Tipe Pengusaha atau Pebisnis Berdasarkan Kepribadian: Innovator, Peniru, Spesialis & Visioner

Jasindopt.com – Pengusaha (Pebisnis) adalah sebutan bagi orang-orang yang terlibat dalam usaha yang bertujuan menghasilkan laba, umumnya dalam pengelolaan sebuah Perusahaan.

Menurut KBBI, pengusaha adalah orang yang mengusahakan (perdagangan, industri, dan sebagainya); orang yang berusaha di bidang perdagangan; saudagar, usahawan.

Sedangkan menurut pakar ilmu manajemen, Robbin & Coulter, definisi pengusaha adalah suatu kelompok atau individu yang dapat membuat sebuah peluang atau kesempatan menjadi sebuah keuntungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya.

Bagi seorang pebisnis, jalan terjal dan bergelombang sudah menjadi hal biasa hingga ia menjadi sukses. Pasti ada pasang-surut dan jatuh bangun dalam membangun bisnis. Kegigihan, ketekunan, dan selalu mencari solusi merupakan nilai yang harus ada pada pebisnis.

Menjadi seorang pengusaha identik dengan karakter kerja keras, disiplin, dan tanggung jawabnya. Karena memang menjadi seorang pengusaha dituntuk untuk belajar melalui proses yang naik turun.

Di era yang semakin kompetitif ini, seorang pengusaha juga harus mampu beradaptasi dan memiliki inovasi yang tinggi agar dapat bersaing dengan baik.

Tipe Pengusaha Berdasarkan Jenis Kepribadian

Kenali 4 tipe atau karakter pengusaha berdasarkan jenis kepribadian berikut ini, manakah yang paling merepresentasikan diri Anda?

Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.

Disamping itu kepribadian sering diartikan sebagai ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”.

1. Innovator

Apakah Anda suka menciptakan sesuatu yang baru? Misalnya, resep makanan baru atau konsep bisnis yang berbeda dari yang ada sebelumnya. Jika iya, Anda termasuk tipe pengusaha innovator.

Pengusaha tipe innovator cenderung mengedepankan inovasi dan terobosan baru untuk diaplikasikan ke bisnis mereka. Contohnya adalah bisnis kuliner kekinian. 

Melahirkan ide-ide baru tentunya bagus bagi perkembangan bisnis Anda. Namun, perlu diingat bahwa Anda tetap harus fokus dengan apa yang sudah dijalani ketimbang terus-menerus berfokus untuk menciptakan sesuatu yang baru. 

2. Peniru (Amati Tiru Modifikasi)

Dalam berbisnis, ada sebuah prinsip yang dikenal sebagai ATM atau kepanjangan dari Amati Tiru Modifikasi. Dalam hal ini, kamu bukan memplagiarisme bisnis milik orang lain.

Melainkan mencari dan menghadirkan suatu hal yang berbeda daripada kompetitor sehingga terlihat lebih unggul di pasar.

Nah, bagi kamu yang ingin menjadi pengusaha, dibutuhkan kreativitas untuk menciptakan produk atau layanan baru di pasar. Dalam hal ini, prinsip Amati Tiru Modifikasi bisa digunakan.

Tipe pengusaha peniru menjalankan bisnisnya dengan meniru konsep bisnis yang sudah sukses, lalu memperbaiki kesalahan yang ada dari konsep tersebut. Setelah meniru konsep yang ada, mereka membuat produk yang lebih baik dan bisa bersaing di pasar.

Jika Anda merupakan tipe pengusaha ini, disarankan bahwa Anda meniru konsep bisnis yang telah sukses dari daerah yang lebih maju agar bisa diaplikasikan di daerah Anda. 

Lebih lanjut, berikut penjelasan aspek-aspek ATM yang perlu kamu pahami sebelum menerapkannya dalam merintis usaha.

A. Amati

Salah satu aspek “Amati Tiru Modifikasi” ialah amati. Dalam hal ini, kamu perlu mengamati bisnis-bisnis yang ada di pasar untuk menemukan yang paling menarik dan menjanjikan.

Namun, jangan sampai kamu tergiur dengan jenis bisnis musiman karena bisa saja tidak bertahan lama. Carilah jenis usaha yang memiliki peluang dan prospek menjanjikan ke depan dalam jangka panjang.

Aspek ini merupakan cara yang paling mudah dan murah untuk dilakukan karena kamu hanya perlu mengamati usaha milik orang lain. Dengan begitu, kamu bisa memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum berbisnis.

Setelah mengamati industri dan menemukan potensi bisnis yang menjanjikan, kamu sebaiknya langsung memulainya. Hal besar yang cukup sulit untuk dilakukan saat terjun ke dunia bisnis ialah memulai usaha dari nol.

Jadi, lawanlah rasa takut kamu dan mulailah untuk berbisnis sekarang juga. Jangan sampai peluang yang ada di depan kamu lenyap begitu saja karena takut memulai.

B. Tiru

Aspek lain dalam prinsip Amati Tiru Modifikasi ialah meniru. Dalam hal ini, kamu bisa meniru hal-hal yang dilakukan oleh pesaing ketika menjalankan bisnis mereka. Namun, dengan melakukan beberapa perbaikan dan penyesuaian agar bisnis kamu tidak hanya sekadar menjiplak kompetitor.

Jadi, kamu perlu meniru pesaing dengan cara yang cerdas. Jangan meniru segala hal milik pesaing secara mentah-mentah karena hal ini bisa saja melanggar hak cipta yang dilindungi oleh hukum.

Proses meniru pesaing dapat menjadi cara yang efektif dalam menjalankan operasional bisnis karena kamu tidak perlu melakukan terlalu banyak eksperimen. Kamu pun bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya karena hanya perlu mengembangkan dan menyesuaikan strategi kompetitor agar hasilnya lebih optimal.

C. Modifikasi

Ini merupakan aspek terakhir dalam prinsip Amati Tiru Modifikasi. Jadi setelah melakukan pengamatan dan meniru kompetitor, kamu perlu memodifikasinya agar memiliki unsur unik atau ciri khas. Dengan melakukan modifikasi, kamu pun bisa menciptakan produk atau layanan yang berbeda dari pesaing lain yang ada di industri.

Proses modifikasi ini harus dilakukan dengan penuh kreativitas sehingga tidak benar-benar meniru bisnis orang lain yang menjadi pesaingmu. Modifikasi yang kamu lakukan juga sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai terlalu berlebihan.

Hal ini karena modifikasi yang terlalu ekstrem bisa membuat bisnis kamu sulit menarik pelanggan. Pastikan proses modifikasi kamu lakukan bisa membuat produk atau layanan yang lebih baik dibandingkan dengan milik kompetitor.

Beberapa contoh modifikasi yang bisa kamu lakukan dalam menciptakan produk atau layanan ialah menghadirkan cita rasa baru, menambahkan fitur dan manfaat, menggunakan kemasan baru yang lebih unik, atau memberikan layanan lebih cepat dan nyaman.

3. Spesialis

Spesialis adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus dalam pengetahuan, keterampilan, pengalaman melalui praktik dibidang tertentu, seorang spesialis secara luas diakui sebagai sumber teknik atau keterampilan handal yang bisa menguasai salah satu bidang, entah itu seni, farmasi, militer dan lain sebagainya.

Apabila Anda memiliki keahlian dalam bidang khusus, maka Anda termasuk dalam tipe pengusaha spesialis. Umumnya, seseorang dengan keahlian khusus setia pada satu jenis usaha dalam jangka waktu yang lama.

Dengan ini, mereka bisa fokus mengembangkan usahanya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Contohnya adalah seseorang dengan keahlian desain, perbankan, teknologi, dan lainnya. 

4. Visioner

Apabila Anda selalu memiliki rencana untuk beberapa bulan ke depan untuk bisnis Anda, maka Anda adalah tipe visioner. Pengusaha dengan tipe ini cenderung memiliki strategi yang sudah disesuaikan dengan visi mereka ke depan, baik itu untuk jangka pendek maupun panjang. Termasuk juga rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan.

Pengertian Visioner

Visioner adalah sebuah cara pandang yang dimiliki seseorang. Menurut KBBI, visioner adalah orang yang memiliki pandangan atau wawasan ke masa depan. Seseorang yang visioner memiliki strategi yang tepat untuk langkah kedepannya.

Selain itu, mereka dapat membaca potensi yang ada dan menyinergikannya. Seorang visioner juga mampu memberikan motivasi mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan untuk keadaan mendatang.

Visioner biasanya merujuk kepada suatu gaya kepemimpinan yang diterapkan seseorang. Mereka melihat visi ke arah depan dengan mengambil langkah tepat untuk mewujudkannya.

Kepemimpinan yang visioner memiliki arti berupa kemampuan memimpin dengan menciptakan, mengkomunikasikan, merumuskan, mensosialisasikan dan mengimplementasikan sesuatu.

Hal tersebut berupa sebuah pemikiran-pemikiran yang ideal. Pemikiran tersebut berasal dari dirinya sendiri atau berupa hasil interaksi sosial antar sesama anggota atau timnya.

Seseorang yang memimpin yang menerapkan cara visioner akan selalu melihat melihat apa saja potensi yang mungkin dimiliki suatu perusahaan atau organisasi. Ia akan melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain.

Setelah melihat potensi itu, kemudian ia akan menciptakan sebuah ide yang cemerlang. Ide-ide tersebut adalah ide yang memungkinkan perusahaannya dapat bersaing dengan berbagai macam competitor.

Hal-hal seperti itulah yang diyakini dapat meraih cita-cita organisasi di masa yang akan datang. Akan tetapi, tentu saja cita-cita seperti itu harus melalui dukungan serta sebuah komitmen dari masing-masing anggota. Sehingga cita-cita dapat dicapai dengan baik.

Karakteristik Pengusaha Visioner

1. Bertanggung jawab

Memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi merupakan bagian dari seseorang yang visioner. Setiap langkah yang diambil serta cara-cara yang dilakukan untuk mewujudkankan pasti disertai dengan rasa tanggung jawab yang tertanam dalam dirinya. Ketika mendapatkan sebuah tantangan, maka ia akan memberikan tanggung jawabnya dengan penuh terhadap apa yang sedang dikerjakan.

Hal itu ditujukan supaya tantangan tersebut dapat dilalui dengan lancer. Selain itu, hal tersebut juga demi mewujudkan ide-ide atau gagasan yang sudah direncanakan sejak awal. Tanggung jawab adalah sesuatu yang perlu terus tertanam di dalam diri orang-orang yang visioner

2. Berani ambil resiko

Setiap mengambil sebuah keputusan, pasti ada resiko dibaliknya. Begitupun ketika membuat sebuah ide-ide atau gagasan. Resiko akan selalu ada dibalik ide atau gagasan yang akan dibuat. Seseorang yang ber visioner akan selalu berani mengambil segala kemungkinan dan resiko yang akan terjadi.

Hal itu karena setiap perubahan yang dilakukan tentu memiliki resiko yang harus selalu diterima dan dihadapi. Jika seseorang yang visioner tidak berani mengambil resiko, maka gagasan atau ide yang sudah dibuat akan sia-sia. Tidak akan terlaksana dengan baik bahkan bisa gagal untuk dilakukan.

3. Optimis

Sifat optimis adalah sifat yang selalu melekat di dalam seseorang yang visioner. Terkadang, seseorang yang visioner akan menganggap bahwa semua gagasan dan ide yang sudah dibuat akan berjalan dengan lancar. Semua masalah akan dilalui dengan baik.

Hal itu yang membuatnya menjadi optimis secara otomati. Akan tetapi, rasa optimis ini bukanlah sesuatu yang buruk. Perasaan optimis yang kita miliki dapat tertular kepada lingkungan sekitar sehingga sama-sama bisa menjadi optimis.

4. Konsisten

Jika konsisten menjalani apa yang sudah direncanakan, maka tujuan yang hendak dicapai akan berjalan dengan baik. Konsisten adalah sebuah sikap tidak berubah-ubah dan tetap pada apa yang sedang dikerjakan. Melalui konsisten yang kuat, maka segala gagasan dan ide-ide yang sudah dibuat akan jauh terasa lebih ringan. Sikap konsisten ini adalah salah satu sikap yang dimiliki oleh orang-orang visioner.

5. Jujur dan apa adanya

Seseorang yang visioner pasti memiliki integritas. Integritas adalah sebuah sifat, mutu atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan, salah satunya berupa kejujuran. Seseorang yang visioner akan mengedepankan sebuah kejujuran. Mereka akan bersikap seperti apa yang mereka katakan. Serta berpegang teguh pada yang sudah diucapkan.

About US

JasindoPT.com Menghadirkan Solusi Terpadu dan Profesional untuk pengurusan perizinan dan legalitas usaha. Dengan layanan satu pintu yang efisien, kami berkomitmen mendukung kelancaran dan keberhasilan bisnis Anda.

💡 Visi & Misi Jasindoptcom

VISI JASINDOPTCOM

“Menjadi mitra terpercaya dalam mewujudkan legalitas usaha yang profesional, cepat, dan taat hukum untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berintegritas di Indonesia.”

MISI JASINDOPT.COM

1. Memberikan layanan pengurusan legalitas dan perizinan usaha yang cepat, mudah, dan terpercaya.

2. Mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam membangun bisnis yang sah secara hukum dan berkelanjutan.

3. Mengedepankan integritas, profesionalisme, dan pelayanan ramah dalam setiap proses pengurusan dokumen.

4. Memanfaatkan teknologi untuk mempercepat proses dan transparansi layanan.

5. Meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pengusaha melalui edukasi dan pendampingan legal.

6. Berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional dengan memperluas akses legalitas bagi para pelaku usaha.