktif untuk mencukupi kebutuhan hidupnya
  4. Memiliki kemampuan berperan serta kepada lingkungan
  5. Kemampuan menerima diri apa adanya
  6. Memiliki kemampuan memelihara rasa nyaman kepada orang lain (dalam Indarjo, S 2009).

Jadi, bagi setiap manusia pada setiap tahapan perkembangan membutuhkan kesehatan mental yang baik melalui ciri-ciri jiwa yang sehat di atas, khususnya remaja yang seringkali mengalami hambatan dalam mencapai kesehatan mental dalam tahapan perkembangan mereka.

Seperti apakah gangguan mental itu ?

Meski jenisnya banyak, ada beberapa gejala umum yang dialami seseorang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental juga bisa memengaruhi kesehatan fisik. 

Itulah sebabnya orang dengan gangguan kesehatan mental sering mengeluhkan gejala yang mengganggu kehidupan dan pekerjaan mereka. Gejala tersebut berupa perubahan suasana hati, kepribadian, kebiasaan, dan penarikan diri dari lingkungan sosial. 

Ciri-ciri Orang Gangguan Mental

Secara umum, berikut ini ciri-ciri seseorang mengalami gangguan kesehatan mental:

  1. Merasa sedih berkepanjangan, kadang tanpa sebab yang jelas.
  2. Mati rasa atau tak peduli dengan lingkungan sekitar.
  3. Merasa lelah yang signifikan, tidak berenergi, dan mengalami masalah tidur.
  4. Sering marah berlebihan dan sangat sensitif.
  5. Merasa putus asa dan tak berdaya.
  6. Sering merasa bingung, khawatir, atau takut.
  7. Memiliki pengalaman buruk yang tidak bisa dilupakan.
  8. Mengalami delusi, paranoia, atau halusinasi.
  9. Merasa sulit untuk berkonsentrasi.
  10. Merasa takut atau khawatir berlebihan, atau dihantui perasaan bersalah.
  11. Perubahan suasana hati yang drastis.
  12. Cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.
  13. Tidak mampu mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  14. Memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah kesejahteraan psikologis seseorang secara keseluruhan. Ini akan membantu mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan sehari-hari.

Kesehatan mental perlu ditingkatkan agar Anda dapat membangun ketahanan, meningkatkan suasana hati, serta menambah kenikmatan hidup secara keseluruhan. Hal ini juga dilakukan untuk terhindar dari stres, kecemasan, dan depresi.

 1. Mengatakan Sesuatu Yang Positif

Penelitian menunjukkan, cara Anda berpikir tentang diri sendiri dapat memiliki pengaruh yang kuat terhadap perasaan. Apa yang Anda pikirkan bisa benar-benar terjadi dalam hidup. Untuk itu, mulailah untuk mengelola pikiran, mulai dari memberikan diri sendiri motivasi dengan kata-kata positif.

Daripada terus mengatakan “Saya gagal” atau “hidup saya sudah hancur”, Anda bisa mengatakan sesuatu yang lebih positif, misalnya “Saya belum melakukannya dengan baik dan akan berusaha lebih maksimal” atau “Saya telah melakukan kesalahan dan akan memperbaiki semuanya agar hidup kembali tenang.”

 2. Luangkan Waktu Untuk Kekhawatiran

Setiap orang tentu punya kekhawatiran akan hal tertentu. Namun, daripada cemas sepanjang waktu, luangkan waktu untuk memikirkan masalah Anda.

Kata psikoterapis Dr. Nicki Nance, siapkan waktu khusus untuk khawatir. Anda bisa menulis tentang kekhawatiran yang mengganggu pikiran atau mencari solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

3. Melakukan Sesuatu Untuk Orang Lain

Membantu orang lain memiliki efek yang menguntungkan perasaan Anda tentang diri sendiri.

Membantu, bersikap ramah, dan menghargai apa yang Anda lakukan adalah cara yang bagus untuk membangun harga diri. Makna yang Anda temukan dalam membantu orang lain akan memperkaya dan memperluas hidup.

4. Kelilingi Diri Dengan Orang Yang Positif

Demi kesehatan mental, pilih lah orang yang ada di sekitar. Pilihlah orang-orang yang positif, selalu mendukung apa yang Anda lakukan, dan mereka yang bisa membuat Anda lebih bahagia.

Jika saat ini belum menemukan orang-orang yang bisa memberi dukungan dengan baik, bisa memperluas pergaulan untuk bertemu orang baru, misalnya bergabung di komunitas, kursus, atau menjadi sukarelawan.

5. Tertawalah

Kata psikolog klinis Steven M. Sultanoff, PhD, tertawa dapat memiliki banyak dampak kesehatan seperti mengurangi rasa sakit, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Anda bisa menonton film lucu atau menghabiskan waktu bersama teman-teman yang selalu berhasil membuat Anda tertawa. Temukan cara untuk memasukkan lebih banyak humor ke dalam hidup.

 6. Dekatkan Diri Dengan Tuhan

Sering kali kita melupakan tanggung jawab kita terhadap yg maha pencipta, disaat kita mulai merasa jenuh cobalah untuk memperbaiki ibadah anda sebelumnya karna hal ini juga akan berpengaruh dalam Kesehatan mental anda

Mental yang sehat tak bisa lepas dari pemahaman mengenai sehat dan sakit secara fisik.

Berbagai penelitian telah mengungkapkan adanya hubungan antara kesehatan fisik dan mental individu, di mana pada individu degan keluhan medis menunjukkan adanya masalah psikis hingga taraf gangguan mental.

Sebaliknya, individu dengan gangguan mental juga menunjukkan adanya gangguan fungsi fisiknya.

Jenis-Jenis Penyakit Mental

1. Anxiety Disorder

Di mana seseorang mengalami gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Contohnya kecemasan di tempat umum atau keramaian, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, termasuk dalam Anxiety Disorders ini. Kalau kamu pernah merasa gugup berlebihan ketika tampil di depan umum, kemungkinan kamu mengalami gangguan ini.

2. Mood Disorder

Mood Disorders disebut juga gangguan afektif atau gangguan kejiwaan yang memengaruhi perasaan seseorang. Pengertian mental di sini, berupa perpindahan emosional yang ekstrem dari semula bahagia berubah mendadak menjadi sedih juga termasuk dalam gangguan ini, atau yang lebih kita kenal dengan Bipolar Disorders.

3. Eating Disorder

Eating Disorders atau gangguan makan ini melibatkan emosi, sikap, dan perilaku ekstrem yang memengaruhi berat badan dan makanan penderitanya. Merasa selalu kelaparan dimanapun dan kapanpun atau tidak memiliki selera makan sama sekali adalah gejala yang umum diperhatikan. Anoreksia Nervosa dan Bullmia Nervosa termasuk dalam gangguan mental ini.

4. Personality Disorders

Cara berpikir si penderita cenderung berbeda dengan masyarakat pada umumnya, terkesan kaku, sehingga mengganggu fungsi normal penderita terhadap sekitar. Contohnya adalah perilaku antisosial dan sifat paranoid terhadap lingkungannya.

5. Obsessive-Compulsive Disorders (OCD)

Contoh kasus seseorang dengan OCD adalah ada seseorang yang merasa ketakutan berlebih terhadap kuman, sehingga dia akan terus menerus mencuci tangan dan anggota tubuh lainnya agar terhindar dari kuman.

6. Post-Traumatic Stress Disorders (PTSD)

Penderita PTSD memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan menakutkan dari pengalamannya di masa lalu, penderita gangguan ini cenderung mati rasa secara emosional.

7. Impulse Control and Addition Disorders (ICAD)

ICAD merupakan istilah bagi orang yang mengalami penyakit mental berupa kecanduan terhadap sesuatu. Penderita gangguan ini tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Contoh kasus penderita ICAD adalah Pyromania (menyalakan api), Kleptomania (mencuri sesuatu) dan gemar berjudi secara kompulsif.

Orang yang menderita gangguan ini menjadi sangat terlibat dengan objek kecanduannya sehingga berakibat mereka mengabaikan tanggung jawab atau suatu hubungan dengan orang di sekitarnya.

%d blogger menyukai ini: