Pengertian Entrepreneur, Karakter, Ciri, Tipe & Perbedaan Entrepreneur Dengan Pengusaha

Jasindopt.com – Sering sekali kita mengartikan entrepreneur adalah istilah yang sama dengan pengusaha, padahal ini memiliki arti yang berbeda loh.

Dikutip dari Investopedia, entrepreneur adalah individu yang bisa menciptakan bisnis yang baru, bersedia menanggung sebagian besar risiko, dan sebagai imbalannya bisa menikmati sebagian besar keuntungannya.

Proses mendirikan bisnis seorang entepreneur adalah kemudian disebut sebagai entrepreneurship atau kewirausahaan.

Pengertian lain entrepreneur adalah seseorang yang melakukan proses menciptakan sesuatu yang baru agar bisa bernilai tambah dalam ekonomi.

Di sini, entrepreneur artinya tak harus berarti bisa menemukan sesuatu hal yang baru. Namun bisa diartikan sebagai seseorang yang bisa memecahkan masalah, dalam hal ini masalah terkait bisnis.

Entrepreneur adalah berbeda dengan pengusaha

Apakah seorang chief executive officer (CEO) atau direktur utama bisa disebut sebagai entrepreneur? Apakah pendiri bisnis kecil seperti UMKM juga dapat disebut sebagai entrepreneur?

Apabila merujuk pada The Balance Small Business, entrepreneur adalah seseorang yang mengembangkan perusahaan dengan berbagai inovasi. Mereka mengelola bisnis sekaligus menanggung risiko kesuksesannya.

Sementara seorang pengusaha secara umum artinya mereka yang menjalankan usaha sendiri dan tidak bekerja untuk orang lain. Seorang pengusaha belum tentu sebagai entepreneur. Namun seorang entrepreneur adalah bisa dipastikan merupakan seorang pengusaha.

Karakter Entrepreneur

Berikut karakter yang harus dimiliki Oleh seorang Entrepreneur :

1. Optimis

Entrepreneur adalah berani bermimpi dan percaya hal itu bisa diwujudkan

2. Fokus pada tujuan

Fokus pada tujuan adalah karakter entepreneur dan tidak mudah terdistraksi oleh hal lain di luar tujuan awal.

3. Berpikir terbuka

Entrepreneur adalah individu yang berpikir terbuka dan dinamis sehingga lebih peka pada perubahan. Terkadang, entepreneur adalah mereka yang berpikir di luar kebiasaan atau out of the box.

4. Berani mengambil risiko

Mengambil risiko adalah karakter lain dari entrepreneur karena mereka tak terbiasa berada di zona nyaman

5. Problem solving

Ini karena entrepreneur adalah harus mempu menganalisa dan menyelesaikan masalah

Tujuan Entrepreneurship

Dikutip dari Gramedia.com, dalam memainkan usaha, ketika seorang wirausahawan membuat perencanaan, pasti memiliki tujuan. Besar ataupun kecil, kegiatan kewirausahaan adalah berdampak pada kehidupan.

Tujuan kewirausahaan adalah sebagai berikut:

1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil

Suatu kegiatan kewirausahaan yang muncul, pasti melibatkan banyak orang untuk mendukung berjalannya suatu usaha. Keterlibatan sumber daya manusia ini, boleh diakui secara langsung atau tidak, akan membentuk karakter-karakter baru sebagai pelaku usaha.

Di masa pandemi ini, banyak sektor ekonomi berhenti, akibatnya banyak sumber daya manusia kehilangan sumber pendapatan.

Saat ini, yang dibutuhkan adalah sebuah kegiatan kewirausahaan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Jika kegiatan ekonomi kerakyatan ini didukung penuh, maka lapangan pekerjaan baru akan terbuka, dan perekonomian masyarakat juga terbantu.

2. Kesejahteraan Masyarakat Terangkat

Lesunya perekonomian akibat pandemi, berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan dalam masyarakat. Namun masih adanya beberapa kegiatan ekonomi yang berjalan lewat entepreneur adalah diharapkan mampu memberikan sokongan bagi perekonomian nasional.

3. Menumbuhkan Semangat Berinovasi

Ketika seseorang dalam kondisi suatu tekanan tertentu, kadangkala akan memicu semangat berpikir yang berbeda dengan sebelumnya. Tidak jarang, inovasi-inovasi baru akan muncul dari kondisi yang semacam ini.

Ciri-ciri Seorang Entrepreneur

Berikut kami berikan ciri seorang entrepreneur yang membedakannya dengan karyawan biasa.

1. Memiliki Mimpi Besar

Seorang entrepreneur selalu memiliki mimpi besar, mereka mulai menjalankan bisnisnya karena adanya motivasi untuk mencapai mimpi besar mereka. Mimpi yang mereka miliki, menjadi tujuan dari semua usaha yang dilakukannya.

Sehingga dalam mengambil keputusan, seorang entrepreneur akan menyesuaikannya dengan mimpi yang dimilikinya. Jadi segala peluang usaha yang dijalankannya akan lebih terarah, dan berhasil mencapai kesuksesan.

Mimpi seorang entrepreneur bukan sekedar menjadi seorang pegawai, namun ia memiliki cita–cita besar untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat memberdayakan masyarakat.

2. Pandai Mengatasi Ketakutannya

Semua orang memilki rasa takut, rasa takut muncul ketika mereka membayangkan sesuatu kegagalan yang akan dihadapinya. Bahkan banyak orang yang masih takut untuk mengambil resiko, namun hal ini tidak berlaku bagi seorang entrepreneur.

Mereka pandai dalam mengelola ketakutannya dan menumbuhkan keberanian untuk meninggalkan segala kenyamanan yang ada.  Mereka memilih menghadapi sebuah resiko dan berjuang menaklukan rasa takutnya.

Namun keberanian untuk menghadapi resiko tetap disertai dengan perhitungan dan perencanaan yang matang. Sehingga seorang entrepreneur bukan hanya berani nekat saja, tetapi juga berani bertanggungjawab atas keputusan yang telah diambilnya.

3. Mempunyai Cara Pandang Yang Berbeda

Seorang entrepreneur memiliki cara pandang yang unik dan berbeda dengan kebanyakan orang pada umunya. Mereka selalu memandang masalah, kesulitan, keadaan lingkungan sekitar, perubahan trend dan kejadian yang sedang dihadapinya saat ini, untuk memunculkan kreativitas guna menciptakan ide–ide bisnis dan konsep bisnis yang memiliki prospek cukup cerah. 

Selain itu segala kejadian yang ada di sekitarnya menjadi ide bagi mereka untuk dijadikan peluang yang menguntungkan. Dan setelah mereka menemukan berbagai ide cemerlang selanjutnya dijadikan sebagai peluang usaha baru yang menjadi impiannya. Itulah mengapa mereka memiliki cara pandang yang berbeda karena mereka yakin setiap oranfg memiliki potensi yang besar dan setiap manusia mampu melakukan hal-hal besar.

5. Menyukai Tantangan

Banyak orang yang memilih untuk bertahan di zona aman, namun bagi seorang entrepreneur itu tidak berlaku. Mereka tidak suka berlama–lama dengan kegiatan monoton yang tidak memberikan perubahan yang lebih baik. Mereka lebih menyukai akan hal-hal baru yang mungkin memberikan ide baru yang mampu memberikan perubahan yang lebih besar.

Seorang entrepreneur lebih suka menggunakan kreativitasnya untuk menjadikan tantangan yang dihadapinya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan kebanyakan entrepreneur menganggap tantangan adalah peluang besar bagi mereka.

6. Mempunyai Keyakinan Yang Kuat

Seorang entrepreneur memiliki keyakinan bahwa sebenarnya kegagalan itu tidak ada. Bagi mereka kegagalan adalah kesuskesan yang tertunda. Menurut mereka yang ada hanya rintangan besar, sangat besar dan rintangan kecil.

Kegagalan hanya muncul pada orang yang tidak berusaha mencari jalan keluar dari masalahnya. Namun dengan menganggap bahwa semuanya hanya rintangan, entrepreneur selalu optimis bahwa semua rintangan bukan akhir dari segalanya dan pasti ada jalan keluar untuk menghancurkan rintangan tersebut.

7. Selalu Melakukan Yang Terbaik

Selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik guna memberikan hasil yang terbaik pula bagi para konsumennya. Bukan hanya itu saja namun mereka juga memikirkan bagaimana cara mengupgrade kemampuan dalam diri. Melihat  kekurangan apa yang ada dalam dirinya, apa saja yang harus diperbaiki dan rubah. 

Itu yang selalu ada dalam diri seorang entrepreneur, mereka cenderung perfectionist. Mereka tidak puas dengan apa yang telah dicapai karena mereka akan selalu menginginkan sesuatu yang baru dan terus ingin berkembang menjadi yang terbaik dan terbaik. Dan hal paling utama bagi mereka adalah memiliki tujuan untuk mencari cara yang terbaik agar konsumennya tidak merasa kecewa dengan pelayanan yang telah diberikannya.

8. Disiplin Waktu Untuk Pencapaian target

Disiplin menjadi hal penting bagi seorang entrepreneur, bagi mereka waktu yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money ” karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang entrepreneur selalu disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.

9. Memiliki Kemampuan Untuk Memimpin

Seorang entrepreneur merupakan pemimpin bagi dirinya sendiri dan pemimpin bagi para karyawannya. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, kamu dapat memotivasi diri sendiri dalam hal pengambilan keputusan. Selain itu ketika menjadi seorang entrepreneur, maka secara tidak langsung kamu juga harus siap menjadi pemimpin yang baik bagi para karyawanmu, karena mereka berkaca pada dirimu. Jadilah teladan yang baik bagi karyawanmu, dan dorong mereka agar dapat memberikan yang terbaik bagi para para konsumen.

10. Pantang Menyerah

Seorang entrepreneur memiliki visi dan semangat juang yang besar. Mereka tak akan kalah dan mudah menyerah akan adanya beberapa tantangan persaingan pasar.

Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya. Jika menemui jalan buntu, seorang entrepreneur tidak akan diam begitu saja menerima kegagalan.

Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih impiannya. Seorang entrepreneur percaya akan keyakinannya, meski terkadang ada kendala ataupun resiko-resiko kegagalan sering mereka jumpai mereka akan terus berusaha bangun dan berusaha keras meneruskan mimpi dan usahanya. Mereka percaya akan keyakinannya yang mengatakan ketika pintu satu tertutup maka akan ada pintu-pintu lainnya yang terbuka.

Tipe-tipe Enterpreneur

Setiap enterpreneur memiliki cara, prinsip, dan motivasi mereka masing-masing dalam menggapai tujuan. Mengutip BusinessTown, terdapat empat tipe enterpreneur yang kerap ditemukan, yakni:

1. The World Changer

Mereka yang tergolong dalam tipe ini membangun bisnis dengan tujuan membuat dunia menjadi lebih baik. The world changer percaya bisnisnya bisa berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Mereka fokus pada apa yang bisa mereka berikan kepada masyarakat. Di samping itu, tipe the world changer memahami konsep masyarakat, keseimbangan dan empaty.

2. The Survivor The survivor

Mengacu pada mereka yang ingin membangun bisnis dan sistemnya sendiri guna mencapai financial freedom. Seorang dengan tipe ini tak segan untuk resign dari kantornya demi membangun dan mewujudkan ide bisnisnya.

3. The Visionary The visionary

Selalu memiliki ide-ide inovatif yang berlum pernah terpikirkan sebelumnya oleh banyak orang. Selain fokus pada masa sekarang, orang dengan tipe ini memikirkan dan berharap bisnisnya bisa berkembang dan bersaing di masa depan.

4. The Strategist The strategist

Mengacu pada mereka yang memiliki pemahaman mendalam tentang bisnis yang digeluti hingga ke detail-detailnya. Mereka yang tergolong tipe ini memiliki perencanaan, strategi, dan analisis yang mendalam.

%d blogger menyukai ini: