Apa Itu Direktur: Pengertian, Tugas, Kewenangan dan Tanggungjawab dalam Suatu Perusahaan atau Institusi

Jasindopt.com – Bagi Anda yang karyawan atau pekerja di dalam suatu Perusahaan dan Institusi pasti sudah tidak asing dengan sosok direktur. Mereka ini mempunyai kedudukan tertinggi dalam tiap departemen, posisi ini memegang peran penting bagi perusahaan dan institusi.

Direktur memiliki wewenang dan juga privilege yang tidak semua golongan atau karyawan perusahaan miliki. Seringkali mereka harus terlibat dalam manajemen operasional harian hingga meningkatkan awareness publik terhadap perusahaan.

Direktur (dalam bentuk jamak disebut direksi atau dewan direksi; kadang disebut juga jajaran direksi atau dewan/jajaran direktur) adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin suatu lembaga perusahaan pemerintah, swasta, atau lembaga pendidikan Politeknik.

Kepemimpinan lembaga perusahaan yang kemudian disebut instansi Perseroan terbatas (PT), dipimpin oleh Direktur (non-pendidikan).

Kepemimpinan lembaga pendidikan politeknik yang kemudian disebut Institusi Pendidikan politeknik, dipimpin oleh Direktur (pendidikan).

Direktur (non-pendidikan) dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang Profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan memimpin perseroan terbatas.

Penyebutan direktur dapat bermacam-macam, yaitu dewan manajer, dewan gubernur, atau dewan eksekutif. Peraturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab direksi.

Direktur (pendidikan) adalah pimpinan yang mendapat amanah kepemimpinan di politeknik atau Akademisi yang ditunjuk oleh yayasan perguruan tinggi untuk menjadi pemimpin di lingkungan politeknik swasta atau dilantik oleh Kementerian Indonesia di bidang pendidikan tinggi untuk menjadi pemimpin di lingkungan politeknik negeri. 

Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur pada Perguruan Tinggi Negeri (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 3).

Seorang direktur atau dewan direksi dalam jumlah direktur dalam suatu perusahaan (minimal satu), yang dapat dicalonkan sebagai direktur, dan cara pemilihan direktur ditetapkan dalam anggaran dasar perusahaan.

Pada umumnya direktur memiliki tugas antara lain:

  1. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan atau institusi
  2. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer) atau wakil direktur
  3. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan atau institusi
  4. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan atau institusi

Tanggung jawab dari direktur kepada pihak ketiga dan hukum ditentukan dari jenis perusahaan yang didirikan (Firma, Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT)), atau Perguruan Tinggi Politeknik Negeri.

Nah, artikel ini akan membahas lebih lengkap lagi tentang sebenarnya apa itu direktur dan peran mereka dalam perusahaan? Yuk, simak! selengkapnya di sini.

Pengertian Direktur

Pengertian Direktur Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bahwa Direktur 1. Merupakan pemimpin tertinggi dalam suatu perusahaan; 2 Kepala sekolah menengah; 3 Kepala direktorat (dalam departemen); 4 Orang yang bertugas memberikan bimbingan melalui pengarahan, nasihat, bantuan, penerangan, dan sebagainya;

Pengertian Direktur Menurut Otoritas Jasa Keuangan adalah Salah seorang anggota direksi, yaitu orang yang ditunjuk dan dipilih sesuai dengan anggaran dasar atau ketentuan yang berlaku untuk memimpin perusahaan. Secara umum direktur adalah seseorang yang memimpin atau mengawasi bidang tertentu dari sebuah perusahaan.

Direktur biasanya melaporkan perkembangan perusahaan langsung kepada wakil presiden atau kepada CEO secara langsung untuk memberi tahu mengenai perkembangan organisasi. Tidak hanya direktur, jika perusahaan besar terkadang memiliki asisten direktur atau wakil direktur.

Di beberapa perusahaan direktur eksekutif setara dengan jabatan wakil presiden atau direktur senior. Berbagai perusahaan juga memiliki direktur regional dan direktur area untuk membantu direktur utama.

Pengertian Direktur Secara umum, direktur merupakan seseorang yang memimpin atau mengawasi departemen tertentu dari sebuah perusahaan.

Direktur ini kemudian melaporkan perkembangan perusahaan tersebut kepada CEO, wakil presiden, maupun owner perusahaan, tergantung dari struktur dan kebijakan perusahaan yang telah ditetapkan.

Di beberapa perusahaan yang sudah besar, direktur biasanya tidak bekerja sendiri. Mereka mempunyai direktur regional atau area untuk membantu mengawasi dan mengorganisir departemen di bawahnya berdasarkan wilayah.

Misalnya, perusahaan mempunyai kantor cabang yang beroperasi di seluruh Indonesia. Maka perusahaan harus merekrut direktur regional untuk ditempatkan di lokasi tertentu dan bertanggung jawab atas operasional areanya masing-masing.

Seorang direktur biasanya akan ditunjuk langsung oleh pemilik usaha atau dipilih berdasarkan hasil voting anggota Board of Directors (BoD).

Kebanyakan perusahaan akan mengambil kandidat yang akan menjadi direktur dari karyawan internalnya. Karena posisi ini sangat krusial, maka perusahaan cukup jarang membuka rekrutmen terbuka untuk peran direktur.

Selain itu, tugas dan tanggung jawab dari direktur sendiri akan berbeda tergantung dari jenis perusahaannya, seperti firma, persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), dan sebagainya.

Tidak hanya itu saja, direktur yang bekerja di organisasi profit dan non profit pun akan mempunyai wewenang yang berbeda.

Misalnya jika pada organisasi non profit, direktur biasanya akan ikut terlibat dalam penggalangan dana serta promosi organisasi agar dapat meningkatkan awareness publik dan menambah jumlah anggota.

Sedangkan pada organisasi profit, direktur akan lebih fokus pada pengawasan serta pengontrolan aktivitas bisnis sehingga dapat meningkatkan keuntungan

Pengertian Direktur di Indonesia

Direktur atau dewan direksi di Indonesia merupakan penyebutan secara umum terhadap pemimpin suatu perusahaan dalam Perseroan Terbatas (PT).

Pengangkatan dan Pemberhentian

Direktur diangkat dan diberhentikan dengan persetujuan dari RUPS yang kemudian dilaporkan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk dicatatkan dalam daftar wajib perusahaan atas pergantian direktur. Dalam pengangkatan direktur diusulkan oleh anggota RUPS yang memiliki wewenang untuk mengusulkan direktur.

Tugas & Kewenangan

Eksternal

  • Mewakili untuk melakukan sinergi kerjasama dengan lembaga perusahaan pemerintah, swasta, atau lembaga pendidikan Politeknik yang lain baik dalam skala Nasional maupun skala Internasional.
  • Mewakili dalam perkara pengadilan atau hukum di lingkungan lembaga perusahaan pemerintah, swasta, atau lembaga pendidikan Politeknik baik dalam skala Nasional maupun skala Internasional.

Internal

  • Mengurus dan mengelola untuk kepentingan lembaga perusahaan pemerintah, swasta, atau lembaga pendidikan Politeknik yang sesuai dengan maksud dan tujuan sesuai dengan kebijakan.
  • Menjalankan kepengurusan sesuai dengan kebijakan yang tepat (keahlian, peluang, dan kelaziman usaha) yang ditentukan dalam UU Perseroan Terbatas dan anggaran dasar di lingkungan lembaga perusahaan pemerintah, swasta, atau lembaga pendidikan Politeknik.

Tanggung Jawab

Direktur bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan sesuai dengan maksud dan tujuan anggaran dasar. Kebijakan yang tepat dalam menjalankan serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggung jawabannya baik secara Perdata maupun Pidana.

Sedangkan, ketentuan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Pasal 29 ayat (10) Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336).

Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan kep serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, atau ketentuan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Pasal 29 ayat (10) Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014, dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336), maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian karena dianggap telah sesuai dengan prosedur aturan yang berlaku.

Tugas Direktur

Tugas seorang yang menjabat sebagai direktur perusahaan memiliki variasi yang berbeda pada setiap perusahaan. Namun secara umum tugas seorang direktur adalah sebagai berikut.

  1. Mengelola bisnis dan menyusun strategi bisnis untuk kemajuan perusahaan
  2. Melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan di perusahaan sehingga seluruh kinerja karyawan bisa ditingkatkan atau dipertahankan.
  3. Menentukan dan memilih staf-staf yang membantu dalam perusahaan.
  4. Menyetujui anggaran belanja perusahaan
  5. Mengirim laporan secara rutin ke para pemegang saham
  6. Melakukan pengadaan rapat dengan semua jajaran pada perusahaan tersebut
  7. Menerapkan visi misi perusahaan

Kewenangan Direktur

Tidak hanya menjalankan tugasnya, Direktur juga memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan.

  1. Mewakili perusahaan untuk melakukan kerjasama dengan lembaga lain baik dengan lembaga dalam negeri atau luar negri
  2. Mewakili perusahaan dalam perkara pengadilan atau hukum dalam skala dalam negri atau luar negri.
  3. Mengurus dan mengelola kepentingan perusahaan yang sesuai dengan maksud dan tujuan sesuai dengan kebijakan yang sebelumnya dibuat.
  4. Menjalankan kepengurusan sesuai dengan kebijakan yang tepat yang telah ditetapkan dalam UU Perseroan Terbatas dan anggaran dasar di perusahaan.

Tanggung Jawab Direktur

Seorang direktur bertanggung jawab penuh atas kerugian PT atau perusahaan yang disebabkan oleh keteledoran mengelola perusahaan yang tidak sesuai dengan peraturan, tujuan serta pedoman dan anggaran dasar perusahaan.

Hal ini tidak berlaku apabila ia telah melakukan pengaturan perusahaannya sesuai dengan seluruh peraturan perusahaan dan peraturan hukum yang berlaku. Kebijakan ini sesuai dengan UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Macam-Macam Tugas Khusus Direktur

Seorang direktur memiliki beberapa tugas khusus yang dimaksudkan agar dapat menjalankan tugas dan jabatannya secara lebih rinci dan detail. Tugas khusus direktur adalah sebagai berikut.

1. Direktur Utama

Direktur Utama adalah orang yang berwenang merumuskan dan menetapkan suatu kebijaksanaan dan program umum perusahaan, atau organisasi sesuai dengan batas wewenang yang diberikan oleh suatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa seperti dewan komisaris.

Tugas direktur utama adalah menjadi koordinator, komunikator, pengambil keputusan pemimpin, pengelola, sekaligus eksekutor dalam sebuah perusahaan. Bentuk nyata tugas seorang direktur adalah sebagai berikut.

  • Memimpin dan bertanggung jawab menjalankan perusahaan
  • Bertanggung jawab terhadap kerugian yang mungkin dialami perusahaan, juga bertanggung jawab terhadap keuntungan yang didapat perusahaan
  • Menentukan, merumuskan, dan memutuskan sebuah kebijakan dalam perusahaan
  • Merencanakan, mengembangkan dan mengelola berbagai sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan milik perusahaan
  • Menyusun dan menetapkan berbagai strategi strategis sehingga bisa mencapai visi dan misi perusahaan
  • Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang
  • Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan
  • Menjadi perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan

Direktur Operasional

Direktur operasional adalah seorang yang memiliki tanggung jawab terhadap semua kegiatan operasional perusahaan. Hal tersebut mencakup proses perencanaan hingga pelaksanaan operasional.

Tugas direktur operasional selain membantu tugas direktur utama yaitu menjalankan tugas operasional yang berkaitan dengan operasional perusahaan.Bentuk nyata tugas seorang direktur operasional adalah sebagai berikut.

  • Bertanggung jawab terhadap proses operasional, produksi, proyek hingga kualitas produksi
  • Bertanggung jawab terhadap pengembangan kualitas produk maupun karyawan yang terlibat
  • Menyusun strategi dalam pemenuhan target perusahaan, dan cara mencapai target tersebut
  • Mengecek, mengawasi dan menentukan semua kebutuhan dalam proses operasional perusahaan
  • Merencanakan, menentukan, mengawasi, mengambil keputusan serta melakukan koordinasi dalam hal anggaran untuk operasional perusahaan
  • Mengawasi seluruh karyawan dan memastikan mereka menjalankan tugas sesuai dengan yang diperintahkan
    Membuat laporan kegiatan untuk diberikan kepada direktur utama.

3. Direktur Keuangan

Direktur keuangan memiliki tugas yang hampir sama dengan direktur lainnya, namun lingkup tugasnya meliputi bagian keuangan. Berikut adalah beberapa tugas direktur keuangan.

  • Bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan sebuah perusahaan
  • Bertanggung jawab membuat laporan rutin keuangan perusahaan
  • Mengawasi laporan keuangan perusahaan dari seluruh divisi
  • Menyusun strategi dan meningkatkan pertumbuhan keuangan perusahaan
  • Meminimalisir resiko keuangan yang dapat merugikan perusahaan
  • Melihat peluang perusahaan untuk mencapai keuntungan

4. Direktur Personalia

Direktur personalia adalah orang yang bertugas mengembangkan sistem perencanaan personalia serta mengendalikan suatu kebijakan untuk para pegawai.

Selain itu direktur personalia juga melayani kebutuhan administrasi pegawainya dan melaksanakan pembinaan untuk pengembangan staff administrasi.

Tugas direktur personalia adalah sebagai berikut.

  • Menangani dan melihat cara kerja semua karyawan dalam perusahaan.
  • Sebagai penghubung antara manajemen dan staf serta membantu dalam hubungan komunikasi mereka.
  • Memberi tahu semua karyawan apabila terjadi perubahan kebijakan yang ada dalam perusahaan.
  • Merancang program atau acara yang akan meningkatkan moral karyawan berguna untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.
  • Mengawasi semua pemutusan dalam hubungan kerja karyawan.
  • Menjawab semua pertanyaan karyawan terkait tentang gaji.

5. Direktur Pemasaran

Direktur pemasaran bertanggung jawab pada operasi pemasaran dengan secara keseluruhan perusahaan seperti merencanakan, mengarahkan dan mengawasi seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan.

Tugas Direktur Pemasaran:

  • Melakukan identifikasi, pada pengembangan serta evaluasi terhadap strategi pemasaran yang sudah dijalankan berdasarkan dengan visi misi perusahaan dan kebutuhan dalam pasar.
  • Merumuskan, pengerahan dan serta melakukan koordinasi pada kebijakan terkait dengan pemasaran barang atau jasa.
  • Menjalin kerjasama yang intensif dengan manajer promosi untuk mendiskusikan materi promosi yang sesuai kemauan.
  • Menyusun strategi harga yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan tujuan promosi perusahaan.
  • Memantau daftar penawaran produk atau jasa dari kompetitor.
  • Mungkin tidak hanya jabatan-jabatan diatas saja, namun ada perusahaan-perusahaan yang memiliki direktur yang lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

6. Direktur Teknologi (Chief Technology Officer/CTO)

Direktur Teknologi (Chief Technology Officer/CTO) adalah posisi direktur yang bertanggung jawab atas strategi dan pengelolaan teknologi informasi dan sistem teknologi dalam suatu perusahaan.

Dalam era digital yang terus berkembang, peran CTO menjadi semakin penting dalam memastikan perusahaan tetap berada di garis depan dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan inovasi, efisiensi, dan keunggulan kompetitif.

Dengan kepemimpinan dan pengetahuan teknologi yang kuat, seorang CTO dapat memainkan peran yang krusial dalam mengarahkan dan mengelola transformasi digital perusahaan. 

Tugas direktur teknologi meliputi:

  • Merumuskan dan mengimplementasikan strategi teknologi perusahaan.
  • Mengelola infrastruktur teknologi perusahaan.
  • Mencari inovasi teknologi yang relevan dengan bisnis perusahaan.
  • Menjaga keamanan dan perlindungan data perusahaan.
  • Mengelola tim teknologi perusahaan.
  • Membangun kemitraan dan kerjasama dengan pihak eksternal.
  • Berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis yang melibatkan teknologi.

7. Direktur Operasi (Chief Operations Officer/COO)

Direktur Operasi (Chief Operations Officer/COO) adalah posisi eksekutif senior dalam sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan operasional harian perusahaan.

Tugas utama seorang COO meliputi pengawasan dan koordinasi semua kegiatan operasional perusahaan, dengan tujuan mencapai efisiensi, kualitas, dan keunggulan operasional. 

Berikut tugas yang dimiliki direktur operasi:

  • Mengelola operasional harian perusahaan.
  • Membangun dan menjaga efisiensi operasional.
  • Mengelola rantai pasokan dan logistik.
  • Mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan operasional perusahaan.
  • Mengelola risiko operasional.
  • Meningkatkan kualitas produk dan layanan perusahaan.
  • Mengelola anggaran operasional dan sumber daya.
  • Membangun dan memelihara hubungan dengan mitra dan pemasok.
  • Mengkoordinasikan dan mengarahkan tim operasional.
  • Berkontribusi dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan

8. Direktur Risiko (Chief Risk Officer/CRO)

Direktur Risiko (Chief Risk Officer/CRO) adalah posisi eksekutif senior dalam sebuah perusahaan yang memiliki tanggung jawab utama dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko yang dihadapi perusahaan.

Seorang CRO bertanggung jawab atas pengembangan dan implementasi kebijakan risiko perusahaan. Mereka melakukan identifikasi risiko yang terkait dengan berbagai aspek bisnis, termasuk risiko operasional, risiko keuangan, risiko hukum dan kepatuhan, risiko reputasi, risiko pasar, dan lain sebagainya.

CRO berperan dalam melakukan analisis risiko, mengevaluasi dampak potensial dari risiko tersebut, serta mengembangkan strategi untuk mengurangi, mengelola, atau mentransfer risiko tersebut.

Lebih jelasnya tugas direktur resiko meliputi:

  • Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko yang dihadapi perusahaan.
  • Mengembangkan kebijakan risiko perusahaan.
  • Melakukan analisis risiko dan mengevaluasi dampak potensial.
  • Mengelola dan mengurangi risiko yang dihadapi perusahaan.
  • Melakukan pemantauan dan pelaporan risiko kepada manajemen senior dan dewan direksi.
  • Bekerja sama dengan departemen lain dalam mengintegrasikan manajemen risiko ke dalam keputusan bisnis dan proses operasional.
  • Memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku.
  • Berkomunikasi dengan pemangku kepentingan terkait risiko perusahaan.
  • Mengembangkan strategi mitigasi risiko dan perbaikan.
  • Memastikan perlindungan terhadap kinerja dan reputasi perusahaan.

Keahlian Khusus Penunjang Tugas Direktur

1. Kepemimpinan

Salah satu keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan perusahaan adalah kepemimpinan atau leadership. Kepemimpinan atau leadership ini bahkan menjadi hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang direktur. Jiwa kepemimpinan memang haruslah dimiliki oleh seorang pemimpin dari suatu lembaga

Dengan adanya jiwa kepemimpinan ini maka seorang direktur tentu saja dapat membawahi para anggotanya. Ia dapat menuntun para anggotanya dalam melakukan segala macam pekerjaan.

Selain itu dengan jiwa kepemimpinan yang dimilikinya maka ia juga sudah tentu dapat mengkoordinasi seluruh tim kerja yang ada di perusahaan. Akhirnya setiap anggota perusahaan nantinya dapat bekerja dengan baik sesuai dengan peran dan tugasnya masing-masing.

2. Komunikasi

Keahlian khusus yang kedua dan harus dimiliki oleh seorang direktur adalah keahlian atau kemampuan berkomunikasi. Pada dasarnya komunikasi akan terjadi dan harus dilakukan oleh pemimpin perusahaan kepada berbagai macam pihak. Mulai dari komunikasi dengan pemilik perusahaan hingga komunikasi dengan para karyawan perusahaan.

Komunikasi juga harus dilakukan dengan beberapa klien ataupun mitra kerja yang dapat berpengaruh pada relasi perusahaan. Selain itu komunikasi juga diperlukan untuk bisa berhubungan dengan warga sekitar perusahaan.

Komunikasi turut menjadi bagian penting yang harus ada dalam diri direktur. Kemampuan komunikasi juga perlu dimiliki oleh direktur agar dapat memimpin rapat perusahaan dengan baik sehingga segala ilmu ataupun pengetahuan nantinya dapat dikomunikasikan pada seluruh anggota perusahaan secara lebih mudah.

3. Kreativitas

Selanjutnya keahlian yang harus dimiliki oleh seorang pimpinan perusahaan adalah kreativitas. Seorang pemimpin perusahaan harus mampu menciptakan berbagai ide kreatif untuk mengembangkan perusahaan. Ada banyak ide kreatif yang bisa diterapkan oleh seorang pemimpin perusahaan dalam upaya mengembangkan perusahaan yang ia pimpin.

Misalnya saja seperti ide kreatif untuk mengembangkan sistem pemasaran yang digunakan di perusahaan. Atau mungkin ide kreatif di bidang lainnya. Dengan kreativitas ini maka tentunya perusahaan akan semakin berkembang.

4. Kerja Tim

Keahlian selanjutnya yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin perusahaan adalah mampu bekerja dalam tim. Atau bisa juga seorang pemimpin perusahaan memiliki sikap kerja sama yang baik.

Keahlian bekerja dalam tim ini memang perlu dimiliki oleh setiap orang terutama oleh seorang pimpinan. Rasa percaya kepada rekan atau tim juga perlu dibina sehingga sikap kerjasama bisa terjalin dengan sangat baik.

Selain itu dibutuhkan pula pengendalian diri atau pengendalian emosi pada saat bekerja sama dalam tim sehingga dapat mengurangi resiko cekcok atau terjadi konflik. Bekerja sama dalam tim juga sebenarnya dapat melatih sikap positif lainnya seperti misalnya berjiwa besar atau mau mengalah serta menumbuhkan sikap saling peduli dan lainnya.

5. Berani Mencoba

Untuk keahlian atau kemampuan terakhir yang juga perlu dimiliki oleh seorang pemimpin perusahaan adalah sikap berani mencoba. Seorang pemimpin perusahaan harus berani untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru, sehingga bisa membawa perusahaan mengalami kesuksesan. Tidak hanya itu saja tetapi seorang pemimpin perusahaan juga perlu berani untuk menerapkan inovasi yang telah diciptakan.

Jadi segala ide atau pemikiran yang bersifat inovatif tidak perlu ragu untuk diterapkan di perusahaan. Karena segala macam ide yang muncul dapat menggiring perusahaan hingga memperoleh kesuksesan. Oleh karena itu seorang pimpinan perusahaan sebaiknya tidak pernah takut untuk mencoba. tentunya sikap ini disertai pula dengan adanya rasa bertanggung jawab.

About US

JasindoPT.com Menghadirkan Solusi Terpadu dan Profesional untuk pengurusan perizinan dan legalitas usaha. Dengan layanan satu pintu yang efisien, kami berkomitmen mendukung kelancaran dan keberhasilan bisnis Anda.

💡 Visi & Misi Jasindoptcom

VISI JASINDOPTCOM

“Menjadi mitra terpercaya dalam mewujudkan legalitas usaha yang profesional, cepat, dan taat hukum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berintegritas di Indonesia.”

MISI JASINDOPT.COM

1. Memberikan layanan pengurusan legalitas dan perizinan usaha yang cepat, mudah, dan terpercaya.

2. Mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam membangun bisnis yang sah secara hukum dan berkelanjutan.

3. Mengedepankan integritas, profesionalisme, dan pelayanan ramah dalam setiap proses pengurusan dokumen.

4. Memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses dan transparansi layanan.

5. Meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pengusaha melalui edukasi dan pendampingan legal.

6. Berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperluas akses legalitas bagi para pelaku usaha.