Contoh Perusahaan STARTUP, Pengertian & Ciri – Ciri StartUp Yang Perlu Diketahui

Jasindopt.com – Perusahaan rintisan (Inggris: startup company atau start-up company) adalah istilah yang merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat pada ranah tehnologi tentunya.

Perusahaan rintisan termasuk dalam kategori usaha kecil menengah yang menyangkut atau berusaha dalam bidang tehnologi atau minimalnya menggunakan tehnologi sebagai pendamping dan Perangkat keras, perangkat lunak sebagai alat penunjang usahanya.

Manfaat mendirikan perusahaan rintisan adalah untuk memperluas kapasitas investasi dalam produk baru. Istilah “startup” menjadi populer secara internasional pada masa gelembung dot-com. Pada saat itu banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.

Menurut Salamzadeh dan Kawamorita (2015) terdapat tantangan umum yang biasanya dialami oleh perusahaan rintisan yaitu sebagai berikut:

  • Keuangan, keuangan merupakan bagian integrasi dari proses perusahaan rintisan dimana setiap perusahaan rintisan akan menghadapi masalah keuangan karena beberapa alasan dan dalam tahapan berbeda.
  • Sumber daya manusia, proses dari mulai berdirinya perusahaan rintisan hingga membuat tim manajemen dan memperkerjakan karyawan sangatlah penting untuk berhasil bagi pendiri.
  • Mekanisme dukungan, sejumlah mekanisme dukungan antara lain investor, akselerator, dan lainnya. kurangnya akses terhadap mekanisme dukungan akan meningkatkan risiko kegagalan.
  • Unsur-unsur lingkungan, yaitu seperti tren, keterbatasan pasar, masalah hukum, politik, dan lainnya.

Menurut Yudho Yudhanto (2019) Start-Up adalah bisnis model baru dalam mendirikan usaha dengan memaksimalkan fasilitas teknologi dengan didukung perencanaan matang, idealisme individu, dan juga tema usaha yang unik.

Sejarah Perkembangan Startup

Perusahaan startup mulai dikenal pada tahun 1998 hingga 2000 di Amerika Serikat. Pada waktu itu, eksistensi internet sedang berada di puncak dan dinilai menjanjikan untuk masa depan, sehingga banyak perusahaan berbasis teknologi yang berdiri.

Untuk menguatkan identitas startup, banyak perusahaan yang menggunakan nama dengan awalan E atau akhiran dot-com. Akhirnya, muncullah fenomena gelembung dot-com di Amerika Serikat. Hal ini tentu memicu timbulnya persaingan yang kuat antar perusahaan.

Nah, sebagai salah satu strategi agar tetap eksis dan bisa dikenal oleh khalayak umum, perusahaan mulai membakar uang untuk memasang iklan, memberikan promo, dan bahkan layanan gratis.

Sayangnya, strategi ini tidak memberikan dampak baik dan justru membuat banyak perusahaan startup yang bangkrut. Namun, tidak butuh waktu lama, perusahaan startup kembali muncul dan berkembang pesat bahkan hingga ke negara lain, termasuk Indonesia.

Perusahaan startup di Indonesia sendiri mulai berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan internet dan digital. Ke depannya, perusahaan startup di Indonesia diprediksi dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi digital lebih tinggi.

Bahkan, jika perusahaan memiliki strategi bisnis yang matang, eksistensinya juga akan semakin kuat di pasar. Tak hanya untuk pelanggan, arah bisnis startup ke depannya juga diprediksi masuk ke ranah business to business (B2B).

Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional

Secara umum, perusahaan startup tidak jauh berbeda dengan yang konvensional. Meski demikian, terdapat beberapa aspek yang membedakan keduanya. Adapun pembeda badan usaha konvensional dan perusahaan startup adalah sebagai berikut:

1. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan pembeda yang jelas antara perusahaan startup dan konvensional. Dalam perusahaan startup, pihak yang memiliki kontrol atas kegiatan operasional dan bisnis adalah founder serta pihak manajemen. Investor hanya akan terlibat dalam pembuatan keputusan strategis. Sementara itu, investor pada perusahaan investor banyak yang masuk dalam manajemen dan ikut serta mengontrol bisnis.

2. Proses Pendanaan

Hal selanjutnya yang membedakan badan usaha konvensional dan perusahaan startup adalah proses pendanannya. Pendanaan perusahaan konvensional biasanya hanya datang dari satu sumber dan akan digunakan terus untuk ke depannya.

Di sisi lain, pihak pendanaan perusahaan startup adalah founder atau pemiliknya. Namun, seiring dengan agenda pengembangan bisnis, founder akan mencari investor untuk pendanaan lebih lanjut.

3. Tujuan Perusahaan

Dilihat dari tujuannya, perusahaan startup dan konvensional tentu berbeda. Perusahaan startup lebih berfokus untuk mengembangkan bisnis dan pasarnya. Sementara itu, perusahaan konvensional lebih berfokus untuk membangun strategi mendapatkan profit atau keuntungan atas usahanya.

4. Siklus Hidup Bisnis

Perbedaan selanjutnya antara badan usaha konvensional dan perusahaan startup adalah siklus hidup bisnisnya. Meski belum lama berdiri, perusahaan startup bisa mencapai nilai milyaran. Namun, masih belum ada jaminan untuk kelangsungan bisnisnya di masa yang akan datang.

Hal ini berkebalikan dengan perusahaan konvensional, di mana bisnisnya cenderung lebih stabil, meski harus membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai nilai dan profit tinggi.

Ciri-Ciri Perusahaan Startup

Untuk memahami perusahaan startup lebih jauh, berikut ini ciri-ciri yang perlu Sobat jasindopt.com ketahui, di antaranya yaitu:

1. Usia Bisnis Kurang dari 3 Tahun

Mengingat perusahaan startup adalah badan usaha yang baru dirintis, usia bisnisnya biasanya kurang dari 3 tahun. Di usia ini, perusahaan berfokus untuk mengembangkan bisnis dan mencari target pasar yang sesuai agar lebih stabil.

2. Inovatif & Disruptif

Ciri selanjutnya dari perusahaan startup adalah inovatif dan disruptif untuk mendukung perkembangan serta menemukan pasar baru. Jadi, perusahaan biasanya lebih memberikan kesempatan pada karyawannya untuk berinovasi dan berkontribusi lebih.

3. Berkaitan dengan Teknologi

Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya, perusahaan startup sering dikaitkan dengan inovasi teknologi. Sebab, sebagian besar perusahaan startup adalah badan usaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjalankan bisnisnya.

Misalnya, pemasarannya dilakukan secara online, memiliki website dan juga aplikasi yang memudahkan pengguna untuk mengakses layanan dari perusahaan.

4. Bersifat Fleksibel

Selain sebagai media pemasaran, perusahaan startup juga mengadopsi teknologi untuk diimplementasikan dalam budaya kerja. Hal ini menjadikan budaya di perusahaan startup lebih fleksibel karena kerja karyawannya memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Misalnya, kerja tidak lagi harus ke kantor karena bisa remote dan berkomunikasi menggunakan berbagai platform.

5. Jumlah Karyawan Relatif Sedikit

Selanjutnya, ciri-ciri perusahaan startup adalah jumlah karyawannya yang relatif sedikit, yaitu kurang lebih 20 orang. Di masa awal pendiriannya, perusahaan startup lebih fokus untuk mengembangkan bisnis daripada menambah jumlah karyawannya.

6. Terdapat Investor

Biasanya, founder perusahaan startup akan membiayai semua kegiatan operasionalnya terlebih dahulu. Kemudian, pemilik akan mencari investor untuk pendanaan lanjutan. Oleh karena itu, salah satu ciri dari perusahaan startup adalah adanya investor yang menanamkan modal

Contoh Perusahaan Startup di Indonesia

Sebelumnya, telah disebutkan bahwa terdapat banyak perusahaan startup di Indonesia, dan bergerak di berbagai macam bidang. Adapun beberapa contoh perusahaan startup adalah sebagai berikut:

E-Commerce

E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Kini sudah banyak masyarakat yang menggunakan e-commerce sebagai sarana jual beli barang atau jasa. Berikut ini adalah contoh perusahaan startup di Indonesia dalam bidang e-commerce, antara lain:

1. Tokopedia

Tokopedia merupakan salah satu toko online yang sangat terpercaya dan terkenal di Indonesia. Perusahaan startup ini berdiri sejak tahun 2009 dan telah berhasil melakukan transformasi besar sehingga saat ini telah mencapai level unicorn. Unicorn adalah klasifikasi perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasi lebih dari 1 miliar USD.

2. Bukalapak

Perusahaan startup di Indonesia berikutnya yang tidak kalah populer adalah Bukalapak. Startup yang satu ini menyediakan layanan jual beli online yang terhubung dengan berbagai toko online dan pembeli online dari seluruh Indonesia. Selain visinya untuk menjadi marketplace nomor 1 di Indonesia, Bukalapak juga menjalankan misi untuk mendukung UKM di Indonesia.

3. Shopee

E-commerce yang berwarna oranye ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kamu, bukan? E-commerce satu ini kantor pusatnya di Singapura dan saat ini Shopee merupakan aplikasi jual beli online paling banyak digandrungi masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Shopee berada di bawah naungan SEA Group atau sebelumnya dikenal dengan Garen yang didirikan pada tahun 2009. Kemudian pada tahun 2015, Shopee diluncurkan di Singapura.

Meski usianya terbilang cukup muda, Shopee sudah memiliki pencapaian yang hebat, lho! Pada tahun-tahun berikutnya, Shopee melebarkan sayapnya dengan mulai beroperasi di Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina. Lalu, pada tahun 2019 Shopee semakin berkembang dengan mulai aktif beroperasi di Brazil.

4. JD.id

Contoh startup e-commerce berikutnya yang telah meraih status unicorn adalah JD.id. Walaupun JD.id baru aktif beroperasi pada tahun 2015, ia telah mampu mencapai profit sebesar 1 miliar USD. JD.id pertama kali berdiri di Cina pada tahun 1998 dan baru beroperasi di Indonesia pada tahun 2015 di bawah mitra dengan Provident Capital.

JD.id juga menjadi favorit banyak orang Indonesia untuk aktivitas jual beli karena memiliki keunggulan yaitu menjual dan mengirimkan produk jualan secara langsung dari gudang mereka sendiri (direct sales), sehingga tidak ada biaya tambahan yang dikenakan kepada pembelinya. Tentunya, hal ini berarti harga yang dibayar pembeli adalah harga asli dari barang tersebut.

5. Blibli

Kamu pasti telah mengenal Blibli, bukan? Blibli bergerak di bawah PT Global Digital Niaga yang merupakan salah satu anak dari perusahaan Djarum. E-commerce ini mulai berdiri pada tahun 2010. Sebagai perusahaan startup, Blibli bergerak dengan melakukan kerja sama terhadap jasa penyedia teknologi, mitra logistic, dan beberapa mitra perbankan untuk dapat menciptakan e-commerce tepercaya dan mudah digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

6. Lazada

Perusahaan startup ini memiliki banyak pengguna dari berbagai negara di Asia Tenggara. Lazada didirikan pada tahun 2012 oleh Ricket Internet dan Pierre Poignant serta dimiliki oleh Alibaba Group. Tak heran jika marketplace yang satu ini sudah sangat dipercaya oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri, Lazada baru mulai beroperasi pada tahun 2014.

Transportasi

Tidak hanya dalam bidang jual beli online, perusahaan-perusahaan startup yang ada di Indonesia juga menyediakan layanan untuk penyelesaian permasalahan transportasi. Dua perusahaan startup terbesar yang kamu dapat temukan di Indonesia dalam bidang transportasi adalah Gojek dan Grab.

1. Gojek

Perusahaan startup di Indonesia yang didirikan pada tahun 2010 ini, kini melejit karena kepopulerannya di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2010 membuat Gojek telah dikenal baik oleh masyarakat Indonesia dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh berbagai macam kalangan. Gojek merupakan perusahaan rintisan milik Nadiem Makarim.

Kini Gojek telah merambah ke negara Thailand, Vietnam, dan Singapura. Tidak hanya itu, untuk mendukung dan mengikuti tren keuangan global, saat ini Gojek juga telah menyediakan layanan yang diberi nama Gopay. Gopay merupakan uang elektronik yang dapat digunakan untuk fitur-fitur dalam aplikasi Gojek dan pembayaran di beberapa marketplace atau toko online.

2. Grab

Di samping Gojek, ada perusahaan startup di Indonesia bidang transportasi yang tidak kalah populer, yaitu Grab.Berbicara soal Grab, perusahaan startup rintisan yang berkantor pusat di Singapura ini pada mulanya didirikan pada tahun 2012 dan dikenal dengan nama Grabtaxi sampai tahun 2016.

Kini, Grab telah ada di hampir semua negara-negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Grab juga ikut mendukung pendidikan dan lapangan kerja dengan membuka program internship dan perekrutan pegawai

Perjalanan & Akomodasi

Startup juga telah merambah ke dunia travelling, lho! Kini, pergi travelling tidak perlu khawatir lagi, karena sudah banyak perusahaan startup di Indonesia yang menyediakan layanan terbaiknya, seperti:

1. Traveloka

Traveloka merupakan perusahaan startup yang memberikan layanan lengkap meliputi pemesanan tiket pesawat, booking hotel secara daring dan layanan lainnya yang terkait perjalanan dan akomodasi. Traveloka didirikan pada tahun 2012 dan sudah beroperasi secara aktif hampir semua wilayah di Indonesia.

2. Tiket.com

Startup dengan logo berwarna biru dengan lingkaran kuning ini didirikan pada tahun 2011 oleh Djarum Group. Tiket.com menawarkan fasilitas untuk pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api, tiket konser, tiket atraksi, penyewaan mobil sampai pada pemesanan hotel di seluruh wilayah Indonesia.

3. Mamikos

Aplikasi yang satu ini menjadi favorit para mahasiswa dan perantau dari berbagai daerah. Mamikos menyediakan informasi terkait indekos terdekat dengan range harga dan fasilitas di dalam indekosan tersebut. Mamikos menjadi aplikasi pencari indekos nomor 1 di Indonesia.

Edukasi

Edukasi atau pendidikan juga menjadi sasaran startup untuk dikembangkan. Mengingat faktor pendidikan merupakan salah satu bidang yang penting bagi pembangunan bangsa, karena itulah beberapa perusahaan startup berikut ini mengembangkan bidang pendidikan.

1. Ruangguru

Perusahaan startup bidang pendidikan yang pertama adalah PT Ruang Raya Indonesia. Perusahaan ini mengembangkan bisnis startup yang diberi nama Ruangguru. CEO dari Ruangguru ini adalah milenial bernama Adamas Belva Syah Devara. Ia mendirikan Ruangguru pada tahun 2014 sebagai solusi untuk menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia.

2. Quipper

Quipper sudah tidak asing lagi di kalangan pelajar Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu startup edutech yang menyediakan sistem belajar mengajar secara daring dengan kualitas yang mumpuni.

3. Arkademy

Arkademy juga menjadi startup edutech yang banyak digemari, terutama untuk orang-orang yang ingin mengasah skill-nya di bidang digital. Arkademy hadir sebagai platform yang menyediakan pelatihan untuk bekerja di bidang-bidang teknologi dan informasi.

Kesehatan

Kesehatan juga menjadi bidang yang ikut dirintis oleh perusahaan startup di Indonesia. Berikut adalah beberapa contoh dari perusahaan startup di Indonesia dalam bidang kesehataan

1. HaloDoc

Halodoc merupakan aplikasi digital yang menyediakan informasi seputar kesehatan. Startup yang berasal dari Indonesia ini pertama kali didirikan pada tahun 2016 oleh Jonathan Sudharta. Halodoc berada dibawah naungan PT Media Dokter Investama dan kini telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

2. Dokter.id

Di samping HaloDoc, ada startup kesehatan bernama Dokter.id yang memberikan informasi serta konsultasi kesehatan untuk kamu. Situs Dokter.id juga memiliki portal Q&A (Question & Answer) yang dapat kamu simak dengan saksama.

3. KlikDokter

KlikDokter mengklaim bahwa situsnya merupakan pionir situs kesehatan di Indonesia. Dalam situs KlikDokter kamu bisa mendapatkan info kesehatan secara terpercaya. Selain itu, kamu juga dapat melakukan chat dengan dokter, lho

Fintech

Beberapa contoh perusahaan startup di bidang keuangan atau fintech, antara lain:

1. Akulaku

Akulaku merupakan website pinjaman online yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2016 oleh Li Wenbo. Melalui aplikasi Akulaku, kamu bisa meminjam uang secara online dari mana saja dan kapan saja.

2. OVO

OVO merupakan layanan keuangan untuk melakukan transaksi digital di berbagai merchant di Indonesia. OVO saat ini sudah memiliki banyak pengguna dan termasuk ke dalam startup unicorn.

3. LinkAja

LinkAja merupakan salah satu platform fintech. Di platform ini kamu dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer, membeli pulsa, bayar tagihan listrik, bayar PDAM, dan lain sebagainya.

4. Bareksa

Jika kamu menyukai investasi, maka kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan Bareksa. Startup di bawah naungan PT Bareksa Portal Investasi ini merupakan portal yang membantu kamu untuk berinvestasi reksadana atau Surat Berharga Negara (SBN) secara online.

5. Bibit

Aplikasi investasi yang tidak kalah populer di Indonesia adalah Bibit. Perusahaan ini telah memiliki ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga terpercaya untuk memberikan layanan di bidang investasi, seperti reksadana dan SBN

Asuransi

Tak hanya fintech, perusahaan startup juga mulai masuk ke industri asuransi. Berikut ini beberapa perusahaan startup di Indonesia dari bidang asuransi, yakni:

1. Qoala

Qoala merupakan startup asuransi di Indonesia yang berada di bawah naungan PT Mitra Jasa Pratama Insurance Brokers. Startup yang berkantor pusat di Jakarta Selatan ini menyediakan berbagai produk asuransi yang bisa kamu beli secara online. Kamu bisa menemukan berbagai pilihan produk asuransi terbaik melalui Qoala App.

2. Lifepal

Startup asuransi selanjutnya adalah Lifepal. LifePal menyediakan asuransi secara lengkap, mulai dari asuransi kesehatan, jiwa, mobil, dan asuransi lainnya.

3. Futuready

Kamu yang tertarik untuk membeli asuransi secara online juga bisa melirik Futuready. Startup ini menyediakan layanan asuransi bagi penggunanya dengan premi yang terjangkau, yakni mulai dari Rp200 ribuan

Pertanian

Bidang pertanian juga ikut menjadi sasaran perusahaan startup di Indonesia. Berikut contohnya perusahaan startup di bidang pertanian.

1. TaniHub

TaniHub merupakan startup yang menjual bahan makanan segar. Bahan-bahan makanan dan berbagai barang yang dijual di TaniHub berasal dari petani-petani di Indonesia.

2. Sayurbox

Tak hanya TanHub, ada startup lain yang menyediakan berbagai bahan segar hasil dari kebun petani yaitu Sayurbox. Sayurbox merupakan tempat belanja online buah dan sayur hasil dari panen sendiri.

3. Eragano

Eragano adalah salah satu pelayanan agrikultural yang sedang dikembangkan oleh Indonesia. Melalui startup ini, dibentuk inovasi baru yang menggabungkan teknologi dengan pertanian

SaaS (Software as a Service)

Dengan bantuan internet, para developer bisa menyimpan software mereka di layanan cloud, sehingga bisa diakses lewat perangkat manapun selama kamu masih bisa mendapat jaringan internet. Kamu bahkan bisa menyimpan data kamu di layanan cloud tersebut.

Pada dasarnya, SaaS adalah model distribusi software menggunakan penyedia layanan penyimpanan pihak ketiga, yang memungkinkan sebuah aplikasi bisa diakses oleh para pengguna di seluruh dunia, selama masih terjangkau jaringan internet. Aplikasi seperti ini biasa disebut dengan istilah Software-as-a-Service (SaaS).

Berikut ini perusahaan startup di Indonesia jenis SaaS yang perlu kamu ketahui, antara lain:

1. Moka

Moka adalah perusahaan teknologi asal Jakarta, Indonesia, yang menyediakan layanan Point of Sale (POS) dan pembayaran berbasis cloud untuk para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Moka didirikan pada tahun 2014 dan kini telah menjangkau lebih dari 100 kota di Indonesia, dengan jumlah pengguna yang mencapai 15.000 UKM. Hingga saat ini, mereka telah mendapat pendanaan lebih dari 30 juta USD dari para investor.

2. Jurnal

Jurnal merupakan salah satu perusahaan startup SaaS yang membuat solusi akuntansi berbasis website untuk para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Mereka bisa menyederhanakan proses administratif dalam mengelola akuntansi, sehingga kamu sebagai pengusaha bisa fokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Produk yang mereka buat memberikan kenyamanan untuk menjalankan bisnis di mana saja, kapan saja, dan dari perangkat apa saja. Jurnal melengkapi kamu sebagai pebisnis dengan perangkat yang bisa membawamu menjadi pebisnis profesional.

Jurnal juga merupakan startup yang berhasil mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) hanya lewat komunikasi telepon dengan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca.

3. majoo

majoo merupakan aplikasi wirausaha lengkap untuk kelola bisnis menjadi lebih maju. Berdiri sejak tahun 2019, majoo menjadi satu aplikasi untuk segala solusi yang bisa digunakan untuk semua jenis usaha mulai dari pengelolaan penjualan, pelanggan, pembayaran, inventori, keuangan, karyawan, sampai dengan pembiayaan usaha.

Dengan penggunaan aplikasi majoo, pebisnis dapat mengelola bisnisnya dengan lebih mudah, biaya langganan yang terjangkau, penjualan dan pelayanan menjadi lebih meningkat, serta pengelolaan bisnis dapat dilakukan secara online dari mana saja.

majoo juga membuka peluang bagi UMKM untuk dapat menjual produk melalui beberapa saluran offline dan online dalam satu fitur aplikasi. Dengan kemitraan yang kuat, majoo dapat terintegrasi ke beberapa marketplace, memiliki hubungan yang baik dengan berbagai asosiasi UMKM, dan mampu mengembangkan platform yang secara unik melayani bisnis UMKM Indonesia

4. Sirclo

Sirclo adalah perusahaan teknologi e-commerce terdepan, yang memungkinkan para pemilik bisnis untuk menjual produk mereka secara online. Saat ini, mereka mempunyai dua produk utama: solusi e-commerce bernama Sirclo Store yang memungkinkan para pemilik UKM untuk menjual produk mereka lewat website mereka sendiri; serta sebuah layanan e-commerce enabler dari hulu ke hilir yang bernama Sirclo Commerce.

Saat ini, Sirclo telah mempunyai 240 karyawan yang tersebar di empat lokasi kantor mereka, yaitu di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Jogja. Pendapatan Sirclo pun terus naik dengan cepat, seperti di tahun 2018 di mana mereka bisa tumbuh 4 kali lipat.

5. Jojonomic

Startup satu ini didirikan pada tahun 2015, aplikasi keuangan berbasis cloud Jojonomic menghadirkan solusi bagi perusahaan yang ingin mengurangi pekerjaan administratif yang menyita waktu, dan fokus pada pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih penting. Jojonomic menggunakan model bisnis Software as a Service (SaaS), Business to Business (B2B), dan Financial Technology (fintech), dalam melayani para perusahaan besar di Asia Tenggara

About US

JasindoPT.com Menghadirkan Solusi Terpadu dan Profesional untuk pengurusan perizinan dan legalitas usaha. Dengan layanan satu pintu yang efisien, kami berkomitmen mendukung kelancaran dan keberhasilan bisnis Anda.

💡 Visi & Misi Jasindoptcom

VISI JASINDOPTCOM

“Menjadi mitra terpercaya dalam mewujudkan legalitas usaha yang profesional, cepat, dan taat hukum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berintegritas di Indonesia.”

MISI JASINDOPT.COM

1. Memberikan layanan pengurusan legalitas dan perizinan usaha yang cepat, mudah, dan terpercaya.

2. Mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam membangun bisnis yang sah secara hukum dan berkelanjutan.

3. Mengedepankan integritas, profesionalisme, dan pelayanan ramah dalam setiap proses pengurusan dokumen.

4. Memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses dan transparansi layanan.

5. Meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pengusaha melalui edukasi dan pendampingan legal.

6. Berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperluas akses legalitas bagi para pelaku usaha.