Pengertian Metode Pembayaran Turn Key Project dan Metode Termin

Jasindopt.com – Halo sobat Kontraktor & Developer, dalam proyek konstruksi ada berbagai macam metode pembayaran salah satunya metode pembayaran Termin dan Turn Key Project. Salah satu hal yang penting dalam Surat Perjanjian dengan Kontraktor Bangunan atau kontrak konstruksi adalah pasal tentang term pembayaran, seperti apakah akan diberikan Down Payment (DP) atau uang muka atau tidak, jika ada berapa besarnya, berapa besar dan lama retensi atau masa pemeliharaan, dan bagaimana cara pembayarannya. Baik menerima DP atau tidak, secara umum terdapat 2 macam cara pembayaran kontraktor bangunan yaitu sistem termin dan sistem turn key. 

Metode Termin

Metode Termin adalah pembayaran akan dilakukan sesuai dengan progress pekerjaan di lapangan. Sistem termin ini ada 2 macam, yaitu progress payment dan monthly progress payment.

Apa bedanya? 
Pada sistem progress payment biasa sudah ditentukan progress pekerjaan tertentu akan dibayar dengan ketentuan tertentu yang dituangkan dalam kontrak.

Misalnya kumulatif progress pekerjaan di lapangan 25% maka akan dibayar 25%, kumulatif progress pekerjaan di lapangan 50% maka akan dibayar 25%, kumulatif progress pekerjaan di lapangan 75% maka akan dibayar 25%, progress pekerjaan di lapangan 100% maka akan dibayar 25%.

Karena berdasarkan progress maka kadang tidak setiap bulan kontraktor akan menerima pembayaran.
Sedangkan pada sistem monthly progress, berapa pun progress yang diperoleh pada setiap akhir bulan akan dibayar setiap bulannya.

Biasa dengan ketentuan progress minimum yang harus dicapai untuk dapat menerima pembayaran. 
Misal setelah bulan pertama progress 6% maka akan dibayar 6%, selama bulan kedua progress 10% maka akan dibayar 10%, dan seterusnya.

Keuntungan sistem monthly progress adalah jika setiap bulan progress di atas batas progress minimum maka kontraktor akan menerima pembayaran setiap bulan.

Dari sisi cashflow sistem ini yang paling baik untuk pihak kontraktor.
Jangan lupa dengan retensi yang biasa besarnya 5% dari nilai kontrak.

Retensi merupakan jaminan pemeliharaan yang akan dibayarkan setelah masa pemeliharaan yang disepakati dalam kontrak.

Umumnya masa pemeliharaan untuk proyek konstruksi adalah 180 hari kalender. Jadi pada saat pekerjaan selesai dan dilakukan serah terima pertama atau progress 100% sebenarnya kontraktor baru dibayar 95% dari nilai kontrak, sisanya yang 5% dari nilai kontrak sebagai retensi yang akan dibayarkan setelah serah terima kedua atau setelah masa pemeliharaan selesai.

Yang harus jelas di awal adalah bagaimana cara pembayaran dan berapa lama waktu prosesnya. Karena tidak sedikit pemilik proyek yang sangat lama proses pembayarannya. 
Umumnya setelah berkas penagihan termasuk progress lengkap diterima dengan baik, pemilik proyek akan melakukan pembayaran maksimum 2 minggu. Tetapi itu juga sangat tergantung dari cash flow pemilik proyeknya juga.

Metode Turn Key Project

Metode pembayaran Turn key project adalah metode pembayaran yang dilakukan oleh pengembang (developer) atau pemilik proyek properti terhadap kontraktor yang melakukan pembangunan properti. Biasanya pembayaran turn key project ini dilakukan saat pekerjaan telah selesai secara menyeluruh atau saat serah terima proyek dari kontraktor kepada pemilik properti.

Pengertian Turnkey Projek

Dengan sistem ini, pengembang jadi tidak memerlukan modal untuk melakukan pembangunan properti, karena pembiayaan pembangunan properti seluruhnya telah menjadi tanggungan kontraktor. Pada turn key project, modal yang diberikan dapat dalam bentuk material, biaya tukang, maupun membayar sub contractor. Jika Anda adalah seorang pengembang, turn key projek adalah salah satu cara yang dapat Anda gunakan untuk menyiasati modal pembangunan properti yang minim.

Dalam membangun sebuah proyek properti, pengembang sangat membutuhkan jasa kontraktor. Namun, terkadang banyak dari pengembang yang tidak memiliki modal untuk melakukan pembayaran pembangunan, akibat biaya pembangunan yang cukup mahal.

Salah satu menyiasati kesulitan ini adalah dengan sistem pembayaran turn key. Ya, turn key adalah sistem pembayaran yang dilakukan dengan pola pembayaran yang dilakukan dilakukan ketika pembangunan telah selesai secara menyeluruh.

Cara Kerja Turn key Projek

Dengan metode pembayaran turn key, pekerjaan pengembang akan menjadi lebih mudah. Karena dengan metode ini, pengembang hanya memberikan surat perintah kerja pada kontraktor agar kontraktor melakukan pembangunan properti hingga selesai.

Pada sistem ini, tugas lain pengembang juga hanya mengawasi jalannya pembangunan agar properti yang dibangun sesuai dengan detail dan tempo yang disepakati. Sedangkan pembelian material, pembayaran tukang, dan sebagainya diurus langsung oleh kontraktor. Jadi, pengembang tidak perlu pusing mengurus hal-hal tersebut. Namun, perlu dipahami bahwa pada sistem pembayaran turn key biasanya nilai harga jasa akan lebih besar dibandingkan dengan sistem pembayaran termin. 

Cara Menarik Kontraktor untuk mau Mengerjakan Turn Key Project

Meski sistem turn key menguntungkan, tidak banyak loh kontraktor yang mau menangani proyek ini. Hal ini dikarenakan beberapa kontraktor yang tidak memiliki modal awal sehingga tidak bisa melakukan pembangunan.

Salah satu hal yang dapat menarik kontraktor untuk mengerjakan turn key projek adalah dengan menawarkan harga yang tinggi. Ya, keuntungan lebih tentu sangat pantas diberikan pada kontraktor karena modal yang ditanggung oleh kontraktor di awal. Namun dengan harga yang tinggi, tentu dapat menarik hati para kontraktor untuk melakukan pembangunan properti dengan sistem turn key project.

Selain itu biasanya kontraktor juga akan mempertimbangkan track record pengembang. Ya, track record memanglah hal yang sangat penting, tidak hanya pada dunia properti, melainkan berbagai jenis transaksi. Tentu pengembang dengan track record yang baik lebih banyak dipercaya oleh kontraktor dibandingkan dengan pengembang yang belum memiliki track record.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa turn key project  memiliki keuntungan tersendiri bagi pengembang properti, antara lain :

1. Tidak Perlu Mengkhawatirkan Modal

Pada turn key projek, Anda tidak perlu mengkhawatirkan modal yang minim. Karena biaya pembangunan properti akan dibayarkan seluruhnya ketika properti telah selesai dibangun atau saat serah terima properti.

2. Pekerjaan Menjadi Lebih Mudah

Dengan sistem turn key projek, pekerjaan Pins sebagai pengembang juga menjadi lebih mudah. Anda hanya perlu mengawasi jalannya proyek pembangunan properti agar sesuai dengan detail dan tepat pada tempo yang telah disepakati dengan pemilik properti. Anda juga tidak perlu memikirkan pembelian material seperti pasir, semen, dan sebagainya. Karena hal ini juga akan diurus langsung oleh kontraktor yang menjalan proyek pembangunan properti tersebut.

3. Pembangunan Lebih Terjamin

Pada turn key project, pembangunan properti lebih terjamin. Mengapa? Karena pembayaran yang dilakukan diakhir, tentu kontraktor akan jauh lebih hati-hati dalam melakukan pembangunan.

Sehingga pembangunan properti akan lebih terjamin hingga pembangunan properti telah selesai. Jadi, beban pengembang juga sedikit berkurang dengan menggunakan sistem turn key projek ini. Itulah informasi mengenai apa itu turn key project, cara kerja, dan bagaimana cara menarik kontraktor untuk mengerjakannya. 

Jika Anda adalah seorang pengembang, penting bagi Anda untuk memperhitungkan setiap kemungkinan dalam pembangunan suatu proyek properti. Jangan sampai proyek melewati tempo yang telah disepakati dan menimbulkan kerugian untuk Anda dan pihak-pihak lainnya.

Demikian ulasan jasindopt.com tentang Term Pembayaran Kontraktor Bangunan Yang Sering Digunakan, semoga bermanfaat bagi Anda.

%d blogger menyukai ini: