Apa Itu Kontraktor? Jenis Jenis Perusahaan Kontraktor Dan Cara Membangun Perusahaan Kontraktor

JasindoPT.com – Artikel ini membahas tentang perusahaan jasa kontruksi atau sering disebut kontraktor yaitu Apa itu kontraktor? Jenis jenis perusahaan kontraktor, pengertian kontraktor, pengertian sub kontraktor, cara mendirikan perusahaan kontraktor, cara memilih perusahaan kontraktor yang baik, perbedaan kontraktor dan pemborong.

Kontraktor sering diidentikkan dengan orang yang menjalankan usaha di bidang jasa konstruksi, oleh karena itu sering kali disamakan dengan pemborong.

Layanan yang ditawarkan bisa berupa konsultasi konstruksi, seperti pengkajian, perencanaan, perancangan, pengawasan, dan manajemen penyelenggaraan konstruksi bangunan.

Selain itu, kontraktor juga bisa melayani pekerjaan konstruksi, seperti pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali sebagian atau keseluruhan bangunan gedung maupun bangunan sipil.

Dalam pekerjaan konstruksi biasanya seorang kontraktor akan terspesialisasi, misalnya pekerjaan instalasi, konstruksi khusus, konstruksi prapabrikasi, penyelesaian bangunan, dan penyewaan peralatan.

Perusahaan konstruksi atau kontraktor memainkan peran yang cukup penting dalam pembangunan infrastruktur berupa jalan raya, jalan tol, jalur kereta, bandar udara, pelabuhan, waduk, bendungan, pembangkit listrik, hingga pos batas negara.

Kontraktor juga harus memastikan kalau para pekerjanya telah mengantongi sertifikasi. Hal ini ditujukan supaya pekerjaan yang dihasilkan lebih terjamin dan kasus kecelakaan di proyek konstruksi dapat diminimalisasi.

Apa Itu Kontraktor ?

Daftar Isi:

  1. Pengertian Kontraktor
  2. Cara Perusahaan kontraktor mendapatkan proyek antara lain:
  3. Pengertian Sub Kontraktor
  4. Berita Penting! Wajib Diketahui
  5. Cara Memilih Kontraktor Yang Baik
  6. Kesimpulan

Apa itu kontraktor? Mengutip dari laman Wikipedia: Kontraktor bersinonim dengan kata Pemborong. “Kontraktor” berasal dari kata “kontrak” yang artinya surat perjanjian atau kesepakatan kontrak bisa juga berarti sewa, sehingga kontraktor bisa disamakan dengan orang atau suatu badan hukum atau badan usaha yang dikontrak atau disewa untuk menjalankan proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak yang dimenangkannya dari pihak pemilik proyek yang merupakan instansi/lembaga pemerintahan, badan hukum, badan usaha, atau perorangan yang telah melakukan penunjukan secara resmi berikut aturan-aturan penunjukan dan target proyek ataupun order/pekerjaan yang dimaksud tertuang dalam kontrak yang disepakati antara pemilik proyek (owner) dengan kontraktor pelaksana.

Wilayah bidang usaha kontraktor sebenarnya sangat luas dan setiap kontraktor memiliki fokus usaha dan spesialisasi di bidangnya masing-masing, misalnya:

  1. Kontraktor bangunan penyedia jasa pelaksana kontruksi
  2. Kontraktor bidang jasa pengadaan tenaga kerja
  3. Kontraktor bidang pertahanan dan militer
  4. Dan lain-lain (Wikipedia)

Pengertian Kontraktor

Kontraktor sering disamakan dengan pemborong itu karena menangani bidang yang sama yaitu bergerak di bidang jasa konstruksi. Jadi kontraktor sering disebut juga pemborong.

Definisi Lain kontraktor berasal dari Kontrak yang artinya surat perjanjian atau kesepakatan kontrak bisa juga berarti sewa.

Kontraktor bisa berarti sebagai orang atau suatu badan hukum atau badan usaha yang di kontrak untuk menjalankan sebuah proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak perjanjian atau kesepakatan oleh pihak pemilik proyek. 

Pemilik proyek dapat berupa instansi atau lembaga pemerintahan, badan hukum, badan usaha, maupun perorangan yang telah melakukan penunjukan secara resmi dengan aturan penunjukan.

Target proyek atau order pekerjaan yang tertuang dalam kontrak yang telah disepakati bersama antara pemilik proyek dengan kontraktor pelaksana. 

Jadi Apa yang dimaksud dengan Kontraktor ?

Arti kata Kontraktor berasal dari kata “Kontrak” yang artinya surat perjanjian atau kesepakatan kontrak bisa juga berarti sewa. 

Istilah tersebut merujuk pada tenaga profesional yang memberikan keterampilan atau layanan kepada perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Pekerjaan kontraktor dibatasi oleh waktu penyelesaian, biaya, dan hal-hal yang harus diselesaikan sesuai kontrak.  

Misal didalam pembangunan sebuah apartemen, kontraktor adalah pihak yang bertanggung jawab melaksanakan semua atau sebagian pekerjaan konstruksi.

Mereka akan bertanggung jawab menyediakan semua material, tenaga kerja, peralatan (seperti kendaraan teknik dan perkakas), dan layanan yang diperlukan untuk pembangunan proyek.  

Cara Perusahaan kontraktor mendapatkan proyek antara lain:

  1. Ditunjuk langsung oleh pemilik proyek untuk mengerjakan pembangunan.
  2. Melalui lelang yang diselenggarakan oleh pemilik proyek. Pemenang lelang merupakan kontraktor yang mengajukan harga terbaik dan produk berkualitas serta memenuhi kriteria yang ditetapkan pemilik proyek. 

Pengertian Sub Kontraktor

Sub kontraktor yaitu orang atau badan hukum yang memborong pekerjaan spesialis tertentu pada kontraktor utama.

Misalnya dalam pelaksanaan proyek gedung bertingkat tinggi ada yang namanya sub kontraktor listrik, besi, bekisting, arsitektur, dan lain sejenisnya. 

Jadi, Kontraktor adalah tenaga profesional yang memberikan keterampilan atau layanan kepada perusahaan untuk jangka waktu tertentu.   

Note: Kontraktor bisa merujuk pada orang yang memiliki kemampuan dalam bidang jasa konstruksi maupun orang yang mengelola badan usaha jasa konstruksi.

Seorang kontraktor bisa memulai kariernya dengan menjalankan bisnis jasa konstruksi perorangan, kemudian meningkatkan skala usahanya menjadi badan usaha.

Berita Penting! Wajib Diketahui

  • Mengutip Kompas, saat ini kontraktor kecil diizinkan ikut lelang pengadaan barang dan jasa yang nilainya mencapai Rp 10 miliar. Kontraktor menengah bisa ikut proyek pengadaan senilai Rp 10-100 miliar. Sementara kontraktor besar hanya diperbolehkan ikut proyek bernilai lebih dari Rp 100 miliar.
  • Untuk bisa mengikuti lelang proyek, kontraktor wajib menggandeng pemasok bahan baku. Melansir Bisnis.com, para perusahaan spesialis harus ikut bersama kontraktor dalam satu dokumen lelang. Jadi kontraktor bukan cuma menyampaikan informasi rencana pasokan bahan bakunya saja.
  • Disadur dari Tempo, kontraktor punya kewajiban untuk mempekerjakan tenaga terampil seperti mandor, operator, teknisi, pengawas, juga ahli kesehatan dan keselamatan kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi.
  • Kontraktor harus mampu menggunakan teknologi agar memiliki peluang untuk bersaing mendapatkan pekerjaan. Selain itu, kontraktor juga harus mengedepankan kualitas yang unggul, ketepatan waktu, dan efisiensi biaya, seperti dikutip dari Okezone.com.

Jenis Jenis Kontraktor di Indonesia

Di Indonesia, ada beberapa jenis kontraktor yang umum membantu dalam sebuah proyek. Mereka adalah:

1. Kontraktor Bidang Arsitektural

Kontraktor yang mencakup bangunan dengan teknologi sederhana, teknologi menengah, dan teknologi canggih. Selain itu, ada pula arsitektur untuk bagian interior properti, lanskap properti, dan perawatan properti.

2. Kontraktor Bidang Sipil

Kontraktor bidang sipil biasanya mengerjakan pembuatan jembatan, jalan, jalur kereta api, landasan pesawat, jalan bawah tanah, terowongan, bendungan, saluran drainase, dan jalur pengairan. 

3. Kontraktor Bidang Lingkungan

Bidang tata lingkungan mencakup rencana penataan kota, analisis dampak properti pada lingkungan, teknik lingkungan, pengolahan air bersih dan limbah, juga perawatannya.

4. Kontraktor Bidang Elektrikal

Bidang elektrikal yang berkaitan dengan kelistrikan, mulai dari instalasi pembangkit listrik, instalasi listrik, jaringan transmisi dan distribusi, sinyal, juga telekomunikasi.

5. Kontraktor Bidang Mekanikal

Bidang mekanikal yang mencakup instalasi AC, instalasi industri, instalasi minyak atau gas, pembuatan lift dan eskalator, pipa air, dan perawatannya. 

Perbedaan Kontraktor dan Pemborong 


Apa perbedaan kontraktor dan pemborong? Banyak orang yang menyamakan istilah kontraktor sebagai pemborong. Keduanya memang berfungsi untuk menjalankan proyek pekerjaan yang diminta oleh pemilik proyek. Namun, keduanya merupakan hal yang berbeda. 

Berikut ini beberapa perbedaan dari kedua hal tersebut di dalam dunia properti: 

  • Sistem kerja kontraktor berdasarkan kontrak tertulis, tetapi pemborong bekerja berdasarkan perjanjian lisan. 
  • Kontraktor selalu berbadan hukum, sedangkan pemborong belum berbadan hukum. 

Layanan Yang Disediakan Jasa Kontraktor 

Berikut ini adalah jenis jasa yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan jasa bangunan tersebut,

1. Jasa Bangunan 

Seringkali perusahaan jasa ini akan menggunakan alat-alat berat untuk mengerjakan jasa yang satu ini. Pihak mereka akan menawarkan jasa bangunan mencakup:

  1. Pembersihan lahan.
  2. Penggalian tanah untuk pembuatan pondasi.
  3. Pembuatan sumur resapan.

2. Jasa Desain

Jasa desain yang ditawarkan oleh perusahaan meliput survei lahan dan memberikan jasa desain, mulai dari desain interior, eksterior, hingga fasilitas-fasilitas yang ada di properti tersebut.

Desain tersebut juga akan dibuat sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan anggaran pemilik proyek.

3. Jasa Renovasi dan Remodelling

Terakhir, jasa yang paling sering digunakan adalah renovasi dan remodelling seperti perbaikan dan pembongkaran pada properti.

Renovasi yang dikerjakan dapat berupa perombakan di area interior, eksterior, maupun fasilitas properti. 

Tugas dan Tanggung Jawab Kontraktor

Tugas dan tanggung jawab seorang kontrak berdasarkan pada pemilik proyek atau pun owner pekerjaan yang telah terlaksanakan oleh kontraktor tersebut.

Pekerjaan atau proyek tersebut akan diawasi oleh tim pengawas atau konsultan yang biasanya sudah bekerja atau ditunjuk oleh pemilik ataupun owner.

Jika terjadi suatu masalah dalam pelaksanaan proyek maka kontraktor dapat juga berkonsultasi kepada tim pengawas. Sebelum pekerjaan dimulai, pekerjaan desain proyek harus betul-betul sudah benar dengan tidak ada kekeliruan sekecil apapun. Adapun tugas dan tanggung jawab dari kontraktor yaitu: 

  1. Pekerjaan pelaksanaan konstruksi harus sesuai dengan peraturan dan spesifikasi yang telah terencana berdasarkan isi dalam kontrak atau kesepakatan. 
  2. Mengupdate laporan perkembangan pelaksanaan proyek atau progress, kepada pemilik proyek dalam halnya yaitu laporan harian, mingguan, serta bulanan. Isi laporan tersebut biasanya meliputi beberapa hal antara lain yaitu, pelaksanaan pekerjaan, perkembangan kerja yang telah tercapai. Jumlah tenaga kerja yang ada, serta pengaruh alam seperti cuaca dan sebagainya. 
  3. Terlaksana jadwal pekerjaan sesuai dengan rencana. 
  4. Menyediakan tenaga kerja, bahan, tempat  demi kelancaran pelaksanaan pekerjaan tersebut. 
  5. Menjaga seluruh alat yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut. 

Peran dan Tanggung Jawab

  1. Melaksanakan pembangunan bekerja sesuai dengan peraturan dan spesifikasi yang telah direncanakan dan ditentukan di dalam kontrak Perjanjian Pemborongan
  2. Memberikan laporan kemajuan proyek meliputi laporan harian, mingguan, dan bulanan kepada pemilik proyek
  3. Menyediakan tenaga kerja, bahan, peralatan, tempat kerja, dan alat-alat pendukung lainnya yang digunakan mengacu pada gambar dan spesifikasi set memperhatikan waktu, biaya, kualitas dan pekerjaan keamanan
  4. Bertanggung jawab atas kegiatan pembangunan dan metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan
  5. Menjalankan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Jenis Jenis Kontraktor Berdasarkan Skala Besar dan Kemampuan Yang dimiliki

Secara umum kontraktor terbagi menjadi tiga tingkatan besar yaitu kontraktor kecil, menengah dan besar. Hal ini tergantung dengan segmen pasar dan nilai kontraknya bahkan teknologi yang digunakan.

1. Skala Kecil

Kontraktor K-1. Termasuk pada kontraktor berskala kecil. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 1 miliar.

Kontraktor K-2. Termasuk pada kontraktor berskala kecil. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 1,75 miliar.

Kontraktor K-3. Termasuk pada kontraktor berskala kecil. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 2,5 miliar.Skala Menengah

2. Skala Menengah

Kontraktor M-1. Termasuk pada kontraktor berskala menengah. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 10 miliar.

Kontraktor M-2. Termasuk pada kontraktor berskala menengah. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 50 miliar.

3. Skala Besar

Kontraktor B-1. Termasuk pada kontraktor berskala besar. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak maksimal Rp 250 miliar.

Kontraktor B-2. Termasuk pada kontraktor berskala besar. Menangani pekerjaan dengan nilai kontak tidak terbatas.

Perhatikan! Cara Memilih Kontraktor yang Baik


Menggunakan perusahaan jasa bangunan menjadi pilihan yang paling realistis dan efektif untuk membangun rumah impian. Apalagi saat ini jasa tersebut bisa dengan mudah ditemukan. 

Namun, sebaiknya Anda harus berhati-hati ketika memilih kontraktor. Setidaknya, ada beberapa ciri jasa yang berkualitas, berikut ini diantaranya:

Cara Memilih Kontraktor Yang Baik

1. Memiliki Identitas dan Kontak Jelas

Namanya perusahaan profesional, sudah seharusnya memiliki identitas yang jelas. Identitas ini berupa nama perusahaan yang punya legalitas, kontak yang mudah dihubungi, dan alamat yang bisa didatangi. 

Nah, jika anda menemukan perusahaan yang tidak memiliki kualitas-kualitas tersebut, lebih baik tidak perlu membuang-buang waktu dan carilah perusahaan lain yang mempunyai kejelasan.

2. Rekam Jejak dan Portofolio Bisa Dilacak 

Ciri paling mudah untuk menentukan profesionalisme perusahaan tersebut adalah dengan melihat portofolio dan klien yang sudah pernah mereka kerjakan. 

Jika mereka telah bekerja sama dengan banyak klien-klien dan punya bukti hasil pengerjaan yang berkualitas, Anda tidak perlu terlalu meragukan kontraktor tersebut.  

3. Perhitungan Harga Transparan

Penawaran harga dari perusahaan sangatlah penting ketika menggunakan jasa mereka. Sebaiknya, menghindari dan jangan pernah tergiur dengan perusahaan yang menawarkan harga yang sangat murah dan tidak masuk akal. Bahkan, harga penawaran, jauh di bawah harga pasaran untuk jasa dan material. 

Selain itu, jangan pernah juga mencoba-coba mempercayakan rumah Anda kepada perusahaan atau pihak yang memberikan penawaran-penawaran terkait material bangunan yang harganya terlalu tinggi dari harga pasar. 

4. Memperhatikan Keselamatan Pekerja 

Profesionalisme dari Perusahaan Kontraktor harus memperhatikan K3 yaitu keselamatan dan keamanan pekerjanya di lokasi proyek.

Mewajibkan pekerjanya menggunakan helm, sepatu boot, dan rompi keselamatan, membayar upah tepat waktu, memberi tempat tinggal yang layak, makanan, minuman, dan kondisi kerja yang aman. 

Bila aspek-aspek ini tidak terpenuhi, bukan tidak mungkin para pekerja akan berpotensi untuk kabur atau tidak jujur.  

Pentingnya Memilih Perusahaan Kontraktor Terpercaya

Anda pasti pernah mendengar ada kontraktor yang kabur sebelum proyek selesai. Ada pula kasus dimana hasil konstruksi yang tidak sepadan dengan nilai sebuah proyek. Jika hal tersebut terjadi, maka bisa dipastikan bahwa kontraktor tersebut tidaklah terpercaya.

Maka dari itulah sangat penting bagi Anda untuk mendapatkan informasi perusahaan mana saja yang bisa dipilih untuk menjalankan proyek Anda. Beberapa perusahaan di atas bisa jadi rekomendasi bagi Anda.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah alasan kenapa memilih kontraktor terpercaya sangat penting. Anda yang akan menjalankan proyek sangat penting untuk mengetahuinya :

  • Pekerjaan bisa lebih cepat selesai: Perusahaan kontraktor akan bekerja sesuai dengan tenggat waktu dan rencana yang ditentukan. Hal ini didukung dengan tim yang berpengalaman, alat yang lengkap dan suplier yang terpercaya pula.
  • Membantu menghemat waktu dan biaya: Nyatanya, jasa kontraktor bisa meunangkan ide dan gagasan agar biaya atau budget yang diguyurkan tidak melebihi anggaran. Hal ini tentu menguntungkan Anda dalam membangun proyek Anda dengan lebih hemat lagi.
  • Tidak akan takut tertipu: Kontraktor terpercaya memiliki legalitas yang pasti. Hal ini membuat mereka bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab dalam setiap proyek yang dikerjakan.

Contoh Perusahaan Kontraktor Terbesar di Indonesia

Di Indonesia, ada banyak perusahaan yang sudah terlibat dalam banyak proyek raksasa. Berikut ini beberapa diantaranya: 

PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

PT Adhi Karya adalah salah satu perusahaan terbesar milik pemerintah yang sudah berdiri sejak tahun 1960. Perusahaan ini bergerak dalam jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, properti, real estate dan EPC (engineering, procurement & construction). 

Proyek-proyek infrastrukturnya mencakup jalan, jembatan, saluran irigasi, pembangkit listrik dan pelabuhan, gedung pencakar langit, hotel, rumah sakit hingga sekolah.

PT Hutama Karya (Persero)

Perusahaan terbesar berikutnya adalah PT Hutama Karya. Berdiri di bawah naungan BUMN, PT Hutama Karya menunjukkan karyanya melalui konstruksi bangunan bernilai sejarah seperti Gedung MPR RI dan Monumen Patung Dirgantara di Jakarta. 

Perusahaan ini juga membangun infrastruktur dengan konstruksi berteknologi tinggi berupa jembatan bentang panjang seperti Jembatan Ampera di Palembang.

PT Total Bangunan Persada Tbk.

Diresmikan pada tahun 1970, 11 tahun kemudian nama perusahaan ini berubah menjadi PT Total Bangunan Persada Tbk. 

Hasil karya perusahaan ini selama 40 tahun antara lain adalah JIExpo Convention and Theatre, ICE BSD, Menara Astra, Menara Kompas, BRI BSD Tower, dan lain-lain.

PT PP (Persero) Tbk.

Didirikan pada tahun 1953 dengan nama N.V Pembangunan Perumahan, saat itu perusahaan dipercaya untuk membangun rumah bagi para petugas PT Semen Gresik Tbk. 

Setelah itu, perusahaan ini membangun berbagai proyek seperti Hotel Indonesia, Ambarrukmo Palace Hotel, dan Samudra Beach Hotel.  

Cara Membangun Perusahaan Kontraktor


Anda mungkin tertarik membangun perusahaan (bisnis) kontraktor? Jangan takut kawan! Menjadi seorang kontraktor dapat dilakukan siapa saja. Asal ia memiliki keinginan belajar yang kuat meski masih minim dengan pengalaman.

Apabila Anda ingin masuk pada bisnis kontraktor, maka sebaiknya lakukan pekerjaan sederhana terlebih dahulu. Misalnya dengan membangun rumah tempat tinggal dan ruko.

Bisnis ini akan sukses ditapaki apabila Anda mengetahui berbagai tips bisnis kontraktor pada ulasan di bawah ini. Meskipun tidak memiliki teknologi tinggi serta analisis yang kompleks, bisnis kontraktor akan tetap menguntungkan. Berikut informasi selengkapnya:

1. Mencari Pengalaman dengan Bekerja pada Perusahaan Kontraktor

Bisnis kontraktor dapat Anda mulai dengan bekerja pada perusahaan kontraktor terlebih dahulu. Waktu riwayat kerja satu sampai lima tahun sudah cukup sebagai bekal untuk mengetahui gambaran sederhana mengenai bisnis properti. Dengan mengawali bekerja pada perusahaan, maka akan ada ide dan strategi untuk menjalankan usaha.

2. Membangun Relasi dengan Pihak Lain

Saat bekerja di perusahaan tersebut, Anda harus memanfaatkan waktu membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak. Mulai dari pemasok, klien, dan juga arsitek. Untuk membangun relasi yang kuat, sebaiknya, selesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. Sehingga, pihak luar tersebut memiliki keinginan kembali untuk bekerja sama lagi.

3. Menyusun Rencana Bisnis

Sangat penting untuk menyusun rencana bisnis terlebih dahulu sebelum benar-benar merealisasikan bisnis kontraktor tersebut. Sehingga, Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan usaha dan tujuan bisnis dapat tercapai.

4. Mendapatkan Izin Usaha

Untuk menjadi seorang kontraktor yang sukses, tentu saja harus memiliki izin usaha. Sehingga, sebelum benar-benar mendirikannya, maka daftarkan perusahaan agar mendapatkan izin usaha. Dengan izin usaha ini, maka klien akan lebih percaya pada perusahaan Anda. Dengan begitu, bisnis kontraktor pun akan jadi lebih berkembang, lancar, serta sukses.

Anda dapat memilih mendirikan CV atau PT. CV adalah perusahaan yang tidak memiliki badan hukum. Sedangkan PT merupakan perusahaan yang memiliki badan hukum. Aturan mengenai pendirian PT ada pada Undang Undang PT nomor 40 tahun 2007 mengenai perseroan terbatas.

Untuk CV sendiri tidak terdapat aturan khusus tentangnya. PT dapat digunakan untuk ragam jenis kegiatan usaha. Sedangkan CV hanya bisa melakukan kegiatan usaha yang terbatas seperti pembangunan, perbengkelan, perindustrian. perdagangan, percetakan dan jasa, pertanian, dan sebagainya.

5. Mengkaji Pinjaman Usaha Industri

Di dunia bisnis kontraktor ini, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Termasuk untuk membeli bahan baku material, membayar sub kontraktor, membayar tenaga kerja, dan masih banyak lagi. Pinjaman usaha akan menjamin perputaran uang di dalam bisnis sehingga akan berjalan lebih baik.

Modal untuk bisnis kontraktor tergantung pada jenis usahanya. Namun, secara umum, bisnis ini membutuhkan biaya awal sekitar 10 hingga 50 juta untuk jenis perusahaan CV maupun PT.

Akan tetapi, berdasar pada ketentuan Undang-Undang, modal dasar dari perseroan terbatas adalah Rp 50.000.000,- kecuali ditentukan lain oleh undang-undang mengenai pelaksanaan kegiatan usaha di wilayah Indonesia.

Dari modal ini, minimal 25%-nya harus sudah ditempatkan dan disetor oleh pendiri PT atau pemegang saham perseroan. Modal tambahannya meliputi menyewa kantor perusahaan , merekrut karyawan, serta modal cadangan untuk kebutuhan pelaksanaan proyek.

Pada kenyataannya saat melakukan pinjaman modal kepada bank atau investor, Anda harus menyiapkan laporan keuangan yang bisa meyakinkan mereka atas bisnis yang Anda bangun. Laporan keuangan adalah pertimbangan utama yang bisa untuk menentukan sehat atau tidaknya keuangan suatu bisnis dan peluang pengembangannya di masa depan.

6. Memperluas Bisnis Kontraktor

Tips selanjutnya untuk bisa menjadi pengusaha kontraktor yang sukses adalah dengan memperluas bisnis. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan mendaftar dalam tender proyek serta lebih proaktif pada peluang kerja yang tersedia.

7. Tak Berhenti Melakukan Promosi

Untuk menjadi kontraktor yang hebat, Anda harus senantiasa melakukan promosi. Sehingga, jasa usaha kontraktor yang Anda bangun lebih mudah dikenal masyarakat dan banyak manfaatkan.

Beberapa media yang dapat Anda gunakan untuk mempromosikan bisnis kontraktor meliputi majalah, brosur, media elektronik, surat kabar, situs perusahaan, dan secara online. Untuk melakukan promosi, sebaiknya buat lah iklan yang semenarik mungkin. Sehingga, orang-orang akan lebih tertarik pada kualitas perusahaan Anda.

Bisnis kontraktor bukan tidak mungkin dilakukan oleh setiap orang. Asalkan mau belajar dan meningkatkan kompetensi setiap waktu. Namun, Anda juga mesti menyadari bahwa ada hambatan dan bukan tidak mungkin adanya kegagalan. Dengan meningkatnya keinginan orang maupun lembaga dalam membangun properti, maka peluang usaha ini sangat layak untuk dimasuki.

Kesimpulan

1. Kontraktor adalah Perusahaan yang sudah berbadan hukum bergerak di bidang jasa konstruksi seperti pembangunan gedung, jalan raya, bandara, dll.

2. Pemborong adalah profesional yang dipekerjakan oleh kontraktor atau perorangan untuk mengerjakan pembangunan rumah, gedung, jalan, dll.

3. Membangun bisnis apapun tentunya membutuhkan komitmen dan tingkat kedisiplanan yang tinggi, tidak terkecuali pada bisnis kontraktor.

%d blogger menyukai ini: