Benarkah Anak Tidak Minta Dilahirkan? Lalu Bagaimana Cara Menghargai Anak Kita dan Cara Menghormati Orangtua Kita Dengan Baik & Benar

JasindoPT.com – Setujukah Anda dengan “anak tidak minta dilahirkan”? Jika iya, bagaimana hendaknya orang tua bersikap kepada anaknya?

Berdasarkan tata hukum negara Indonesia, batas usia seorang anak telah lepas dari tanggung jawab dan kewajiban orang tuanya saat mencapai 18 tahun.

Sedangkan menurut lembaga perlindungan anak, tanggung jawab masih terikat hingga anak berusia 21 tahun atau masuk usia dewasa.

Dalam Pasal 26 ayat (1) UU 35/2014 dijelaskan bahwa orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:

  1. Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak;
  2. Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya;
  3. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak; serta
  4. Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.

Elon Musk Bercerita tentang Pengasuhan X Æ A-Xii

Ya benar, tidak ada satupun dari kita yang minta untuk dilahirkan, kalau bisa ya maunya dari rahim yang bagus-bagus dong. Support secara materi dan keluarga yang positif, tidak ada anak yang mau lahir dari rahim manusia setengah jadi.

Anak lahir pun tidak sepenuhnya merupakan keinginan orang tua, tetapi merupakan konsekuensi dari tindakannya, baik secara legal atau tidak.

Tindakan tersebut ada yang berdasar keinginan ada pula yang berupa paksaan atau bahkan bukan sesuatu yang dipersiapkan sama sekali.

Dari sana orang tua memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas individu yang dilahirkan sebagai konsekuensi, dari keinginan, atau setidaknya tindakan kedua orang tuanya.

Tentu setuju, bukankah memang seperti itu? memangnya ada seorang anak yang belum lahir lalu meminta kepada orang tuanya agar mau melahirkan, menafkahi, dan membesarkannya? ya tidak ada.

Mau bagaimana pun anak adalah tanggung jawab penuh orang tuanya, orang tua berpengaruh besar untuk membentuk anak akan menjadi seperti apa nantinya.

Jika orang tua seringkali memberi pengasuhan yang salah seperti melakukan kekerasan fisik maupun verbal. Suka menyalahkan, membentak anak dan lainnya dengan dalih sudah melahirkan anak dan membesarkannya tapi anak tidak tahu balas budi. Tentu jangan salahkan anak berkata bahwa memang anak tidak meminta dilahirkan karena orang tualah yang menginginkan adanya anak tersebut.

Lalu Bagaimana Harusnya Orang Tua Bersikap?

1. Perlu diketahui bahwa anak adalah cerminan dari orang tuanya

Namun lingkungan juga berpengaruh, jika orang tua memberikan pola asuh yang baik maka akan tumbuh anak yang baik pula dan begitu sebaliknya jika orang tua memberikan pola asuh yang salah maka tak jarang anak mencontohnya dan tumbuh dengan luka.

2. Janganlah menuntut atau mengatur anak untuk menuruti segala keinginan orang tua

Berilah pola asuh yang baik, jadilah pendengar yang baik untuk anak, bahagiakan lah anak. Anak yang tumbuh dari orang tua yang berbahagia akan menjadi anak yang bahagia. Dengan itu, tanpa perlu dituntut untuk balas budi tentu anak akan patuh dan berbuat baik pula pada orang tua.

3. Anak tidak meminta dilahirkan

Terlahirnya anak adalah keinginan penuh orang tua maka jika memang merasa belum siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab penuh atas anaknya sebaiknya mempersiapkannya dulu baru memiliki anak.

Sudah begitu banyak anak yang tidak meminta dilahirkan namun terlahir oleh orang tua yang tidak bahagia dan memberikan pola asuh yang salah lalu menghasilkan anak-anak yang tumbuh dengan luka pengasuhan.

4. Kita tidak bisa memilih orang tua seperti apa

Kita memang tidak bisa memilih dilahirkan oleh orangtua seperti apa, tetapi kita bisa memilih akan menjadi orang tua seperti apa nantinya.

Benarkah Anak Tidak Minta Dilahirkan?

Anak bukan tidak minta dilahirkan di dunia, tapi anak berharap kehidupannya tidak susah.

Kenyataan ini hanya berkicauan dari kalangan anak-anak yang mempunyai masalah dalam kehidupan mereka. Sekiranya anak-anak ini hidup dengan aman damai, pasti kamu akan mendengar,

“Bertuah sangat dapat hidup di dunia, dapat menikmati keindahan dunia ini.”

Pergilah ke taman anak-anak, lihat betapa gembiranya mereka bermain seperti mereka minta dilahirkan di dunia ini.

Kemudian tunggu beberapa tahun setelah itu, kamu akan melihat perubahan mereka yang pelbagai ragam. Salah satunya pasti akan mengatakan tidak minta dilahirkan karena masalah hidup.

Untuk anak-anak yang tidak menikmati dunia ini, orang tua hendaklah berada di sisinya agar warna-warni dunia ini dapat dia rasai.

Sebaliknya sebagai anak juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi sesuai porsi atas keberadaan dirinya. Menjaga, merawat, dan mengembangkan diri, minimal sebagai apresiasi atas dirinya sendiri. Lebih baik lagi jika dapat didedikasikan sebagai bagian dari keluarga atau masyarakat.

Anak Tidak Pernah Berhutang Kepada Orangtua

Jadi faktanya adalah banyak orangtua yang merasa bahwa ketika mereka memiliki seorang anak, maka harapannya adalah anak tersebut akan menghormati, menuruti, dan menghargai mereka.

Sebagaimana kita ketahui bahwa mereka memang mendidik kita untuk tidak menentang ataupun melawan perintah mereka karena merasa jelas lebih berpengalaman, dan mengetahui mana yang baik untuk anaknya.

Dan inilah rata-rata tipe orangtua yang ada di Indonesia yaitu yang memiliki tipe Pola asuh Authoritarian. Pola asuh ini menganggap anak sebagai bawahannya dan perkataan orangtua adalah mutlak, tidak boleh dibantah.

Lalu Bagaimana Cara Menghargai Orangtua Kita

Setelah membahas tanggungjawab orangtua terhadap anaknya, lalu bagaiman cara menghormati orangtua yang kita cintai.

Nga adil kan kalo cuma bahas tanggungjawab orangtua, bagaimanapun juga kita kelak jadi orangtua yang pengen di sayang anaknya.

Orangtua kita adalah orang yang membesarkan kita, mendidik kita, menjaga kita, hingga kita dewasa, bahkan sampai kita menikah aja kita kadang masi dibantu.

Terkadang kita lupa akan kebaikan itu semua, karena sesuatu hal yang membuat kita jengkel atau karena tidak sesuai kehendak kita.

Mudah sekali rasanya meremehkan orang tua, kita lupa pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk kita dan segala usaha untuk membuat kita menjadi anak yang sehat dan bahagia.

Rasa hormat ada fondasi untuk mencintai dan cara terbaik untuk menunjukkan pada orang tua bahwa kita mencintai mereka adalah dengan menunjukkan rasa hormat.

Kebiasaan kecil bisa kita lakukan dalam rutinitas sehari-hari, sikap positif dan rasa sayang akan membuat orang tua merasa dicintai dan dihormati, dan merasa bangga memiliki kita sebagai anak.

Alasan Untuk Menghormati Orangtua Kita

Kita harus selalu menghormati orang tua, tidak ada celah untuk pertanyaan ‘mengapa’ dalam kalimat tersebut.

Mengapa Kita harus menghormati orang tua kita? Ini karena mereka berhak dan karena kita akan menghormatinya jika kita memiliki hati.

Orang tua kita menjaga kebahagiaan dan kebutuhan kita di atas kebahagiaan dan kebutuhan mereka sendiri.

Kita harus menghormati mereka karena mereka mengajarkan Klkita cara berjalan dan karena kita melangkah pertama kali dengan memegang tangan mereka.

Kita harus menghormati mereka karena mereka mengajakan cara meningkatkan keyakinan diri untuk bekal kita tumbuh dewasa.

Tak terhitung berapa banyak hal yang mereka lakukan untuk kita dan kita tidak akan bisa membayar mereka kembali. Masih ada banyak alasan untuk menghormati orang tua.

Berikut ini adalah beberapa alasan yang terpenting:

1. Perwujudan Rasa Terima Kasih

Jika kita mengerti pentingnya memiliki orang tua dan kita bersyukur atasnya, maka cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan menunjukkan rasa terima kasih. Mereka tidak menginginkan apa-apa dari apa. Semua yang bisa kita berikan adalah rasa hormat dan kasih sayang.

2. Mereka Selalu Mencintai Kita

Orangtua kita adalah satu-satunya yang akan selalu mencintai kita, tidak ada di dunia ini yang mencintai kita melebihi orang tua kita. Orang lain boleh saja berkata mencintai kita, teman-teman kita juga mungkin berkata demikian. Tetapi orang tua kita mencintai kita dari dasar hati yang paling dalam dan itu tidak akan memudar. Merekalah yang mengenal diri kita, mereka yang mengetahui cara mendidik anak yang tepat. Mereka yang akan selalu mendukung dan berdoa untuk anak-anaknya.

3. Mereka Akan Memberi Apapun Yang Kita Inginkan

Sejak kita kecil hingga kita dewasa orangtua terus memberi kita semua yang kita inginkan sebagai cara menjadi orang tua yang baik. Mainan yang kita mau, baju dan sepatu yang kita inginkan, liburan yang kita idam-idamkan, apapun yang kita minta.

4. Mereka Menuntun Ke Jalan Yang Benar

Orangtua adalah inti dari pendidikan keluarga, sebisa mungkin mereka menjauhkan anak-anaknya dari kenakalan anak jaman sekarang dan membimbing ke jalan yang benar. Mereka mengajarkan mana yang baik dan yang benar untuk hidup kita yang selalu terlindungi.

5. Mereka Selalu Ada Untuk Kita

Orang tua menjalankan fungsi keluarga sebagai pemberi afeksi dan kasih sayang dan akan akan selalu mendukung anaknya tidak peduli apapun alasannya. Pintu mereka akan selalu terbuka bagi anak-anaknya. Mereka tidak akan meninggalkan kita bahkan jika kita melakukan kesalahan.

6. Mereka Yang Membesarkan Kita

Sejak hari kita terlahir ke dunia hingga hari ini, orang tua adalah orang yang membentuk dan menjadikan kita menjadi kit yang sekarang. Peran keluarga dan utamanya orang tua memainkan banyak pengaruh pada diri kita secara keseluruhan.

Cara Menghormati Orangtua Dengan Baik Dan Benar

Terkadang rasanya orang tua tidak mengerti diri kita, dan hal ini seringnya mengarah pada hubungan yang merenggang antara orang tua dan anak.

Meski demikian, penting adanya untuk tetap bersikap hormat pada mereka karena bagaimanapun juga hanya mereka orang tua yang Anda miliki.

Jika Anda ingin hubungan yang lebih baik dengan orangtua anda. Usaha anda tersebut dapat juga membantu mengevaluasi ulang anggapan dan tindakan anda terhadap orangtua dan anda akan mampu memperlakukan mereka dengan rasa hormat yang berhak mereka dapatkan.

1. Bersyukur

Cara membahagiakan orang tua yang paling mudah adalah dengan berterima kasih dan menghargai keberadaan orang tua kita. Beritahu mereka secara langsung dan ucapkan terima kasih untuk segala hal yang sudah mereka lakukan untuk kita. Lakukan hal kecil namun berarti seperti membantu mereka membersihkan dapur setelah makan atau membuang sampah. Beri orang tua kita pujian jika mereka melakukan keahlian mereka. Misalnya, beri tahu ibu kita bahwa masakannya enak atau beri tahu ayah kita bahwa ia adalah orang yang hebat di karirnya.

2. Hargai Kebijaksanaan Mereka

Kebijaksanaan dikenal sebagai kemampuan untuk memadukan ilmu dan pengetahuan tentang kehidupan dalam rangka memperkecil segala ketidakpastian dalam hidup. Percaya atau tidak, orang tua kita juga pernah mengalami semua yang kita alami sewaktu kecil atau remaja. Selama hidup, mungkin tidak selalu mengerti cara membuat keputusan. Maka dari itu pahami bahwa orang tua dapat memberi kita pandangan atau bagian dari pengalaman mereka yang telah lalu. Tidak ada salahnya pula meminta atau mendengarkan saran mereka untuk beberapa hal atau keputusan dalam hidup Kita.

3. Ingatlah Bagaimana Mereka Menyayangi Kita

Sadari bahwa orang tua selalu menyayangi anaknya meski dalam bentuk larangan sekalipun. Mereka tidak hanya tahu cara memanjakan anak tetapi juga melindungi kita dengan turut campur dalam hal-hal yang Kita lakukan. Dua hal yang berbeda tersebut sama-sama menunjukkan betapa besar mereka menyayangi kita.

4. Menuruti Peraturan

Sebagai anak, kita sering kali tidak setuju dengan kewajiban anak di rumah yang telah ditetapkan oleh orang tua. Tetapi orang tua melakukan itu karena alasannya masing-masing seperti ingin kita mandiri dan memiliki belajar tanggung jawab yang baik. Pahami maksud dibalik peraturan yang mereka tetapkan dan pikirkan tentang konsekuensi yang akan Kita tanggung jika Kita melanggarnya.

5. Bersikap Sopan Santun

Sopan santun bukan cuma tentang bagaimana cara makan yang baik dan benar, peran anak dalam keluarga salah satunya juga adalah menjadi anak yang baik dan membanggakan melalui sikap yang santun. Jangan pernah lupa mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ pada orang tua kita. Perhatikan bahasa yang kita gunakan juga topik yang kita bawa ketika mengobrol dengan orang tua.

6. Luangkan Waktu Bersama Orangtua Kita

Pada beberapa tahap dalam hidup kita, terutama pada masa remaja, kita akan lebih senang menghabiskan waktu bersama teman-teman dari pada bersama orang tua. Meski begitu, tidak ada salahnya kita juga meluangkan waktu yang berkualitas untuk orang tua. Selami minat mereka, tanyakan pada mereka, misalnya hal-hal yang menarik dari musik atau olahraga yang mereka senangi. Jadikan waktu bersama orang tua kita sebagai prioritas kita. Dengan demikian tidak hanya Kita tahu cara membahagiakan diri sendiri tetapi kita juga membuat orang tua kita bahagia.

7. Tunjukkan Kasih Sayang

Beri tahu orang tua kita bahwa kita menyayangi mereka pada waktu-waktu yang acak, bukan hanya ketika kita mengharapkan sesuatu dari mereka. Memberikan pelukan juga dapat kita lakukan untuk mereka. Tindakan tidak terduga tersebut akan membuat mereka paham bahwa kita juga mencintai mereka sebagaimana mereka mencintai kita.

8. Jangan Melawan Orangtua

Dalam cara yang satu ini kita harus belajar cara meredam emosi diri meski ketika kita tidak sepakat dengan orang tua kita atau ada hal yang tidak kita sukai dari mereka. Hindari membalas perkataan mereka, jika kita benar-benar tidak suka atau tidak setuju, ambil waktu sebentar untuk memahami masalah sebenarnya sebelum berbicara pada orang tua kita.

9. Awasi Bahasa Tubuh

Ciri-ciri orang baik hati salah satunya adalah memiliki bahasa tubuh yang sopan dan santun di hadapan orang tua. Perhatikan juga intonasi suara kita ketika berbicara dengan mereka. Hindari menyilangkan tangan di dada karena itu menunjukkan bahwa defensif dan tidak terbuka. Menjaga kontak mata saat mengobrol dengan orang tua juga perlu dilakukan untuk menunjukkan kepedulian dan ketulusan kita.

10. Luangkan Waktu Untuk Percakapan Yang Terbuka

Ijinkan orang tua kita memasuki hidup kita, ceritakan pada mereka hal-hal yang terjadi pada diri dan hari-hari kita. Percayakan rahasia kita pada mereka. Minta mereka saran ketika Kita ragu-ragu dalam cara mengambil keputusan dan jangan sungkan menunjukkan emosi Kita. Ini menunjukkan bahwa Kita percaya dan menghargai mereka sebagai orang tua.

Jika artikel ini menurut Anda bermanfaat tolong dibantu share keteman atau saudara Anda dengan cara share melalui WA, media sosial seperti Facebook, twitter, Instagram, dll. Terimakasih.

%d blogger menyukai ini: