Cara Menghitung Biaya Membangun Rumah

Jasindopt.com – Membangun Rumah Sendiri adalah cara paling banyak dilakukan orang menengah bawah, karena dapat menghemat biaya.

Namun, jika hal ini dilakukan tidak cermat bisa-bisa biaya jadi bengkak dan tidak sesuai harapan.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, kami menyajikan cara menghitung biaya bangun rumah sendiri. Sebelum kita bahas lebih lanjut mari kita simak dulu pengertian biaya membangun rumah.

Apa Itu Biaya Membangun Rumah?

Biaya membangun rumah adalah jumlah biaya yang diperlukan untuk membangun rumah. Istilah ini dalam bahasa konstruksi memiliki nama lain Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Definisi dari rencana anggaran biaya ialah rencana anggaran anggaran pengeluaran dalam membangun rumah.

Dinamakan rencana, karena dokumen ini dikeluarkan oleh kontraktor sebelum pelaksanaan konstruksi. Kontraktor menyusun rencana anggaran biaya jauh hari sebelum pelaksanaan membangun rumah.

Nilai dalam rencana anggaran biaya merupakan nilai keseluruhan total pembangunan rumah, dari tanah kosong hingga serah terima bangunan.

Kondisi bangunan rumah pada serah terima rumah oleh jasa kontraktor pada kondisi ; air sudah mengalir di semua kran air dan listrik sudah menyala di seluruh ruangan.

Membangun rumah memang butuh pengetahuan serta pengalaman. Dengan menghitung biaya bangun rumah sendiri, kamu bisa mempersiapkan dana sesuai dengan anggaran yang anda miliki. 

Sebelum membangun rumah, tentu anda harus menghitung anggaran biaya bangun rumah secara keseluruhan!

Ya, hal ini ternyata penting dilakukan sejak awal. Tidak sedikit orang yang merugi, menyesal bahkan tak sanggup membayar anggaran karena salah perhitungan.

Jangan sampai ini terjadi padamu!

Yuk, gambar dan hitung biaya bangun rumah sebelum memulai semuanya.

Ikuti tips dan simulasinya di bawah ini :

1. Rencanakan Dengan Matang

Melakukan perencanaan matang mengenai anggaran saat membangun rumah sangat penting dilakukan untuk memonitor penggunaan uang.

Jika ingin melakukannya secara mandiri, atur perkiraan berapa pengeluaran dana.

Di sisi lain, bila ingin bekerja sama dengan kontraktor, konsultasikan terlebih dulu soal dana yang dimiliki.

Membuat anggaran biaya rumah juga bertujuan untuk memantau harga material yang naik-turun, perangkat keras, perangkat halus, dan biaya tukang yang akan mengerjakan.

Dengan begitu, Anda bisa tahu perkiraan total anggaran yang diperlukan untuk membangun rumah idaman.

2. Membuat Anggaran Yang Jelas

Anggaran biaya bangun rumah dapat membantu kita dalam memiliki patokan perhitungan yang jelas.

Masukkan sedetail mungkin mulai dari desain, harga bangunan, serta tarif pekerja harian atau borongan.
Jangan sampai ada yang terlewat agar tidak kebobolan!

Justru, biaya tak terlihat seringkali membuat anggaran yang sudah dibuat makin membengkak. Seperti tenaga kerja dengan skill beda, tentu memerlukan perhitungan yang berbeda pula.

3. Gambarkan Simulasi Calon Hunian

Simulasi untuk menyusun perkiraan anggaran biaya membangun rumah biasa dilakukan oleh kontraktor. Biarpun begitu, Anda juga bisa melakukan perhitungan pribadi dengan langkah berikut:

  • Ukuran Rumah

Ukuran rumah harus ditentukan sejak awal. Begitu juga dengan desain awal rumah. Harus diketahui bahwa ukuran rumah tidak sama dengan luas tanah yang digunakan.

Jadi, ukuran rumah dan keseluruhan luas harus benar-benar diperhitungan dengan teliti dan cermat. Bila sudah mengetahui secara detail, maka perhitungan biaya bangun rumah bisa semakin akurat.

  • Hitungan Per Meter Persegi

Melakukan perhitungan anggaran per meter persegi ketika membangun rumah harus dilakukan secara menyeluruh.

Contohnya seperti untuk material bagian dinding, langit-langit, lantai, serta keperluan finishing.

Kedua perhitungan anggaran di atas, yaitu ukuran rumah dan anggaran per meter persegi dapat membantu memperkirakan berapa total anggaran biaya bangun rumah hingga selesai berdiri.

Tengok simulasi perhitungan anggaran di bawah ini…

Misalnya ukuran rumah:

  • Panjang x lebar (30 m x 10 m)= 300 m²
  • Total biaya membangun per meter persegi= Rp4.000.000
  • Total anggaran membangun rumah= ukuran rumah x total biaya membangun per m²

Jadi, perkiraan total anggaran membangun rumah menengah yang harus dipersiapkan adalah:

300 m² x Rp4.000.000 = Rp1,2 miliar

4. Menghitung Hidden Cost Dan Biaya di Luar Pembangunan

Hidden cost atau yang lebih sering disebut dengan biaya tak terduga adalah biaya yang kemunculannya secara tiba-tiba dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang yang membangun rumah adalah mereka tidak melakukan persiapan yang matang saat memulai membangun rumahnya.

Hal ini dapat berdampak buruk jika membangun rumah dijalankan atas spontanitas semata. Karena risiko yang dapat terjadi ialah pembangunan bisa ditunda.

Sesudah menghitung anggaran membangun rumah dan hiden cost, pastikan juga memperkirakan jumlah biaya yang digunakan untuk perabotan dan dekorasi rumah baru.

Tidak mau rumah baru yang kosong, ‘kan?

Jangan lupa pula untuk mempertimbangkan biaya-biaya bangun rumah lainnya seperti:

  • biaya administrasi
  • pajak rumah
  • biaya pengurusan IMB, dan sebagainya

5. Membuat Perhitungan Kasar

Perkiraan membangun rumah (termasuk bahan bangunan dan biaya pengerjaan) untuk tipe sederhana adalah Rp2,5 juta – Rp 3 juta, rumah menengah Rp3,5 juta – Rp4 juta, sedangkan rumah mewah adalah Rp5 juta.

Perkiraan perhitungan anggaran membangun rumah umumnya dimulai dari:

  • Tahap persiapan (membersihkan lahal dan kedatangan material)
  • Pondasi (menggali tanah, memasang pondasi dan urugan tanah)
  • Struktur beton bertulang, pembangunan dinding, rangka atap, finishing atap rumah, plafon, lantai, instalasi listrik dan plumbing, serta pengecatan dan finishing rumah.

Jika ingin membangun dua tingkat, biaya tersebut harus dikalikan dua.

Anda juga perlu mempersiapkan dana tambahan untuk membangun rumah sebesar 10% dari total semua pengeluaran yang diperlukan.

Dana ini dapat dijadikan cadangan yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk anggaran tak terduga.

Setelah membuat anggaran membangun rumah dengan matang, kita pun sudah siap untuk memulai proyek.

6. Menghemat Biaya Bangun Rumah 

Setelah melihat perhitungan di atas, kamu mungkin berpikiran, ternyata tidak murah ya membangun sebuah rumah. Tapi tenang, semua itu bisa diatasi dengan beberapa tips berikut ini,

1. Gunakan desain rumah yang minimalis 

Biasanya nih rumah dengan desain minimalis itu sangat simpel, tidak banyak ruangan, dan tidak banyak perabotan. Artinya, kamu bisa menghemat banyak dari segi material bangunannya.

Lagian juga rumah dengan desain minimalis sangat elegan dan enak dilihat kok. Kekinian banget deh pokoknya!

2. Gunakan material lokal berkualitas 

Kamu gak perlu beli material yang mahal dan impor dari luar. Sekarang sudah banyak material buatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan tentunya berkualitas.

3. Survei harga material 

Sebelum membangun dan membeli material, coba kamu lakukan survei harga-harga terlebih dahulu. Jangan cuma cek di satu toko, karena beberapa toko terkadang suka memberikan potongan harga yang menarik.

4. Menggunakan jasa borongan 

Jasa tukang adalah pengeluaran yang paling besar setelah harga-harga material. Tapi tenang, kamu bisa mendapatkan biaya jasa yang lebih murah kalau memilih sistem borongan, bukan harian.

Sistem borongan artinya kamu membayar mereka di awal dengan memperhitungkan segalanya. Jadi kamu sudah tahu dari awal berapa sih biaya bangun rumah dengan luas sekian dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

7. Penyebab Estimasi Biaya Bangun Rumah Bisa Berbeda?

Biaya membangun rumah tidak sama untuk tiap lokasi pembangunan.

Beberapa lokasi mempunyai harga bangun rumah yang lebih tinggi dari lokasi lainnya.

Ketersediaan material alam di lokasi, ketersediaan tenaga pekerja hingga tingkat kesulitan akses transportasi material dan manusia menjadi faktor pembeda dari tiap harga bangun rumah.

Ketersediaan material bangunan, ketersediaan tenaga pekerja, tingkat kesulitan akses transportasi material menjadikan nilai biaya bangun tiap lokasi daerah dapat berbeda.

Selain lokasi, mutu bangunan juga membedakan nilai harga bangun rumah.

Kebutuhan biaya membangun rumah untuk bangunan mewah dengan lantai marmer akan berbeda sekali dengan bangunan sederhana berlantai screed beton.

Biaya membangun rumah 3 lantai pasti berbeda dengan biaya membangun rumah 1 lantai, walaupun kedua bangunan tersebut mempunyai luas bangunan yang sama. Yang membedakan diantara keduanya ialah : kebutuhan kekuatan struktur bangunan 3 lantai dan transportasi material ke lantai atas bisa menjadi faktor pembeda yang utama.

Biaya membangun rumah 3 lantai berbeda dengan biaya membangun rumah 1 lantai, walaupun kedua bangunan tersebut mempunyai luas bangunan yang sama.

Itulah ulasan singkat tentang menghitung biaya bangun rumah sendiri dengan mudah. Menghitung biaya bangun rumah tidak sulit selama kita memiliki pemahaman dan data-data pendukung yang lengkap.

Agar proses pembangunan rumah berjalan lancar, pastikan keuanganmu dalam keadaan sehat, ya. Yuk, cek kesehatan keuanganmu

%d blogger menyukai ini: