Cara Mendirikan Yayasan & Tujuan Mendirikanya

Jasindopt.com – Pengertian yayasan adalah sebuah badan hukum yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Yayasan memiliki kekayaan tersendiri dari berbagai macam sumber.

Yayasan ini sifatnya tidak memiliki anggota. Menilik dari tujuannya, yayasan tidak mencari profit atau keuntungan. Yayasan selanjutnya memiliki kewenangan untuk mendirikan sebuah atau beberapa buah badan usaha sesuai dengan visi dan misi yang dimiliki oleh yayasan.

Yayasan dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan dalam berbagai macam bentuk dan tujuan. Yayasan tersebut secara khusus berada pada bidang kerja yang menjadi usahanya.

Meskipun non-profit, yayasan dapat memperoleh income dari badan usaha yang didirikan. Income ini bertujuan untuk menghidupi operasional yayasan dan badan usaha yang ada dibawahnya, bukan untuk memperkaya diri si pemilik yayasan.

Yayasan akan memiliki banyak keuntungan seiring dengan banyaknya badan usaha yang didirikan. Badan usaha tersebut adalah modal hidup nyata sebuah yayasan.

Dasar Hukum Yayasan

  1. Yayasan ini harus memastikan bahwa mereka termasuk sebagai yayasan yang tetap diakui sebagai badan hukum oleh undang-undang ini (Pasal 71 UU No.16 tahun 2001)
  2. Yayasan juga harus sesuai dengan anggaran dasarnya.
  3. Yayasan harus dapat mengubah struktur organisasinya
  4. Yayasan harus bisa memastikan badan usaha yang didirikannya mempunyai kegiatan yang sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan.
  5. Yayasan harus memastikan sebuah penyertaan yang dijalankkannya tidak lebih 25% dari semua nilai kekayaan yayasan
  6. Yayasan tidak boleh lagi untuk bisa menggaji organ yayasan
  7. Anggota Pembina, Pengurus dan Pengawas yayasan dilarang merangkap jabatan Anggota Direksi atau Pengurus dan Anggota Dewan Komisaris atau Pengawas baik di badan usaha yang didirikan oleh yayasan maupun badan usaha yang mana yayasan menjalankan penyertaan.
  8. Seluruh yayasan wajib membuat ikhtisar laporan tahuna dan diumumkan pada papan pengumuman di kantor yayasan.
  9. Untuk yayasan yang mendapatkan bantuan negara, bantuan luar negeri atau pihak lain sebesar Rp. 500.000.000 atau lebih, atau memiliki kekayaan di luar harta wakaf, sebesar Rp. 20 Milyar atau lebih, ikhtisar laporan tahunannya harus diumumkan dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia dan harus diaudit oleh Akuntan Publik.
  10. Yayasan yang beberapa kekayaannya bersumber dari bantuan negara, bantuan luar negari atau sumbangan masyarakat yang didapat sebagai akibat berlakukanya suatu peraturan perundang-undangan harus mengumumkan ikhtisar laporan tahunan pada papan pengumuman yang meliputi kekayaan selama 10 tahun sebelum Undang-Undang ini diundangkan.
  11. Yayasan tidak dapat membagikan hasil kegiatan usaha kepada Pembina, Pengurus dan Pengawas
  12. Kekayaan yayasan dalam bentuk uang, barang ataupun kekayaan lain yand didapat yayasan menurut Undang-Undang ini, dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada Pembina, Pengurus, Pengawas, karyawan atau pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Yayasan.

Ciri-ciri Yayasan

Seperti pengertiannya bahwa yayasan adalah sebuah badan hukum. Nah, sebuah badan hukum tentunya memiliki ciri-ciri yang melekat untuk dapat memudahkan seseorang dalam mengenalinya, seperti berikut:

  1. Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia belum bisa berperan sebagai landasan dari keberadaan yayasan.
  2. Berbeda dengan badan hukum lainnya, yayasan memiliki sebuah pengakuan yang tergolong menjadi salah satu jenis badan hukum yang sampai saat ini belum memiliki landasan yuridis yang cukup kokoh.
  3. Adanya proses pemisahan kekayaan ditujukan untuk berbagai tujuan, seperti tujuan sosial, tujuan keagamaan , dan tujuan kemanusiaan. Selain itu ada tujuan lainnya, seperti tujuan nirlaba dan tujuan lain untuk dapat membentuk yayasan dengan tujuan yang lebih ideal dan proporsional.
  4. Yayasan sendiri hanya memiliki tiga anggota yang diberi jabatan. Salah satu dari ketiga hambatan tersebut adalah pengurus yang bertanggung jawab atas yayasan dengan tujuan utama untuk mengembangkan yayasan, merealisasikan tujuan yayasan, dan masih banyak lagi. Hal ini dikarenakan yayasan tidak memiliki anggota.
  5. Kedudukan badan hukum dari yayasan bersifat mandiri. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan adanya peristiwa dimana kekayaan yang ada pada yayasan bersifat terpisah antara kekayaan pribadi milik pengurus dan kekayaan milik pendiri. Selain itu, yayasan juga memiliki tujuan yang berbeda dengan tujuan pribadi pengurusnya.
  6. Yayasan tetap diberikan pengakuan bahwa yayasan merupakan salah satu badan hukum meskipun yayasan tidak memiliki dasar yuridis yang kokoh dan tegas.
  7. Yayasan boleh dibubarkan oleh pengadilan, karena pengadilan diberikan hak penuh untuk dapat membubarkan yayasan. Hak tersebut akan aktif apabila pengadilan terasa dan memiliki bukti jika yayasan tersebut melanggar dan menyeleweng jauh dari tujuan awal yayasan tersebut.

Tujuan dari Yayasan

Didirikannya sebuah yayasan tentunya bukan karena tanpa alasan dan tujuan yang jelas. Tujuan didirikan yayasan tidak jauh-jauh dari bentuk yayasan apa yang digunakan, tentunya tujuannya adalah tujuan sosial, kemanusiaan, dan tujuan keagamaan.

Nah tahukah anda jika tujuan dari yayasan ini wajib untuk tercantum dalam AD/ART yang dimiliki yayasan. Berikut ini tujuan dari yayasan.

  1. Yayasan dibentuk dengan tujuan jelas, yakni untuk mencapai tujuan sesuai dengan bentuk awal didirikannya sebuah yayasan. Ketiga tujuan tersebut adalah sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
  2. Yayasan cenderung harus memiliki sifat yang sama dengan bentuk dari yayasan tersebut, seperti sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
  3. Semua tujuan dan maksud kedepannya mengenai seperti apa yayasan akan berjalan dan jalan apa yang yayasan tersebut lalui, haruslah dicantumkan dalam AD atau ART atau biasa disebut dengan anggaran dasar dari yayasan.

Macam Bentuk Yayasan

Untuk mengetahui mengenai apa saja sih macam dari bentuk yayasan. Nah kali ini kami akan menyajikan ketiga macam dari bentuk yayasan beserta keterangannya.

1. Bidang Sosial

Yayasan yang berbentuk bidang sosial merupakan yayasan yang memiliki jenis dan bentuk yang bergerak dan melaksanakan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Yayasan ini akan bergerak pada berbagai lembaga sosial, berbagai lembaga sosial tersebut dapat memiliki bentuk lembaga sosial formal dan lembaga sosial yang informal.

Contoh dari yayasan yang berbentuk bidang sosial ini biasanya akan membentuk sebuah yayasan berupa yayasan panti jompo, rumah sakit, klinik, panti asuhan, laboratorium, dan masih banyak lagi.

2. Bidang Kemanusiaan

Mirip halnya badan usaha milik desa, yayasan yang berkecimpung di bidang sosial ini memiliki arti yang mana adalah sebuah yayasan yang akan memberikan bantuan berupa donasi maupun kepedulian terhadap berbagai aksi kemanusiaan.

Layak halnya pemberian bantuan terhadap orang-orang yang terkena bencana dan pengungsi, Korban dari banyak sekali bencana alam, orang-orang yang memiliki kekurangan finansial, orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal, pendirian rumah duka untuk yang membutuhkan dan tempat tinggal yang lebih layak.

Hal ini dapat membuat organisasi lebih berkembang dengan melakukan berbagai kegiatan yang mencerminkan sikap kasih sayang terhadap sesama dan selalu memberikan perlindungan satu sama lain.

3. Bidang Keagamaan

Untuk bentuk yayasan yang ketiga adalah bidang keagamaan, jenis bentuk dari yayasan ini biasanya melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan terhadap berbagai macam rumah ibadah yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan.

Biasanya mereka akan melakukan pengelolaan terkait dengan rumah ibadah, pesantren, sekolah yang berlandaskan keagamaan, madrasah, dan tempat-tempat lainnya yang memiliki hubungan erat dengan kegiatan keagamaan.

Unsur-unsur Yayasan

Yayasan juga memiliki beberapa unsur yang mungkin akan membuat Grameds lebih mudah dalam mengenali serta mengidentifikasinya. Berikut ini unsur dari yayasan.

  • Yayasan memiliki harta sendiri yang bersumber dari suatu perilaku yang menunjukan kegiatan pemisahan. Pemisahan tersebut dapat menghasilkan hasil final berupa uang dan barang.
  • Yayasan memiliki tujuan dan maksud tersendiri. Tujuan-tujuan tersebut memiliki sifat sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
  • Yayasan memiliki elemen yang membangunnya, yaitu beberapa komponen pelengkap, seperti pengurus, Pembina, serta pengawas yang bertugas sesuai dengan tugas yang mereka emban untuk menyempurnakan organisasi.

Organ Yayasan Beserta Tugasnya

Dalam sebuah yayasan terdapat organ yang tersusun atas seorang Pembina, seorang pengurus, dan seorang pengawas. Pengurus memiliki tugas mengelola kekayaan dan mengurus kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan yayasan.

Seorang pengurus memiliki kewajiban untuk membuat sebuah laporan yang berjangka tahunan untuk dapat diberikan dan dilaporkan kepada seorang Pembina. Laporan tersebut akan diteruskan ke menteri dan instansi oleh seorang Pembina.

Dalam laporan tahunan tersebut dimuat laporan mengenai kondisi keuangan dari yayasan tersebut beserta dengan perkembangan dari yayasan yang seorang pengurus pimpin.

Lalu untuk pengawas bertugas untuk selalu mengawasi dan memberikan beberapa nasihat kepada seorang pengurus untuk membantu memudahkan pengurus dalam mengurus dan mengembangkan organisasi.

Syarat Mendirikan Yayasan

Untuk mendirikan yayasan anda haruslah memenuhi berbagai syarat yang ada. Hal itu dikarenakan semua tata cara pelaksanaan yayasan sudah diatur dalam undang-undang.

Dengan begitu untuk seseorang yang ingin mendirikan yayasan haruslah memenuhi semua persyaratan serta ketentuan yang sudah dijelaskan dalam undang-undang tersebut.

Berikut ini berbagai syarat dan ketentuan yang tercantum dalam undang-undang dalam mendirikan sebuah yayasan:

  1. Yayasan harus didirikan oleh satu orang atau juga bisa lebih dengan metode memisahkan harta kekayaan milik pendirinya dan menjadikan sebagai kekayaan yang dimiliki oleh yayasan.
  2. Proses mendirikan yayasan harus dilakukan lewat akta notaris dan dibuat tentu menggunakan Bahasa persatuan Bahasa Indonesia.
  3. Susunan organisasi atau struktur organisasi pada yayasan harus tersusun atas Pembina yayasan, pengurus yayasan, dan pengawas yayasan.
  4. Pendirian yayasan melalui surat wasiat diperbolehkan.
  5. Yayasan akan mendapatkan status badan hukum sah setelah akta pendiriannya sudah dilegalkan dan disahkan oleh pejabat atau juga menteri yang ditunjuk untuk hal tersebut.
  6. Yayasan tidak diperbolehkan menggunakan nama yang sudah digunakan oleh yayasan lain. Selain itu, yayasan tidak boleh melanggar ketertiban dan melakukan tindakan asusila.

Cara Mendirikan Yayasan dan Syaratnya

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)
  • Bersama orang Indonesia
  • Bersama orang Asing

1. Satu Orang

  • Orang Indonesia (WNI)
  • Orang Asing (WNA)

2. Lebih dari Satu Orang

  • Orang-orang Indonesia (WNI)
  • Orang-orang Asing (WNA)
  • Orang-orang Indonesia (WNI) dan Orang-orang Asing (WNA)

3. Satu Badan Hukum

  • Badan hukum Indonesia
  • Badan hukum asing

4. Lebih dari Satu Badan Hukum

  • Badan-badan hukum Indonesia
  • Badan-badan hukum asing
  • Badan-badan hukum Indonesia (WNI) dan badan-badan hukum asing (WNA)

5. Sebuah yayasan dapat didirikan oleh satu orang saja atau perorangan karena alasan seperti berikut ini :

  • Kehendak dari orang yang masih hidup untuk memisahkan sebagian dari harta mereka untuk modal yayasan.
  • Orang yang masih hidup juga bisa difungsikan untuk modal awal yayasan yang berlaku saat orang tersebut meninggal pada surat wasiat. Nantinya penerima wasiat akan bertugas mewakili pemberi wasiat.

Syarat Pendirian Yayasan

  1. Tidak bertentangan dengan badan hukum.
  2. Didirikan oleh satu orang atau lebih.
  3. Telah pendapat izin pendirian dari mentri hukum dan hak asasi manusia.
  4. Memiliki susunan kepengurusan.
  5. Sebuah yayasan harus memiliki akta notaries yang dibuat dalam bahasa Indonesia.
  6. Sebuah yayasan harus bertujuan sosial, keagamaan dan kemanusiaan.
  7. Diumumkan dalam berita Negara.
  8. Tidak dianjurkan menggunakan nama yang telah lebih dulu disahkan sebelumnnya.
  9. Nama yayasan harus berawalan dengan kata “yayasan”.
  10. Kekayaan pribadi tidak boleh dijadikan satu dengan keuangan yang dimiliki yayasan.

Pihak yang Terkait dengan Yayasan

  • Pengadilan Negeri : Pendirian yayasan didaftarkan ke pengadilan Negeri
  • Kejaksaan : Kejaksaan negeri dapat mengajukan permohonan pembubaran yayasan kepada pengadilan jika yayasan tidak menyesuaikan anggaran dasar dalam jangka waktu yang telah ditentukan
  • Akuntan Publik : Laporan keuangan yayasan diaudit oleh akuntan publik yang memiliki ijin menjalankan pekerjaan sebagai akuntan publik

Penyebab Yayasan Bubar

  • Tujuan yayasan yang ada dalam anggaran dasar sudah tercapai atau tidak tercapai
  • Jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran telah berakhir
  • Putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum sesuai dengan alasan tertentu, misalnya:
  1. Tidak mampu membayar utangnya setelah dinyatakan vailid
  2. Yayasan melanggar ketertiban dan kesusilaan
  3. Harta kekayaan yayasan tidak cukup digunakan untuk melunasi utangnya setelah dinyatakan vailid dicabut.

Jika anda ingin Mendirikan Yayasan, percayakan hanya kepada jasindopt.com adalah Jasa Pendirian Yayasan Kota Bekasi

%d blogger menyukai ini: